Cinta yang Tak Biasa

Cinta yang Tak Biasa
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Eka Primadestia Kusumawardani atau biasa disapa Eka adalah alumni Rumah Kepemimpinan angkatan 8 dan merupakan lulusan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia 2014. Cinta pertamanya muncul saat ia di bangku SMA, tapi ini bukan sembarang cinta monyet anak sekolahan atau kutukan cinta pertama yang membuat seorang perempuan galau setengah mati. Ini tentang cinta pertama yang sudah menggugah hati, jiwa, dan pikiran seorang bocah untuk terus melangkah dalam petualangan yang penuh warna. Petualangan yang membuatnya hidup. Satu jawaban yang pasti, ini semua karena dia telah jatuh hati.

Bocah itu memiliki nama Eka Primadestia Kusumawardani, yang akrab dipanggil dengan Eka. Caranya mengenal dunia sejak kecil memang sudah dimulai dari beragam rupa kisah yang membentuknya menjadi seseorang berjiwa petualang. Cinta pertama yang ia temukan saat di bangku SMA menjadi salah satu langkah besar dari segala langkah yang telah ia lalui sampai hari ini dan diawali sebuah aksi bakti sosial semasa ia menjabat sebagai pengurus OSIS/MPK SMA.

Cintanya pada dunia sosial masyarakat pun telah dimulai. Jatuh hatinya sudah telak dan tidak dapat diganggu gugat. Karena itulah ia selalu berusaha menenggelamkan dirinya dalam aktivitas yang berkaitan dengan masyarakat. Saat kuliah, dia banyak mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat baik yang berada di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa termasuk daerah aslinya yaitu Purworejo. Kegiatan volunteering terjauhnya sampai Raja Ampat Papua.

Pengabdian adalah candu baginya. Bukan tentang apa yang dia bisa bagikan untuk masyarakat, tetapi berjuta hikmah kehidupan yang dia dapatkan dan pelajari dari setiap manusia yang dia temui selama masa pengabdian. Masyarakat adalah guru kehidupan. Pengabdian bukan tentang siapapun yang lebih hebat, tetapi tentang hadirnya ketulusan jiwa. Hati yang bekerja dan menuntun setiap aksi kebaikan. 

Jatuh hatinya pada dunia sosial masyarakat telah menuntun langkah kakinya bekerja di lembaga kemanusiaan internasional yang berfokus untuk terus membersamai bangsa di setiap waktunya. Hadir paling cepat dan tanggap baik untuk bangsa Indonesia maupun di beberapa negara lain. Saat ini ia telah berani menjadikan cintanya sebagai sebuah pekerjaan profesional bertempat di jantungnya Provinsi Jawa Tengah yaitu Semarang. 

“Kamu tahu bagaimana rasanya menerima cinta setiap hari? Ya itulah yang kurasakan setiap harinya. Aku merasa jiwaku hidup dan bahagia. Jadi lelahnya mudah menguap, ketika aku menyaksikan seorang warga menangis karena bisa bekerja lagi karena usahanya terdampak pandemi. Jadi kalau mau ngeluh capek, keluhannya udah kelu di lidah karena tiap saat masalah umat di depan mata. Maka, yang yang keluar cuma hembusan napas saja atau ada air hujan di mata,” ungkap Eka menjelaskan cintanya.

Setiap orang memiliki jalannya. Begitulah Rumah Kepemimpinan, menurut Eka, berhasil membentuknya untuk berani mengambil jalan ini. Nilai dan idealisme yang sudah terinternalisasi dalam dirinya terus menguatkannya, bahwa setiap titik di Bumi Indonesia sedang menanti kontribusi para generasi mudanya. Maka sudah menjadi tugas setiap pemuda untuk segera mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan sepantas-pantasnya. Menjadikan setiap waktu sebagai bentuk kontribusi terbaik untuk bangsa. Inilah bentuk kontribusi yang bisa Eka optimalkan untuk Ibu Pertiwi, membersamai masyarakat daerah. 

“Apapun kontribusimu, sekecil atau sebesar apapun. Selalu sertakan cinta-Nya di dalam setiap langkahmu. Agar hatimu turut membersamai hingga akhirnya kamu tidak sadar bahwa langkahmu sudah sejauh ini.” pesan Eka untuk pemuda.

More to explorer

Cinta yang Tak Biasa

Eka Primadestia Kusumawardani atau biasa disapa Eka adalah alumni Rumah Kepemimpinan angkatan 8 dan merupakan lulusan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia 2014. Cinta

Bersama Tangkal Radikalisme

Silaturahim Korbinmas Baharkam Polri dan Rumah Kepemimpinan Kegiatan “Sambang”, Menghadirkan Pembelajaran dari Seorang Mantan Narapidana Kasus Terorisme Telah berlangsung Acara ‘Sambang’ dari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *