NAMA Foundation Visit 2019

Pada hari kamis (19/09/2019) NAMA Foundation melakukan kunjungan ke Kantor Pusat Rumah Kepemimpinan Jakarta. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan NAMA FOUNDATION VISIT 2019. NAMA FOUNDATION VISIT merupakan kunjungan NAMA Foundation ke mitra-mitra strategis yang ada di Indonesia. Salah satu mitra strategis tersebut yaitu Rumah Kepemimpinan yang telah berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dalam menyukseskan program-program kerjasama yang ada.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, NAMA Foundation dihadiri oleh Dr. Saleh Bazead (CEO NAMA Foundation), Zulfirdaus (Head of Program NAMA Foundation), Khaleed bin Mahfoudz (BOD NAMA Foundation), Rantala Sikayo (Wafaa Indonesia), dan Dasril Guntara (CEO NICE Indonesia). Rumah Kepemimpinan yang diwakili oleh Adi Wahyu Adji, S.Si, MSM (Direktur Program Rumah Kepemimpinan), Fachriadi Tanjung SE., M.Si (Direktur Kemitraan & Fundraising), Andi Junasa Anhika, SE (Manajer SDM), M Fathan Mubina (Manager Fundrising), dan Enung Azizah Mulyawati. S.Si (Staf Program Pembinaan) sangat menyambut baik kedatangan NAMA Foundation tersebut.

Kegiatan NAMA VISIT 2019 ini bertujuan untuk membahas perkembangan program kerjasama yang sedang berjalan, yang meliputi evaluasi proses yang telah dan sedang berjalan, capaian program, serta rencana-rencana strategis yang akan dilakukan ke depan oleh Rumah Kepemimpinan agar program kerja yang ada dapat berjalan dengan optimal. Diharapkan kunjungan ini dapat meningkatkan capaian program, serta mengembangkan rencana strategis di periode yang akan datang.

Pada periode 2018/2019 Rumah Kepemimpinan menjalankan dua program kerjasama dengan NAMA Foundation, pertama Program BRIGHT dan kedua Program NAMA FUND. Program BRIGHT adalah program yang membekali para trainer tentang cara membantu siswa dalam menemukan bakat, pasion, serta perencanaan hidup mereka agar ke depannya dapat memberikan pengaruh positif untuk sekitar. Program NAMA FUND sendiri merupakan program bantuan pendidikan berupa pemberian pembiayaan kuliah, dan tunjangan buku untuk mahasiswa-mahasiswi di Indonesia yang memiliki antusiasme tinggi untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (s2) dan doktoral (s3).

Selain dua program diatas, Rumah Kepemimpinan juga mendukung program NAMA Foundation yang dikelola oleh NICE Indonesia. Terdapat 8 pengurus dan alumni Rumah Kepeimpinan yang menjadi associate trainer dan konsultan program pada NAMA Global Initiative program 2019. Program tersebut merupakan inisiatif dari NAMA Foundation untuk meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan dalam bidang pendidikan dan NGO di Indonesia.

Dalam kunjungan ini, Dr. Saleh Bazead selaku CEO Nama Foundation menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Rumah Kepemimpinan atas dedikasi dan kerjasama yang terjalin saat ini. Beliau berharap para associate trainer NICE Indonesia berperan aktif dalam mengembangkan program dan berkontribusi kepada masyarakat yang lebih luas, tidak hanya bergantung pada program yang diinisiasi oleh NICE Indonesia. Lebih lanjut lagi, Dr. Saleh berharap agar program NAMA FUND dapat diperluas lagi cakupannya ke lebih banyak universitas di Indonesia sehingga akan lebih banyak lagi pemuda di Indonesia yang menjadi generasi unggul.

NAMA Foundation
NICE Indonesia
Rumah Kepemimpinan

“Rumah Kepemimpinan adalah Motor Pergerakan Pemuda dan masyarakat” Dialog Tokoh bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin

Solo, Kamis (25/07/2019). Kunjungan mahasiswa penerima manfaat beasiswa Rumah Kepemimpinan Universitas Sebelas Maret (UNS) disambut hangat oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di kediamannya. Kegiatan dialog tokoh yang biasanya dilaksanakan di asrama mahasiswa tersebut terasa berbeda dengan berkunjung langsung sekaligus silaturahmi dengan beliau.

Ditemani dua staff dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Yasin menjelaskan masih banyak Kabupaten di Jawa Tengah yang berada di zona merah dalam pembangunan ekonomi. Ia berharap bahwa dengan hadirnya Rumah Kepemimpinan di Solo mampu berkontribusi kepada masyarakat melalui program resmi dari kampus seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, ataupun kegiatan yang digagas oleh Rumah Kepemimpinan sendiri.

“Saat ini fokus Pemprov adalah membangun sumber daya manusia yang baik. Sayangnya masih banyak warga kita yang terbelakang. “Sampeyan ini, anak-anak muda yang memiliki potensi mengubah itu”, ujar Yasin.

Selain itu, beberapa agenda prioritas Pemprov Jawa Tengah turut ditanyakan oleh peserta Rumah Kepemimpinan. Sebagai mahasiswa, banyak masukan yang berkenaan dengan penyediaan Pendidikan tinggi serta kegiatan akademik yang berorientasi terhadap penelitian. Pak Yasin menyambut baik saran tersebut dan menganjurkan jika mendapatkan kesulitan agar melapor langsung ke Pemprov dan segera akan ditindaklanjuti dengan memberkan disposisi kepada kampus.

Tak hanya kegiatan akademis, Pak Yasin turut menceritakan perjalanan hidupnya sebagai mahasiswa hingga berhasil menjadi orang nomor dua di Jawa Tengah dengan usianya yang masih muda. Ia mengenyam Pendidikan tinggi di salah satu Universitas Negri di Syiria. Pada saat itu, islamophobia sangat marak sehingga sering kali beliau mendapat hambatan baik sebelum keberangkatan, masa pendidikan dan ketika hendak pulang ke tanah air.

“Ketika masih menjadi mahasiswa, saya pernah merasakan hidup di rumah tahanan. Entah kenapa, padahal saya tidak macam-macam”, ujarnya.

Di samping itu, beliau menasihati peserta Rumah Kepemimpinan untuk selalu terlibat di organisasi. Menurutnya, partisipasi di organisasi manapun turut membangun mental kepemimpinan sekaligus memperluas jaringan. Setidaknya memaksimalkan waktu yang ada sebelum terjun dalam dunia kerja.

“Saya pas seumuran kalian itu tergabung di Perwakilan Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Syiria. Enaknya jaringannya itu Internasional. Ada rekan saya yang dari Eropa dan banyak juga yang dari Asia Timur”, ujar beliau sambal sesekali tersenyum menceritakan pengalamannya.

Dengan latar belakang alumni Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Yasin turut menjelaskan tantangan pondok pesantren saat ini. Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah tengah menginisiasi mu’addalah yaitu penyetaraan tingkat Pendidikan untuk seluruh ponpes agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam meraih pendidikan tinggi di Universitas.

“Kita ini bekerja di tingkat provinsi sehingga bias membantu santri-santri supaya mendapatkan kesempatan yang sama”, jelasnya.

Sebelum pertemuan selesai beliau menegaskan kembali betapa pentingnya leadership skill dalam mengatur segala sumber yang ada. Ia berharap Rumah Kepemimpinan mampu menjadi motor pergerakan pemuda dan masyarakat khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

“Perluas perkenalan dan jaringan. Perbanyak pengalaman”, tuturnya.

Silaturahim Tokoh dan Deep Cluster Exploration bersama Pak To Suprapto

SILATURAIM TOKOH DEEP CLUSTER EXPLORATION

Yogyakarta (25/7) Silaturahim Tokoh bersama Pak TO Suprapto, pemrakarsa Joglo Tani Wahana Pembelajaran Pertanian Terpadu di Godean, Yogyakarta.

Bersama Pak TO, peserta Nakula Srikandi menjajaki proses pemberdayaan masyarakat melalui pertanian terpadu. Joglo Tani yang diresmikan oleh Sultan Yogya menjadi salah satu inkubator kemandirian pangan dengan prinsip “Menanam apa yang kita makan, memakan apa yang kita tanam.”

Pada lahan seluas 500 meter persegi ini, pak TO membangun kawasan pertanian terpadu dengan akhir peternakan akan menjadi awal dari pertanian. Tanaman pangan, padi aquaponik, peternakan ayam, bebek dan sapi menjadi satu tempat. Dengan joglo tani yang merupakan akronim dari “Ojo Gelo Dadi Petani” penghasilan bersih yang didapat senilai 12jt per bulan nya.

Bagi Pak TO yang pernah mengawali karir 21 tahun sebelumnya sebagai dosen ini, pendidikan hanyalah candu dengan segala kepasifan nya, ia baru akan menjadi manfaat jika sudah diterapkan keilmuannya.

Gagasan, Ide, Langsung Aksi.
Mendengar saya lupa, melihat saya ingat, melakukan saya bisa.

Dialog Tokoh & Silaturahim Pemimpin Muda Regional Surabaya bersama Gus Solah (Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Rektor UNHASY)

Surabaya (25/7). Berlangsung agenda Silaturahmi dan Dialog bersama KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah), Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Rektor Universitas Hasyim Asy’ari.

Dalam kesempatan kali ini, kami menyampaikan bahwa kami adalah Rumah Kepemimpinan atau PPSDMS yang beliau kenal sejak 2009 silam. Beliau sangat senang atas kunjungan kami, dan banyak bertanya mengenai perkembangan Rumah Kepemimpinan.

Beliau juga berpesan agar para peserta Rumah Kepemimpinan selalu belajar dengan baik. Belajar Islam dan memperdalam kompetensi yang ingin digeluti. Beliau pun berpesan agar orang orang baik semakin banyak yang masuk ke sektor politik. Karena politik di negeri ini masih banyak diisi orang yang tidak baik.