Partisipasi Rumah Kepemimpinan dalam Pemerataan Akses Informasi Beasiswa di Ajang World Indonesia Scholarship

Halo Sob!
Sabtu, 19 September 2021 lalu, Rumah Kepemimpinan turut berpartisipasi menjadi pengisi acara dalam acara World Indonesia Scholarship (WISH) Online 2021 Episode ke-4. Acara ini mempertemukan dan menjadi forum berbagi informasi dari para lembaga penyelenggara beasiswa baik dari korporat, yayasan hingga pemerintah, dengan harapan dapat memudahkan akses bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan beragam kesempatan meraih beasiswa selama masa mereka belajar.

Acara WISH Episode ke-4 ini terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama merupakan sesi Talkshow yang diisi oleh: Aqil Wilda Arief (Direktur Kemitraan & Fundraising Rumah Kepemimpinan), Danang Bagus Y (Hasnur Foundation), Hardika Dwi H (Desamind Indonesia Foundation), Rahmi Indriyani (Sinergi Foundation), dan Muhammad Ghalih (Ghalih Foundation). Sementara di sesi kedua menghadirkan Fathin Naufal (XL Future Leader) yang memberikan Tips-tips Wawancara Beasiswa, dan Adi Wahyu Adji, S.Si., MSM. (Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan) yang menyampaikan Best Practice dalam Merencanakan Hidup dan Karir.

Beberapa kesimpulan dari acara tersebut adalah bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk saling menguatkan dan mengisi. Selain itu, memang ada perbedaan di antara setiap program beasiswa, namun ada pula kesamaannya. Hal tersebut menjadi peta yang berharga untuk membangun sinergi antara satu program beasiswa dengan program beasiswa lainnya.

“Acara ini menjadi ajang yang baik supaya tau beasiswa-beasiswa apa saja yang tersedia bagi mahasiswa. Selain itu ini jadi salah satu bentuk pemerataan akan akses informasi beasiswa supaya anak muda di manapun dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa,” testimoni dari salah satu peserta.

Semoga kolaborasi tidak berhenti di sini ya. Kamu tertarik untuk berkolaborasi juga dengan Rumah Kepemimpinan? Langsung aja DM admin instagram kami ya 😀

Cinta yang Tak Biasa

Eka Primadestia Kusumawardani atau biasa disapa Eka adalah alumni Rumah Kepemimpinan angkatan 8 dan merupakan lulusan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia 2014. Cinta pertamanya muncul saat ia di bangku SMA, tapi ini bukan sembarang cinta monyet anak sekolahan atau kutukan cinta pertama yang membuat seorang perempuan galau setengah mati. Ini tentang cinta pertama yang sudah menggugah hati, jiwa, dan pikiran seorang bocah untuk terus melangkah dalam petualangan yang penuh warna. Petualangan yang membuatnya hidup. Satu jawaban yang pasti, ini semua karena dia telah jatuh hati.

Bocah itu memiliki nama Eka Primadestia Kusumawardani, yang akrab dipanggil dengan Eka. Caranya mengenal dunia sejak kecil memang sudah dimulai dari beragam rupa kisah yang membentuknya menjadi seseorang berjiwa petualang. Cinta pertama yang ia temukan saat di bangku SMA menjadi salah satu langkah besar dari segala langkah yang telah ia lalui sampai hari ini dan diawali sebuah aksi bakti sosial semasa ia menjabat sebagai pengurus OSIS/MPK SMA.

Cintanya pada dunia sosial masyarakat pun telah dimulai. Jatuh hatinya sudah telak dan tidak dapat diganggu gugat. Karena itulah ia selalu berusaha menenggelamkan dirinya dalam aktivitas yang berkaitan dengan masyarakat. Saat kuliah, dia banyak mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat baik yang berada di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa termasuk daerah aslinya yaitu Purworejo. Kegiatan volunteering terjauhnya sampai Raja Ampat Papua.

Pengabdian adalah candu baginya. Bukan tentang apa yang dia bisa bagikan untuk masyarakat, tetapi berjuta hikmah kehidupan yang dia dapatkan dan pelajari dari setiap manusia yang dia temui selama masa pengabdian. Masyarakat adalah guru kehidupan. Pengabdian bukan tentang siapapun yang lebih hebat, tetapi tentang hadirnya ketulusan jiwa. Hati yang bekerja dan menuntun setiap aksi kebaikan. 

Jatuh hatinya pada dunia sosial masyarakat telah menuntun langkah kakinya bekerja di lembaga kemanusiaan internasional yang berfokus untuk terus membersamai bangsa di setiap waktunya. Hadir paling cepat dan tanggap baik untuk bangsa Indonesia maupun di beberapa negara lain. Saat ini ia telah berani menjadikan cintanya sebagai sebuah pekerjaan profesional bertempat di jantungnya Provinsi Jawa Tengah yaitu Semarang. 

“Kamu tahu bagaimana rasanya menerima cinta setiap hari? Ya itulah yang kurasakan setiap harinya. Aku merasa jiwaku hidup dan bahagia. Jadi lelahnya mudah menguap, ketika aku menyaksikan seorang warga menangis karena bisa bekerja lagi karena usahanya terdampak pandemi. Jadi kalau mau ngeluh capek, keluhannya udah kelu di lidah karena tiap saat masalah umat di depan mata. Maka, yang yang keluar cuma hembusan napas saja atau ada air hujan di mata,” ungkap Eka menjelaskan cintanya.

Setiap orang memiliki jalannya. Begitulah Rumah Kepemimpinan, menurut Eka, berhasil membentuknya untuk berani mengambil jalan ini. Nilai dan idealisme yang sudah terinternalisasi dalam dirinya terus menguatkannya, bahwa setiap titik di Bumi Indonesia sedang menanti kontribusi para generasi mudanya. Maka sudah menjadi tugas setiap pemuda untuk segera mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan sepantas-pantasnya. Menjadikan setiap waktu sebagai bentuk kontribusi terbaik untuk bangsa. Inilah bentuk kontribusi yang bisa Eka optimalkan untuk Ibu Pertiwi, membersamai masyarakat daerah. 

“Apapun kontribusimu, sekecil atau sebesar apapun. Selalu sertakan cinta-Nya di dalam setiap langkahmu. Agar hatimu turut membersamai hingga akhirnya kamu tidak sadar bahwa langkahmu sudah sejauh ini.” pesan Eka untuk pemuda.

Bersama Tangkal Radikalisme

Silaturahim Korbinmas Baharkam Polri dan Rumah Kepemimpinan

Kegiatan “Sambang”, Menghadirkan Pembelajaran dari Seorang Mantan Narapidana Kasus Terorisme

Telah berlangsung Acara ‘Sambang’ dari Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korbinmas Baharkam Polri) dalam rangka Penyuluhan Kontra Radikal pada Kamis, 23 September 2021 pukul 09.30-11.30 WIB di Auditorium Rumah Kepemimpinan. Acara ini dihadiri oleh Pengurus dan Peserta Rumah Kepemimpinan, serta perwakilan Polda Metro Jaya.  Perhelatan ini bertujuan untuk membangun silaturrahim dan menjadi sarana edukasi guna menangkal segala bentuk pemikiran radikalisme serta intoleransi di kalangan mahasiswa.

Hadir dalam acara ini Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya, dan Bapak Kompol Endang Sukmawijaya selaku Kapolsek Jagakarsa beserta jajaran yang bertugas.   Pihak Rumah Kepemimpinan diwakili oleh Bapak Drs. H. Musholli selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Nurul Fikri, Bapak Bachtiar Firdaus S.T., MPP., selaku Ketua Yayasan Bina Nurul Fikri, dan Bapak Adi Wahyu Adji, S.Si., MSM. selaku Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan.

Setelah dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Idealisme Kami, Bapak Bachtiar Firdaus, selaku perwakilan Rumah Kepemimpinan dan Yayasan Bina Nurul Fikri menyampaikan sambutan pertama dari tuan rumah.  Dalam sambutannya, beliau senantiasa menegaskan bahwa Rumah Kepemimpinan menerapkan nilai yang tidak berubah sejak awal berdiri di manapun dan kapanpun yakni ROOM-PK:  Rendah Hati, Objektif, Open Mind, Moderat, Prestatif dan Kontributif.  Hal ini bertujuan supaya peserta maupun alumni Rumah Kepemimpinan selalu membangun jembatan penghubung di antara perbedaan yang ada di Indonesia sebab keberagaman adalah keindahan yang negeri ini miliki.

Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri dalam sambutannya berpesan kepada mahasiswa untuk waspada pada ajaran yang memecah belah negara ini.  Seseorang dapat terpapar radikalsime disebabkan minimnya ilmu agama sehingga kerap terjadi kesalahpahaman.  Selain bertujuan menjalin silaturahim dengan Rumah Kepemimpinan, pihak kepolisian turut mengundang Ust. Sofyan Tsauri yang merupakan mantan narapidana kasus terorisme, untuk memberikan nasihat dan memberikan edukasi tentang bahaya pemikiran radikal dari pengalaman beliau yang sempat berkecimpung dalam pemikiran tersebut beberapa tahun silam.

Ust. Sofyan Tsauri dalam tausiyahnya menceritakan latar belakang dirinya mendekam 6 tahun di bilik sel tahanan, yaitu karena mengikuti gerakan radikal pada tahun 2010 silam.  Dirinya memberi nasihat kepada para mahasiswa dan seluruh hadirin yang hadir bahwa perlu berhati-hati dalam mencari lingkaran pertemanan dan pentingnya berguru kepada yang bijak untuk membekali diri.  Beliau mengingatkan betapa berbahayanya menafsirkan Al-Qur’an tanpa berguru kepada ‘ulama, sebab kesalahan tersebut dapat berakibat fatal di antaranya adalah pertumpahan darah.

Berulang kali narasumber menggarisbawahi bahwa alasan pemikiran ekstrimisme beragama mencuat adalah karena minimnya literasi agama. “Seorang muslim wajib untuk belajar dan menimba ilmu agama, tetapi jangan sepotong-sepotong (meninggalkan dalil yang lain)” ujar Ust. Sofyan dalam forum tersebut.  Harapannya pemahaman seorang muslim dapat utuh mengenali Islam secara menyeluruh. “Tinggalkan sebuah taklim yang apabila kita selesai mengikutinya, kita menjadi benci kepada kelompok lain dan merasa kitalah yang paling benar.” ujar Ust, Sofyan memberi tips sederhana menjauhkan diri dari bahaya radikalisme.

Setelah pesan pencagahan radikalisme usai, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya menyampaikan sambutan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan Rumah Kepemimpinan yang selalu belajar ilmu Al Quran.  Hal tersebut, menurutnya, menjadi modal yang penting untuk mempertebal iman.  “Jangan mudah menyebarkan informasi yang mencederai kebersamaan dan persaudaraan di Indonesia” pesan dari beliau kepada generasi muslim yang dekat dengan sosial media.

Acara “Sambang” ditutup dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan sarana kontak dari kepolisian kepada Rumah Kepemimpinan yang diwakilkan oleh Bapak Adi Wahyu Adji selaku direktur eksekutif. Besar harapan dari kegiatan ini para pemuda dapat kembali bersemangat dalam menjaga dan mencintai negeri serta menjauhkan diri dari segala bentuk gerakan yang melukai keutuhan NKRI.

“Yang Kami Harap adalah Terbentuknya Indonesia yang Lebih Baik dan Bermartabat serta Kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta” kutipan Idealisme Kami Rumah Kepemimpinan.

Nantikan Berita Program dari Kami Selanjutnya!

Rumah Kepemimpinan

#InkubatorPemimpinIndonesia

Rumah Kepemimpinan Menyiapkan 5 Talenta Terbaik di Industri Real Estate

Telah berlangsung kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan bersama Harmony Land dalam rangkaian pelatihan “Management Trainee for Project Leader”. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan talenta terbaik di sektor privat khususnya di bisnis properti dan sebagai bentuk kolaborasi strategis dari Harmony Land untuk membantu menyiapkan pemimpin Indonesia di masa depan melalui Rumah Kepemimpinan.

Di bawah pengawasan Bapak Fithor Muhammad selaku CEO Harmony Land dan Bapak Ahmad Syamil F selaku HR Harmony Land, pelatihan ini memiliki beberapa tahapan : pendaftaran internal (6-18 Agustus 2021), assessment calon peserta (20 Agustus-4 September 2021), dan Bootcamp (9-11 September 2021). Para peserta yang mendaftar memiliki latar belakang sebagai alumni muda Rumah Kepemimpinan sekaligus fresh graduate.

Total dari 10 pendaftar yang berasal dari alumni muda dan fresh graduate, terdapat 5 orang yang berhasil lolos hingga tahap seleksi usai. 5 peserta yang lolos ini di antaranya adalah Kevin Aushaf Quds (UI), Riski Iswatum Mu’si (UNHAS), Fran Jaya (USU), Andi Firmansyah (IPB), dan M. Zainal Arifin (UNS). Mereka dipersiapkan dalam berkarir dan bertumbuh sebagai management trainee pada project leader Harmony Land. 

Para narasumber tak luput dalam memberi pesan kepada para peserta mulai dari tahap pendaftaran hingga bootcamp usai. “Mereka yang terpilih adalah yang terbaik dari yang terbaik, dengan begitu saya meyakini ini akan menjadi bentuk kolaborasi strategis antara dua lembaga. Mereka yang terpilih tidak hanya memiliki potensi untuk sukses secara karir, melainkan peluang untuk berkontribusi bagi penyiapan pemimpin Indonesia lainnya di Rumah Kepemimpinan” pesan dari Bapak Fithor Muhammad selaku CEO Harmony Land.

Dari pihak Harmony Land mengaku bahwa kesempatan kolaborasi ini menjadi istimewa dan strategis sebab sudah mengenal kualitas lulusan Rumah Kepemimpinan sebelumnya. Ada keinginan value yang ditanamkan di RK menjadi value yang dapat meluas dengan keteladanan menjadi seorang project leader di sektor riil (properti).

“Menjadi MT Project Manager di sebuah perusahaan properti yang sedang berkembang pesat seperti Harmony Land Group merupakan tantangan besar bagi saya. Dimana saya harus siap untuk belajar bisnis A to Z dengan sangat cepat dan memahami P3K (Perizinan, Pembangunan, Penjualan dan Keuangan) yang menjadi pilar dalam bisnis properti. Tidak hanya bisnis, tetapi saya juga diajarkan mengenai ilmu kehidupan dan menjadi seorang muslim yang produktif” ucap testimoni dari Fran Jaya, peserta yang lolos hingga sesi bootcamp selesai.

Kevin Aushaf sebagai salah satu peserta pun mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa lulus seleksi mengikuti program management trainee yang diadakan oleh Harmony Land Group. Informasi tersebut bisa ia dapatkan di awal karena kuatnya jaringan antarpeserta dan alumni Rumah Kepemimpinan, sehingga Kevin merasakan sendiri manfaatnya untuk dunia pascakampus. Alumni muda RK ini berharap dapat maksimal dan menikmati proses dalam mengikuti program serta semoga Allah berikan hasil yang terbaik.

Menapaki Jalan Akademisi

Fiqhi Fauzi atau biasa dipanggil Fiqhi adalah alumni berdarah Medan yang pernah bekerja di perusahaan swasta bidang penelitian dan saat ini telah dinyatakan diterima pada jurusan yang sama yaitu fisika untuk program magister. Alasan memilih ranah akademik karena minat dan sangat antusias ketika aktivitasnya bersinggungan di ranah keilmuan.

Bagi Fiqhi, banyak kisah yang relate semasa di kampus dengan pekerjaan yang digeluti saat ini. Aktif di organisasi dan komunitas penelitian di kampus serta sering mengikuti lomba dari tingkat lokal sampai nasional membuatnya yakin pada suatu saat kelak akan menjadi seorang scientist.

Pria yang hobi membaca, ikut webinar, jalan kaki ataupun jogging ini kerap menghadiri kajian siraman rohani satu pekan sekali untuk menambah ilmu di luar pekerjaannya.

Semasa Fiqhi berasrama di Medan, ia kerap dipanggil dengan sebutan Pak Rete. Entah mengapa, barangkali teman-temannya memanggilnya seperti itu karena ia senang sekali memakai sarung barangkali. Ada pengalaman getir yang Fiqhi dan teman-temannya rasakan selama masa pembinaan yang mana satu angkatan 8 Medan berencana untuk tour ke negeri tetangga untuk melakukan project tertentu. Kegiatan fundraising dengan menjual makanan arem arem sampai jasa kita lakukan dengan semangat. Namun, ikhtiar Fiqhi dan kawan-kawan gagal berangkat karena suatu hal.

“Alhamdulillah, RK sangat berperan bagi saya dalam pembentukan diri. Terutama secara spiritual. Bahkan, saya bisa seperti sekarang ini tidak lepas dari campur tangan RK. Saya bisa mendapatkan pekerjaan yang sekarang dikarenakan teman di RK yang ketika memberikan informasi, kemudian saya hubungi. Hingga bisa seperti sekarang. Saya yakin, pada kehidupan mendatang juga peran RK sangat membantu, dengan semakin banyaknya alumni yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia.” optimis Fiqhi pada alumni RK.

“Kontribusi adalah ketika kita selalu menjunjung dan menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan kepada kita, di mana pun berada, maka itu termasuk kontribusi. Seperti halnya menjunjung dan menerapkan nilai ROOM PK dalam kehidupan sehari sehari, maka kita sudah berkontribusi sembari juga aktif dalam kegiatan nyata di tengah masyarakat.” semangat Fiqhi dalam memaknai kontribusi.

#InspirationalStory

 

Kolaborasi Rumah Kepemimpinan dan Aksi Cepat Tanggap – Operasi Beras Gratis Santri Yatim dan Dhuafa, 9 September 2021

Pandemi memang masih terjadi, tapi semangat kebaikan tidak boleh berhenti! 

Hari Kamis kemarin (9/9) Rumah Kepemimpinan berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap menyelenggarakan kegiatan operasi beras gratis untuk santri yatim dan dhuafa. Kali ini, pesantren yang kami kunjungi adalah Pondok Pesantren Utrujah di Ciseeng, Kab. Bogor.

Operasi beras gratis ini juga merupakan implementasi dari campaign yang dilakukan oleh Rumah Kepemimpinan pada bulan Agustus lalu. Campaign tersebut berhasil menghimpun Rp. 5.510.896 dari 103 sobat leaders. 

Dana tersebut disalurkan untuk 230 santri dan 60 pengajar qur’an di pesantren ini. Pihak Rumah Kepemimpinan juga diwakili oleh beberapa peserta dari @rkbobana dan @rkbogor lho! Pengalaman terjun langsung ke masyarakat ini membawa banyak pelajaran berharga tentunya untuk peserta.

Seperti yang diungkapkan Athaya, peserta @rkbobana: “Salah satu pelajaran penting yang membekas banget dari perjalanan hari ini adalah tentang seriusnya mereka semua untuk menuntut ilmu di tengah berbagai keterbatasan. Aku sendiri tertarik banget dengan mekanisme pembelajaran di sana, karena kebetulan relate dengan studi kampusku tentang Ilmu Keluarga di IPB. Masyaa Allah banget ngeliat mereka bisa dengan senang hati menghafal 2 juz Al-Qur’an hanya dalam 2 bulan aja.”

Hal lain yang sangat membekas dari pesantren tersebut juga adalah kesungguhan dan ketulusan para pendidik memberi pendidikan quran untuk para santrinya. “Dari sana kita bisa lihat keberhasilan santrinya itu dihasilkan dari ketulusan yang luar biasa dari para ustadz/ahnya,” tutur Garnieta selaku peserta Rumah Kepemimpinan yang ikut melihat kondisi di lokasi.

Operasi beras gratis kemarin memang memberikan solusi jangka pendek untuk kebutuhan para santri dan pendidik di sana. Saat tim Rumah Kepemimpinan datang, masih terbatas infrastrukturnya dan perlu diperbaiki. Contohnya sumur pesantren yang merupakan sumur pendek dan sering kering. Juga tentang ruangan kamar sekaligus ruang belajar mereka yang terbatas. Beratap seng dan berlantai semen. Panasnya masya Allah kalau siang.

Semoga perjalanan kemarin menjadi hikmah yang mendalam untuk para peserta Rumah Kepemimpinan yang terlibat, serta menjadi pembuka aliran-aliran kebaikan lainnya untuk pesantren Utrujah membentuk generasi-generasi Indonesia yang mencintai Al-Qur’an.

Nantikan kolaborasi lainnya dari Rumah Kepemimpinan!

#IndonesiaMariPulihBersama!

Life Plan Training Kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan dan SMAIT Al-Uswah Surabaya

Telah berlangsung kegiatan kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan dan SMAIT Al-Uswah, Surabaya bertajuk Life Plan Training yang diselenggarakan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ini diawali dengan kegiatan pembukaan pada hari Ahad, 29 Agustus 2021 dan dihadiri oleh siswa kelas 12 berjumlah 90 siswa. Agenda Life Plan Training ini bertujuan untuk memperkuat motivasi diri di masa depan, membantu menyusun langkah-langkah yang tepat untuk menggapai mimpi, dan menentukan target serta cita-cita yang tepat di masa depan. Dalam perhelatan daring tersebut, dihadiri perwakilan dari pondok pesantren yakni Pak Bayu dan Ibu Rini sebagai guru pendamping. Pada acara pembukaan, dihadiri pula 9 fasilitator untuk mendampingi santri dalam mengerjakan lembar kerja yang tersedia.  Coach Adji selaku pemateri utama pada pelatihan ini menyampaikan pesan betapa pentingnya bermimpi dengan mata terbuka dan janganlah takut untuk mencoba hal-hal baru.

Acara ini berlangsung selama enam hari berturut-turut dengan pembahasan yang berbeda setiap harinya. Setiap materi yang disajikan, terdapat lembar kerja untuk membantu siswa merumuskan mimpinya supaya mudah tervisualisasikan. Pada hari pertama, Rumah Kepemimpinan menyediakan Live Zoom bersama 90 peserta untuk membahas cara-cara mengenali diri. Pada hari kedua sampai hari kelima, Rumah Kepemimpinan menyediakan e-learning  berbentuk video dengan topik yang beragam: cara menuliskan 100 mimpi, cara merumuskan mimpi utama, cara menentukan aktivitas yang sesuai dengan tujuan, dan cara membuat peta hidup. Pada hari keenam acara ditutup dengan pemaparan kesimpulan materi oleh Coach Adji, penyampaian testimoni, dan pengumuman 3 peserta terbaik.

“Alhamdulillah anak-anak sudah digembleng oleh para mentor dan diberi motivasi oleh Coach Adji dalam membuat life plan. Semoga anak-anak yang galau-ers ini bisa mendapat pencerahan, gambaran, dan pandangannya dalam meniti masa depan. Kami harapkan pula pada momen hari ini menjadi awal mereka dalam merangkai mimpi dan mencapai kesuksesannya di masa mendatang,” ucap Pak Bayu selaku perwakilan dari Kepala SMAIT Al-Uswah, Surabaya.

Kolaborasi RK dan NAMA Fund Indonesia – Orientation Camp, 28-29 Agustus 2021

Assalamu’alaykum Sob!

Tanggal 28-29 Agustus lalu, Rumah Kepemimpinan menyelenggarakan kegiatan Orientation Camp bagi 22 Orang Penerima Beasiswa Biaya Kuliah Penuh 4 Tahun Plus Pembinaan NAMA Fund Indonesia Batch 3 – 2021, yang dilaksanakan di @themargohotel. Tentunya kegiatannya dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan ketat ya 😉

Nah, NAMA Fund sendiri merupakan program beasiswa kuliah kerjasama antara @namafoundation, sebuah NGO Internasional yang berfokus pada pengembangan Sektor Pendidikan dan Sosial, dengan Rumah Kepemimpinan selaku local partner yang menjalankan program ini di Indonesia.

Melalui program Orientation Camp ini, para beswan yang notabene-nya adalah Mahasiswa Baru, dibekali dengan 9 (sembilan) Modul Nurturing Development Program dari Rumah Kepemimpinan.  2 dari 9 modul disampaikan secara langsung selama Orientation Camp, yaitu modul “Campus Orientation”  yang disampaikan oleh Coach @ihsan.obi dan modul “Life Planning” yang disampaikan oleh Coach @adi.wahyu.adji.

Para beswan juga difasilitasi dengan small group coaching, yang diampu oleh para coaches terpilih yang akan membersamai setiap proses perkembangan diri mereka selama 4 tahun ke depan.

Semoga melalui Orientation Camp ini, para beswan bisa saling membangun kebersamaan dan kekeluargaan sebagai langkah awal untuk berjuang bersama menjadi mahasiswa berprestasi selama 4 tahun kuliah hingga lulus nanti sebagai SDM-SDM berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan Orientation Camp, 28-29 Agustus 2021 di @themargohotel

Transisi Dari Peserta Menjadi Alumni

Mutia Rahmatun Husna atau biasa disapa Mutia adalah seorang mahasiswi Ilmu Komputer Univ. Indonesia 2017 sekaligus tengah mengikuti Program Bangkit dari Google, Traveloka, Gojek dan Tokopedia pada Android Learning Path. Mutia juga merupakan Alumni Rumah Kepemimpinan Regional Jakarta Putri Angkatan 9. Fokusnya sejauh ini masih akademisi sembari part time sebagai Front-End Engineer di Core Initiative dan preparation studi Magister. Alasan Mutia menekuni bidang akademik karena ingin belajar banyak bersama para ahli sebelum terjun dan berkembang di dunia professional.

Ada pelajaran berharga yang Mutia dapatkan semasa menjalani perkuliahan dan dunia kerja yakni membangun jejaring. Ternyata, koneksi selama dulu mengikuti kegiatan di kampus sangat berguna baginya salah satunya dalam rangka mempermudah mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Aktivitas Mutia selain kuliah dan part time juga bergabung di komunitas linimuda.id, ekosistem untuk pemuda menjadi versi terbaiknya. Sekarang, alhamdulillah linimuda sudah berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT). Kini komunitasnya tengah membangun produk e-learning dan website try-out UTBK. Dirinya berperan sebagai Social Media Manager.

Semasa jadi peserta, Mutia selalu mencatat kontak-kontak alumni maupun orang-orang yang pernah jadi pembicara di RK karena ia menganggap aktivitas itu sebagai ladang untuk berelasi. Ternyata, hal ini benar terjadi. Saat selesai masa pembinaan di RK, Mutia ikut kegiatan yang diadakan oleh kakak alumni RK dan kakak itu ternyata founder komunitas yang kini Mutia geluti. “Ga nyangka banget sih ternyata alumni-alumni RK bertebar di mana aja haha” ungkap Mutia.

Perempuan kelahiran 19 Juli 2000 ini mengaku kala menjalani pembinaan, ia merasa bukan merupakan peserta yang baik dan sering membuat supervisor kesal. Hingga suatu hari ia mengikuti SPV Academy yang membuatnya mengenal RK lebih dalam. Selama mengikuti kegiatan tersebut, Mutia belajar banyak tentang RK, jadi lebih tahu gimana RK dulu bisa berkembang seperti sekarang dan ternyata semuanya tidak mudah, banyak banget cerita di balik RK yang sekarang bisa berada di 9 regional.

Menurut mahasiswi yang hobi traveling ini, RK berperan untuk dirinya yang sekarang, khususnya sisi ruhiyah. Ia sudah terbiasa dijadwalkan menuntaskan mutaba’ah yaumiah. Alhamdulillah, sekarang masih bertahan walau tidak sebanyak dulu sebab sungguh sulit mempertahankan itu setelah menjadi alumni :”( Dari RK, Mutia belajar banyak tentang merencanakan kehidupan, dulu ia seneng banget pas bang Adji menjelaskan materi “Menuju Puncak Manfaat” dan sekarang Mutia masih tahap Sharpen Me.

“Makna kontribusi tuh peran apa yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain di sekitar kita baik dari segi materi maupun ilmu” ucap perempuan yang bermimpi suatu saat menapaki kaki di Raja Ampat.

InspirationalStory

Geliat Jiwa Kerelawanan

Pungky Triwiya Nugraha merupakan mahasiswa Teknik Kimia Angkatan 2018, Insititut Teknologi Sepuluh Nopember. Pungky adalah salah satu penerima manfaat beasiswa Rumah Kepemimpinan Regional 4 Surabaya Angkatan X.

Pungky saat ini tergabung dalam Relawan Bencana YMI (Yayasan Manarul Ilmi) ITS. Ia pertama kali mengikuti kegiatan kerelawanan di kampus dalam acara bakti sosial. Ia merasa sangat bahagia dan ketagihan! Ia pun semakin melibatkan diri dalam kegiatan ini, khususnya yang berkaitan dengan bencana.

Ketika terjun di lokasi bencana, Pungky tidak menemukan ekspresi keputusasaan dari dalam diri para pengungsi. Sikap tegar yang diekspresikan melalui saling tolong-menolong di antara mereka sangat jelas terlihat.  

Terjun dalam dunia kerelawanan adalah menghadapi tantangan secara langsung! Saat Pungky dan tim mendapat tugas terjun ke Kalimantan untuk membantu korban banjir, ada banyak challenge yang harus dihadapi. Lokasi yang jauh dan tempat yang terisolasi membuat Pungky dan tim harus berjalan kaki selama 8 jam pulang-pergi untuk mengantarkan logistik. 

Meski dalam situasi sulit itu ia tidak lupa dengan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Ia tetap mengerjakan tugas akademik yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Meski ia sedang dalam keadaan yang sulit dan terbatas.

Pungky merasakan semangat kontribusinya menolong sesama melalui aktivitas kerelawanan juga berkat support yang diberikan Rumah Kepemimpinan, tempatnya dan teman-teman berproses. Selama kurang lebih 10 bulan dibina, Pungky dan teman-teman mendapatkan penanaman nilai yang kuat tentang rendah hati, open mind, objektif, moderat, prestatif dan kontributif.

Saat berkoordinasi dengan lembaga lain, Pungky belajar untuk bersikap rendah hari dan open mind. Mengingat, ia dan teman-teman relawan adalah pendatang. Mererima arahan dan sepenuh hati melakukan assesment adalah hal yang dikedepankan. Dalam proses distribusi bantuan, sikap objektif dan moderat sangat diperlukan agar menghindari kecemburuan sosial. Sikap bersungguh-sungguh dan mengurangi ego sektoral tidak boleh ketinggalan agar bantuan yang diberikan didistribuskan dengan optimal.

Bagi Pungky, terjun langsung dalam masyarakat melalui kegiatan relawan merupakan sarana yang sangat aplikatif untuk mengejawantahkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Rumah Kepemimpinan.

InspirationalStory