ACT Gandeng Rumah Kepemimpinan, Perkuat Peran dan Kontribusi Pemuda Untuk Kemanusiaan

Jakarta (16/1), di awal tahun ini Rumah Kepemimpinan menyambut kunjungan silaturahim dari lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). Silaturahim hari ini ditujukan untuk mendiskusikan rencana kolaborasi bersama ACT dengan Rumah Kepemimpinan untuk bersama memperkuat peran dan kontribusi di tengah masyarakat.

Hadir mewakili pihak ACT, Fitrah Saputra dan Arina, menyampaikan permasalahan mendasar yang sedang dihadapi bersama yakni kemiskinan. Ketimpangan terjadi di banyak tempat di Indonesia. ACT mengajak Rumah Kepemimpinan untuk bersama ambil bagian untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan di masyarakat dengan berbagai program yang bisa dikerjakan bersama.

Di antara program yang direncanakan adalah peningkatan kapasitas pemuda untuk turut berkontribusi pada permasalahan kemanusiaan, meningkatkan kemampuan untuk siap siaga saat terjadi bencana, perihal kerelawanan serta untuk memperkuat partisipasi pemuda pada agenda dan lembaga kemanusiaan.

Pada kesempatan ini pun Rumah Kepemimpinan menyambut baik peluang kolaborasi ini. Sejalan dengan visi dari RK untuk membangun lebih banyak lagi pemuda Indonesia yang berkompeten dan peduli dengan permasalahan masyarakat. Ke depannya akan terdapat beberapa kolaborasi program antara Rumah Kepemimpinan dengan ACT, insyaa Allah.

Semoga kunjungan hari ini membawa semangat baru dan membuka ruang kolaborasi positif antara Rumah Kepemimpinan dan ACT untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. (MFM)

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Program Pelatihan Internasional dalam Pembentukan Karakter dan Kontribusi Pemuda bersama NAMA Foundation

Pendidikan adalah hal yang penting untuk kemajuan suatu bangsa agar menjadi bangsa yang maju serta merupakan cita-cita setiap negara di dunia. Pendidikan merupakan proses melahirkan generasi penerus yang berkualitas dan Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang masih memiliki banyak problematika dalam dunia pendidikan. Bukan hanya tugas pemerintah yang hari ini telah mengusung menteri baru dari sektor professional Nadiem Makarim (Ex-CEO Gojek), melainkan adalah tugas setiap elemen masyarakat dalam memperbaiki kualitas pendidikan agar sumber daya manusia semakin baik dan mampu meneruskan cita-cita bangsa dalam dunia internasional.

Kerjasama Internasional saat ini telah banyak menawarkan kolaborasi langsung untuk lembaga-lembaga masyarakat seperti LSM/NGO/CSO yang berfokus pada isu krusial dan kebermanfaatan di masyarakat. Salah satunya adalah kerjasama dengan NAMA Foundation (Malaysia) dalam program BRIGHT. Program Internasional yang mendatangkan para trainer/pendidik terpilih dari beberapa Negara seperti Indonesia, Kyrgistan dan Tanzania akan diberikan pelatihan pembentukan karakter agar mampu mengeluarkan potensi terbaik untuk melakukan pemberdayaan serta perbaikan sektor pendidikan di negara mereka masing-masing. Program BRIGHT sendiri terselenggara atas kerjasama NAMA Foundation dengan Beasiswa Pemimpin Indonesia Rumah Kepemimpinan dan NICE Indonesia.

Rangkaian acara BRIGHT dibuka pada hari Senin (28/10) pukul 13.00 WIB di Hotel Margo, Depok. Diawali dengan sambutan via online dari CEO Nama Foundation Dr. Saleh Bazead, serta perwakilan dari Rumah Kepemimpinan dan NICE Indonesia sebelumnya. Para trainer program BRIGHT sendiri adalah mereka yang telah diberikan program peningkatan kapasitas oleh NAMA Foundation ditahun-tahun sebelumnya, kini menjadi ajang pembuktian dalam memberikan dampak positif dan kebermanfaatan langsung untuk Indonesia disektor pendidikan.

Selama 4 hari kedepan, para peserta program Bright akan ditargetkan beberapa goals ini antara lain, Pertama, dimulai dengan mengeksplorasi bakat para pendidik agar memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang keadaan mereka saat ini dengan melakukan penilaian bakat dan menemukan tujuan kehidupan pribadi mereka. Kedua, pendidik akan dibimbing untuk merancang impian mereka dan membangun jalan untuk mencapainya melalui perencanaan kehidupan. Ketiga, mereka akan dibantu untuk memulai perjalanan mereka dengan membentuk tekad melalui pendampingan dan membangun lingkungan yang mendukung dan jaringan yang kuat untuk lebih dekat dengan impian mereka dengan melakukan simulasi kecil seperti proyek kepemimpinan.

NAMA Foundation Visit 2019

Pada hari kamis (19/09/2019) NAMA Foundation melakukan kunjungan ke Kantor Pusat Rumah Kepemimpinan Jakarta. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan NAMA FOUNDATION VISIT 2019. NAMA FOUNDATION VISIT merupakan kunjungan NAMA Foundation ke mitra-mitra strategis yang ada di Indonesia. Salah satu mitra strategis tersebut yaitu Rumah Kepemimpinan yang telah berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dalam menyukseskan program-program kerjasama yang ada.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, NAMA Foundation dihadiri oleh Dr. Saleh Bazead (CEO NAMA Foundation), Zulfirdaus (Head of Program NAMA Foundation), Khaleed bin Mahfoudz (BOD NAMA Foundation), Rantala Sikayo (Wafaa Indonesia), dan Dasril Guntara (CEO NICE Indonesia). Rumah Kepemimpinan yang diwakili oleh Adi Wahyu Adji, S.Si, MSM (Direktur Program Rumah Kepemimpinan), Fachriadi Tanjung SE., M.Si (Direktur Kemitraan & Fundraising), Andi Junasa Anhika, SE (Manajer SDM), M Fathan Mubina (Manager Fundrising), dan Enung Azizah Mulyawati. S.Si (Staf Program Pembinaan) sangat menyambut baik kedatangan NAMA Foundation tersebut.

Kegiatan NAMA VISIT 2019 ini bertujuan untuk membahas perkembangan program kerjasama yang sedang berjalan, yang meliputi evaluasi proses yang telah dan sedang berjalan, capaian program, serta rencana-rencana strategis yang akan dilakukan ke depan oleh Rumah Kepemimpinan agar program kerja yang ada dapat berjalan dengan optimal. Diharapkan kunjungan ini dapat meningkatkan capaian program, serta mengembangkan rencana strategis di periode yang akan datang.

Pada periode 2018/2019 Rumah Kepemimpinan menjalankan dua program kerjasama dengan NAMA Foundation, pertama Program BRIGHT dan kedua Program NAMA FUND. Program BRIGHT adalah program yang membekali para trainer tentang cara membantu siswa dalam menemukan bakat, pasion, serta perencanaan hidup mereka agar ke depannya dapat memberikan pengaruh positif untuk sekitar. Program NAMA FUND sendiri merupakan program bantuan pendidikan berupa pemberian pembiayaan kuliah, dan tunjangan buku untuk mahasiswa-mahasiswi di Indonesia yang memiliki antusiasme tinggi untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (s2) dan doktoral (s3).

Selain dua program diatas, Rumah Kepemimpinan juga mendukung program NAMA Foundation yang dikelola oleh NICE Indonesia. Terdapat 8 pengurus dan alumni Rumah Kepeimpinan yang menjadi associate trainer dan konsultan program pada NAMA Global Initiative program 2019. Program tersebut merupakan inisiatif dari NAMA Foundation untuk meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan dalam bidang pendidikan dan NGO di Indonesia.

Dalam kunjungan ini, Dr. Saleh Bazead selaku CEO Nama Foundation menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Rumah Kepemimpinan atas dedikasi dan kerjasama yang terjalin saat ini. Beliau berharap para associate trainer NICE Indonesia berperan aktif dalam mengembangkan program dan berkontribusi kepada masyarakat yang lebih luas, tidak hanya bergantung pada program yang diinisiasi oleh NICE Indonesia. Lebih lanjut lagi, Dr. Saleh berharap agar program NAMA FUND dapat diperluas lagi cakupannya ke lebih banyak universitas di Indonesia sehingga akan lebih banyak lagi pemuda di Indonesia yang menjadi generasi unggul.

NAMA Foundation
NICE Indonesia
Rumah Kepemimpinan

Silaturahim Internasional Sekretariat Mahasiswa Rahmah dari Kementrian Agama Malaysia

Jakarta (12/9), Rumah Kepemimpinan pusat kedatangan tamu negara sekaligus saudara serumpun dari Sekretariat Mahasiswa Rahmah, Malaysia. Sekertariat Mahasiswa Rahmah adalah salah satu lembaga inisiatif dibawah Kementrian Agama Negara Malaysia yang memiliki visi untuk melatih mahasiswa di seluruh Malaysia dalam melahirkan pemimpin-pemimpin yang berjiwa besar, berwawasan dan berprestasi tinggi.

Pertemuan yang diagendakan pada 12 September 2019 kemarin berjalan lancar dengan suasana kekeluargaan. Sekretariat Mahasiswa Rahmah diwakili oleh Bapak Khairol Najib Hashim selaku Pengarah Sekretariat Mahasiswa Rahmah dan tim, sementara Rumah Kepemimpinan diwakili oleh Bapak Adi Wahyu Adji selaku Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan bersama perwakilan dari tim program dan kemitraan.

Sekretariat Mahasiswa Rahmah sangat terkesan dengan kurikulum dan program pembinaan yang dilakukan oleh Rumah kepemimpinan dalam misinya melahirkan pemimpin masa depan.
Momentum ini sekaligus menjadi peluang strategis dalam mengembangkan beasiswa Rumah Kepemimpinan ke ranah internasional dengan menawarkan kerjasama untuk menjadi fasilitator development program untuk sekolah kepemimpinan, student exchange, pelatihan dan pendampingan penyusunan program kepemimpinan pemuda hingga pembukaan Rumah Kepemimpinan di Malaysia.

Sebelum diskusi berakhir, tim Sekretariat Mahasiswa Rahmah diajak untuk berdiskusi santai dengan perwakilan peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta sambil melihat-lihat kondisi asrama. Pak Khairol Najib selaku ketua rombongan mengucapkan terima kasih banyak dan berharap pertemuan kemarin dapat dilanjutkan di kemudian hari.

Semoga dengan pertemuan ini makin mengeratkan hubungan internasional antara Kementrian Malaysia dengan Rumah Kepemimpinan dalam berkolaborasi membangun sumber daya strategis dan unggul sehingga mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

“Rumah Kepemimpinan adalah Motor Pergerakan Pemuda dan masyarakat” Dialog Tokoh bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin

Solo, Kamis (25/07/2019). Kunjungan mahasiswa penerima manfaat beasiswa Rumah Kepemimpinan Universitas Sebelas Maret (UNS) disambut hangat oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di kediamannya. Kegiatan dialog tokoh yang biasanya dilaksanakan di asrama mahasiswa tersebut terasa berbeda dengan berkunjung langsung sekaligus silaturahmi dengan beliau.

Ditemani dua staff dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Yasin menjelaskan masih banyak Kabupaten di Jawa Tengah yang berada di zona merah dalam pembangunan ekonomi. Ia berharap bahwa dengan hadirnya Rumah Kepemimpinan di Solo mampu berkontribusi kepada masyarakat melalui program resmi dari kampus seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, ataupun kegiatan yang digagas oleh Rumah Kepemimpinan sendiri.

“Saat ini fokus Pemprov adalah membangun sumber daya manusia yang baik. Sayangnya masih banyak warga kita yang terbelakang. “Sampeyan ini, anak-anak muda yang memiliki potensi mengubah itu”, ujar Yasin.

Selain itu, beberapa agenda prioritas Pemprov Jawa Tengah turut ditanyakan oleh peserta Rumah Kepemimpinan. Sebagai mahasiswa, banyak masukan yang berkenaan dengan penyediaan Pendidikan tinggi serta kegiatan akademik yang berorientasi terhadap penelitian. Pak Yasin menyambut baik saran tersebut dan menganjurkan jika mendapatkan kesulitan agar melapor langsung ke Pemprov dan segera akan ditindaklanjuti dengan memberkan disposisi kepada kampus.

Tak hanya kegiatan akademis, Pak Yasin turut menceritakan perjalanan hidupnya sebagai mahasiswa hingga berhasil menjadi orang nomor dua di Jawa Tengah dengan usianya yang masih muda. Ia mengenyam Pendidikan tinggi di salah satu Universitas Negri di Syiria. Pada saat itu, islamophobia sangat marak sehingga sering kali beliau mendapat hambatan baik sebelum keberangkatan, masa pendidikan dan ketika hendak pulang ke tanah air.

“Ketika masih menjadi mahasiswa, saya pernah merasakan hidup di rumah tahanan. Entah kenapa, padahal saya tidak macam-macam”, ujarnya.

Di samping itu, beliau menasihati peserta Rumah Kepemimpinan untuk selalu terlibat di organisasi. Menurutnya, partisipasi di organisasi manapun turut membangun mental kepemimpinan sekaligus memperluas jaringan. Setidaknya memaksimalkan waktu yang ada sebelum terjun dalam dunia kerja.

“Saya pas seumuran kalian itu tergabung di Perwakilan Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Syiria. Enaknya jaringannya itu Internasional. Ada rekan saya yang dari Eropa dan banyak juga yang dari Asia Timur”, ujar beliau sambal sesekali tersenyum menceritakan pengalamannya.

Dengan latar belakang alumni Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Yasin turut menjelaskan tantangan pondok pesantren saat ini. Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah tengah menginisiasi mu’addalah yaitu penyetaraan tingkat Pendidikan untuk seluruh ponpes agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam meraih pendidikan tinggi di Universitas.

“Kita ini bekerja di tingkat provinsi sehingga bias membantu santri-santri supaya mendapatkan kesempatan yang sama”, jelasnya.

Sebelum pertemuan selesai beliau menegaskan kembali betapa pentingnya leadership skill dalam mengatur segala sumber yang ada. Ia berharap Rumah Kepemimpinan mampu menjadi motor pergerakan pemuda dan masyarakat khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

“Perluas perkenalan dan jaringan. Perbanyak pengalaman”, tuturnya.

Silaturahim Tokoh dan Deep Cluster Exploration bersama Pak To Suprapto

SILATURAIM TOKOH DEEP CLUSTER EXPLORATION

Yogyakarta (25/7) Silaturahim Tokoh bersama Pak TO Suprapto, pemrakarsa Joglo Tani Wahana Pembelajaran Pertanian Terpadu di Godean, Yogyakarta.

Bersama Pak TO, peserta Nakula Srikandi menjajaki proses pemberdayaan masyarakat melalui pertanian terpadu. Joglo Tani yang diresmikan oleh Sultan Yogya menjadi salah satu inkubator kemandirian pangan dengan prinsip “Menanam apa yang kita makan, memakan apa yang kita tanam.”

Pada lahan seluas 500 meter persegi ini, pak TO membangun kawasan pertanian terpadu dengan akhir peternakan akan menjadi awal dari pertanian. Tanaman pangan, padi aquaponik, peternakan ayam, bebek dan sapi menjadi satu tempat. Dengan joglo tani yang merupakan akronim dari “Ojo Gelo Dadi Petani” penghasilan bersih yang didapat senilai 12jt per bulan nya.

Bagi Pak TO yang pernah mengawali karir 21 tahun sebelumnya sebagai dosen ini, pendidikan hanyalah candu dengan segala kepasifan nya, ia baru akan menjadi manfaat jika sudah diterapkan keilmuannya.

Gagasan, Ide, Langsung Aksi.
Mendengar saya lupa, melihat saya ingat, melakukan saya bisa.

Dialog Tokoh & Silaturahim Pemimpin Muda Regional Surabaya bersama Gus Solah (Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Rektor UNHASY)

Surabaya (25/7). Berlangsung agenda Silaturahmi dan Dialog bersama KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah), Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Rektor Universitas Hasyim Asy’ari.

Dalam kesempatan kali ini, kami menyampaikan bahwa kami adalah Rumah Kepemimpinan atau PPSDMS yang beliau kenal sejak 2009 silam. Beliau sangat senang atas kunjungan kami, dan banyak bertanya mengenai perkembangan Rumah Kepemimpinan.

Beliau juga berpesan agar para peserta Rumah Kepemimpinan selalu belajar dengan baik. Belajar Islam dan memperdalam kompetensi yang ingin digeluti. Beliau pun berpesan agar orang orang baik semakin banyak yang masuk ke sektor politik. Karena politik di negeri ini masih banyak diisi orang yang tidak baik.

Kolaborasi School of Future Leaders bersama Sekolah Al-Kautsar

Jakarta – Pada hari Kamis (25/07), Rumah Kepemimpinan berkesempatan menerima kunjungan dari pengurus Sekolah Al-Kausar, Sukabumi. Sekolah Al-Kausar adalah salah satu sekolah boarding terbaik di Indonesia dengan kualitas luaran siswa lulusan yang sudah teruji dengan kepribadian Islami dan penguasaan IPTEK-nya. Pada Kesempatan pertemuan ini, pihak Al-Kausar diwakili oleh Douglas Prabawono, Iwan dan Abdullah disambut oleh pihak Rumah Kepemimpinan yang diwakili oleh Bachtiar Firdaus, Adi Wahyu Adji, dan Aqil Wilda Arief.

Pertemuan yang berlangsung lebih kurang satu jam ini, membahas perihal rencana awal kerjasama strategis antara Sekolah Al-Kausar dengan Rumah Kepemimpinan, selain itu, pertemuan ini juga sembari menyambung silaturrahim antara kedua institusi yang sebelumnya sempat terlaksana untuk program bagi siswa Al-Kausar beberapa tahun yang lalu.

Keinginan Sekolah Al-Kausar untuk menjadi School of Future Leader dengan menyiapkan program-program soft skill dan kepemimpinan kepada siswa mereka, menjadi dorongan untuk mencari partner terbaik dalam mengembangkan program tersebut. Rumah Kepemimpinan – dengan pengalaman melaksanakan program untuk pelajar bertajuk Akademi Kepemimpinan Siswa Indonesia (AKSI), dan juga kerjasama program kepemimpinan pada beberapa tahun yang lalu dengan Sekolah Al-Kausar – menjadi pilihan utama yang bagi pihak Sekolah Al-Kausar untuk kembali menjajaki kerjasama untuk program kepemimpinan dan persiapan menuju kampus terbaik.

Kesamaan visi kedua institusi, yakni membina generasi muda Indonesia untuk menjadi pemimpin masa depan Bangsa, membuat pertemuan berjalan hangat dan efektif. Pada akhir pertemuan disepakati untuk ada pertemuan lanjutan yang ditujukan agar pihak Rumah Kepemimpinan dapat melakukan Need Assessment kepada pihak Sekolah Al-Kausar pada pekan depan. Ini adalah langkah awal yang konkrit untuk memulai kerjasama strategis dalam bentuk program pembinaan untuk siswa SMA Al Kausar

Diharapkan pertemuan ini menjadi awalan yang baik bagi kebaikan kedua pihak, terutama dalam kepeduliannya terhadap pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda di Indonesia. Semoga kerjasama yang kelak akan berlangsung dapat berdampak positif bagi perkembangan dan pembinaan siswa Sekolah Al-Kausar kelak. (AQW)

Training Pengembangan Diri Pemimpin Muda regional 4 Surabaya

Surabaya (18/7). Pelatihan hari ini seru sekali. Salah satu program pengembangan diri bagi kami para calon pemimpin muda dirasa sangat penting dalam rangka memahami kepemimpinan dalam bidang psikologi. Dimulai tepat waktu, acara berlangsung lancar dan tertib.

Materi yang disampaikan oleh Bu Inne, seorang trainer yang juga psikolog alumni UGM Sangat berguna untuk peserta beasiswa pemimpin Indonesia Rumah Kepemimpinan karena mengajak para peserta mengenali diri sendiri. Beliau banyak bicara mengenai karakter dan pentingnya memahami makna kepemimpinan-visi dan outcome.

Training Jurnalistik Pemimpin Muda Rumah Kepemimpinan Regional Bandung

Bandung, 17 Juli 2019 – Sedang berlangsung acara Training Jurnalistik dan kepenulisan Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung. Bersama Mas Uruqul Nadhif Dzakiy Pimpinan majalah Ganesha 2011-2012.

Di Indonesia, istilah “jurnalistik” dulu dikenal dengan “publisistik”. Dua istilah ini tadinya biasa dipertukarkan, hanya berbeda asalnya. Beberapa kampus di Indonesia sempat menggunakannya karena berkiblat kepada Eropa. Seiring waktu, istilah jurnalistik muncul dari Amerika Serikat dan menggantikan publisistik dengan jurnalistik. Publisistik juga digunakan untuk membahas Ilmu Komunikasi.

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang TimoerBintang BaratJava Bode, dan Medan Prijaji terbit.

Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi Jurnalis dan kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.