Mengajak peserta mengenali diri lebih dalam, mengasah kemampuannya dan membuat perencanaan hidup berjangka. bersama Bang Adji Wahyu Adji

(7/9) Peserta angkatan XI Rumah Kepemimpinan Regional Timur, mengikuti salah satu program pembinaan “Menuju Puncak Manfaat” bersama bang Adji wahyu Adji. Bang Adji menjelaskan bagaimana kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat dengan versi terbaik diri sendiri. Menjadi versi terbaik itu bukan sekadar angan-angan, tetapi harus diimplementasikan.

Banyak kisah inspiratif dari tokoh dunia yang bisa kita ambil hikmahnya, salah satunya ada kisah dari Steve Jobs. Salah satu konsep yang Steve Jobs pegang adalah Connecting the Dots.

Connecting the Dots ini bisa dimaknai, kita menghubungkan berbagai fenomena yang sudah terjadi (ke belakang) sehingga kita bisa tahu, apa dampak yang akan terjadi dari berbagai hal yang sudah kita lakukan sebalumnya.

Kondisi bingung dengan tujuan hidup, arah hidup, apa yang harus dilakukan ke depan, sebanrnya sesuatu yang wajar. Akan menjadi tidak wajar kalau kita terus terkungkung dengan kebingungan tersebut.

Kita harus menjadi manusia yang tidak berhenti dalam satu kenyamanan, tetapi terus bergerak untuk menuju puncak manfaat. Ibarat seorang climbers yang terus penasaran jika belum menuju puncak gunung.

Untuk menuju puncak manfaat, ada 3 tahapan, yaitu find me, sharpen me, dan proven me.

Dalam memaknai find me, kita tidak bisa melihat hanya dari satu sudut pandang. Khususnya dalam melihat kelebihan dan kekurangan. Dalam hal ini, usahakan kita seimbang dalam melihat kelebihan dan kekurang. Kenapa kita harus bisa menemukan area kita atau find me?

  1. Setiap manusia punya potensi dan misii terbaiknya. Allah sudah menitipkan kepada setiap orang, potensi dan misi terbaik.
  2. Tidak berlebihan atau kekurangan mengenal diri. Hal ini akan membuat kita tidak rendah diri dan sombong.
  3. Hidup leih terarah dan percaya diri. Kalau bukan area kita, jangan terlalu memaksakan diri. Tidak jadi masalah kalau kita menekuni satu bidang, tetapi bisa memberikan manfaat.

Ada konsep Johari Window, yg menampilkan empat kuadran, berdasarkan aspek kesadaran kita dan orang lain terhadap potensi diri kita. Ada area open, yang berarti kita tahu potensi, dan orang lain juga tahu kita berpotensi di sana. Area ini harus diperluas. Tiga area lain pun harus kita arahkan menjadi area ini, supaya kita bisa sampai di puncak manfaat.

Ada juga konsep ikigai, yang kalau kita bisa menemukan ikigai kita, kita akan menemukan diri kita yang sebenarnya dan memiliki hidup yang terarah. Orang yang gagal menemukan diri, akan terombang ambing, sedangkan orang yang berhasil menemukan diri, akan konsisten dan kuat menghadapi rintangan apa pun.

Mimpi itu jauh, memang terlihat jauh. Namun, aslinya mimpi itu dekat. Yakni turunkan mimpi yg jauh itu, turunkan ke hari ini, jadikan apa yang dilakukan hari ini, connect ke mimpi yang jauh itu.

Lakukan tindakan nyata di hari ini, menjadi jalan menuju puncak manfaat.

Mengenal Diri dan Memahami Tujuan Hidup Untuk Mencapai Puncak Manfaat, bersama Bang Adi Wahyu Adji

(9/7) Peserta Rumah Kepemimpinan Regional Barat Nasional mengikuti agenda pembinaan Menuju Puncak Manfaat (MPM) bersama bang Adji Wahyu Adji. Sebelum sesi MPM dimulai Bang Adji meminta adik-adik peseta menyimak video Speech Steve Jobs dalam acara wisuda di Standford University sekitar tahun 2005. Meskipun terbilang lama, tetapi isi speechnya etap relevan sampai hari ini. Dari speech Mr Jobs terdapat 3 main poin, connecting the dots, love and loss, dan death. Poin yang mendapat penekanan bang Adji Adilah connecting the dots. Momentum itu baru bisa terjadi saat kita mengaitkan titik-titik kehidupan kita yang telah terjadi di masa lalu.

Di dalam sesi MPM tadı malam Bang Adji menekankan pentingnya mempersiapkan perencanaan masa depan. Bagi seorang muslim di dalam Alquran Allah memerintahkan kita untuk mempersiapkan hari esok (akhirat). Maka penting bagi kita untuk tahu apa yang hendak dilakukan dan bisa menjadi bekal pulang ke kampung akhirat. Tentunya betal tersebut adalah amal salih yang berbentuk kontribusi nutuk masyarakat.

Bang Adji juga menyarankan dalam membuat Lifeplan kita tahus spesifik. Hal tersebut akan membuat fokus lebih terarah. Ada beberapa alasan yang membuat kita sulit mencapai ke puncak manfaat diri:

  1. Tidak tahu potensi diri
  2. Tidak PD
  3. Bingung mulai dari mana
  4. Overthinking
  5. Cita-cita yang mudah berubah
  6. Semangat nail turun

Bang Adji menjelaskan bahwa hidup ini ibarat pendakian. Dalam pendakian terdapat 3 tenis tipe pendaki. 1) Quitters: yang sedikit-sedikit mengeluh. Padahal perjalanan baru dimulai. Alhasil peluang sampai atas terbilang kecil krn selalu mengisi perjalanan dengan keluhan. 2_ Campers: pendaki yang cepat merasa puas padahal belum sampai puncak. Ia sudan merasa bahagia padahal jarak dakian yang ditempuh belumlah jauh. 3. Climbers: tipe yang berjuang sampai titik puncak. Karena itu merupakan tujuannya.

Ada tiga pola MPM: Finding Me, Sharpen Me dam Proven Me.

Sesungguhnya proses menemukan diri dan potensi juga tida mudah. Harus ada usaha yang terencana dan terukur. Momen di mana kita harus mengenali bahwa setiap diri punya potensi berbera dan potensi tersebut bisa dimaksimalkan dengan diasah selalu. Orang yang berhasil adalah mereka yang mama menemukan diri mereka dan menjalani kehidupan dengan efektif dan percaya diri karena meraka tahu tujuan mereka. “Kemampuan kita akan terlihat ketika menghadapi masalah.”

Bukan Sekedar Internship Biasa, RK Selenggarakan Internship & Development Program

Sebagai lembaga yang terus bertumbuh, Rumah Kepemimpinan (RK) menganggap urusan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah urusan yang penting untuk ditumbuh-kembangkan. Tidak hanya berfokus pada SDM tetap yang sudah dimiliki, RK pun dalam beberapa bulan terakhir menyelenggarakan program internship / magang yang diberi tajuk Internship & Development Program. RK menyelenggarakan Internship and Development Program selama 1 kuartal yakni dari bulan Juni hingga Agustus. 

Pada periode ini, tergabung lebih dari tiga belas SDM intern yang terbagi kedalam beberapa fungsi tugas, mulai dari SDM untuk membantu acara peringatan Milad RK ke-20, fungsi kemitraan, fungsi copywriting, fungsi desain dan videografi dan lain sebagainya. Ketiga-belas SDM intern ini dikelola oleh bidang atau unit kerja yang ada di RK dan bertugas untuk menjalankan aktivitas yang sebelumnya ditentukan oleh bidang dan atau unit kerja masing-masing. 

Sebagai bentuk benefit yang diberikan kepada SDM intern ini, RK memberikan layanan coaching karir untuk para SDM intern yang bergabung. Coaching ini diharapkan memberikan panduan dan juga pandangan bagi para SDM intern untuk merencanakan karir mereka kedepan. Sejumlah SDM intern melihat layanan coaching ini amat membantu bagi mereka terutama dalam merancang dan merencanakan perjalanan karir mereka di masa mendatang. Mereka pun puas dan merasa ketagihan dengan coaching yang dilakukan.  

Hingga pada akhirnya program ini pun usai pada penghujung Agustus 2022. Pada hari Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 20.00 WIB sebagai bentuk apresiasi kepada SDM intern, telah terlaksana kegiatan farewell kepada para SDM intern yang telah menyelesaikan masa magangnya. Kegiatan farewell berisi penyampaian kesan pesan dari para intern terkait program tersebut serta sharing-sharing apa yang sudah di lalui nya selama masa internship. 

Dari sesi malam itu kesan yang sangat mendalam yakni seluruh intern menginginkan tetap dilanjutkan program ini serta memperpanjang kontrak magangnya karena mereka merasa bahwa magang di RK itu sangat menyenangkan, kekeluargaan, dan tentunya menambah kompetensi/skill yang mereka miliki. Pada akhirnya, bertambah lagi praktik baik yang dimiliki oleh RK terutama dalam domain people development. Ini menjadi preseden baik bagi RK untuk menjadi lembaga yang terus bertumbuh.

Diskusi Strategis RK dan YAPI Al-Azhar : Tukar Pikiran Kelola Asrama Pembinaan Pemuda 

Asrama sejauh ini masih menjadi pilihan terbaik dalam membentuk karakter pemuda dengan ragam kegiatan pembinaan yang ada didalamnya. Sebagaimana yang dipercaya oleh kedua lembaga yang telah lama berkecimpung di ranah pembinaan pemuda, yakni Rumah Kepemimpinan (RK) dan Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) Al-Azhar sebagai intervensi yang dipilih untuk membina pemuda menjadi seseorang yang berdampak di ranahnya masing-masing. Keduanya telah memiliki sejarah tersendiri dalam mengelola alumni. 

Dari kesamaan pandangan terkait asrama, hubungan berlanjut antara RK dan YAPI Al-Azhar dengan adanya pertemuan yang dilangsungkan di awal September ini. Sehingga pada hari Kamis (1/9) telah berlangsung Sharing Session antara RK dengan Pengurus YAPI Al-Azhar. Bertempat di kantor pusat YAPI Al Azhar Rawamangun, RK yang diwakili oleh Adi Wahyu Adji (AWA) selaku Direktur Eksekutif, Yessy Nur Handayani (YNH) selaku Direktur Bidang Beneficiaries dan Supriatna (S) selaku Direktur Bidang Business Development berbagi pengalaman dalam mengelola Pembinaan Berasrama selama 20 tahun. 

Melalui sharing dan diskusi ini dibahas terkait tentang praktik baik pengelolaan asrama dan juga kondisi termutakhir serta kendala yang dihadapi dalam mengelola asrama pembinaan. RK dinilai memiliki pengalaman dan praktik baik dalam mengelola asrama walau secara usia, YAPI Al-Azhar sudah lebih dahulu dimulai 50 tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari luaran program yang dihasilkan cukup ter-highlight dengan baik di berbagai ranahnya, selain itu juga RK mampu untuk memastikan program pembinaan tersampaikan dengan baik hingga pada pembentukan diri dan karakter seorang alumni. 

Pada sharing dan diskusi ini pula, AWA menyampaikan terkait bagaimana RK secara organisasi dikelola. Beliau membahas terkait perjalanan 20 tahun RK, dinamika dan transformasi yang dihadapi oleh RK. Selain itu, YNH juga menambahkan pembahasan terkait tentang sistem dan manajemen Pembinaan RK dimana ini menjadi faktor kunci keunggulan yang dimiliki oleh RK. Setelah paparan materi yang disampaikan, diskusi hangat nan dalam pun dilakukan diantara kedua belah pihak.

Diskusi ini diharapkan jadi awalan yang baik untuk hubungan strategis antara RK dan YAPI Al-Azhar. Saling belajar dan mendukung upaya dalam membina dan membangun pemuda sebagai aset strategis Bangsa. Dengan praktik baik yang dimiliki oleh RK dan juga jejaring tokoh yang juga alumni dari YAPI Al-Azhar seperti nama-nama besar Prof. Jimly, Prof. Irwan Prayitno, Muliaman Hadad, dan yang lainnya, diharapkan mampu menambah nilai strategis dari kolaborasi yang akan terbentuk di kemudian hari.

Turut Serta Gotong Royong Bangun Bangsa dengan Ambil Bagian dalam Kongres Beasiswa Indonesia ke-2

Salah satu peran serta Rumah Kepemimpinan dalam upaya membangun dan mencerdaskan Bangsa adalah dengan turut serta berkontribusi dalam satu kegiatan tahunan bertajuk Kongres Beasiswa Indonesia (KBI) yang diselenggarakan oleh Forum Beasiswa Indonesia (FBI). KBI tahun ini adalah KBI pada tahun kedua yang diselenggarakan oleh FBI. Pada KBI ke-2 ini pula, Rumah Kepemimpinan (RK) didaulat sebagai salah satu bagian penting dalam persiapan kegiatan KBI ke-2 ini, yakni sebagai Ketua 2 KBI ke-2. Sebelumnya RK juga dipercaya untuk menjadi bagian dari FBI bersama dengan Baznas RI, Indonesia Scholarship Center, Dompet Dhuafa, Yayasan Hadji Kalla, dan masih banyak lagi lembaga pengelola beasiswa lainnya.

Peran serta RK dalam KBI ke-2 ini tidak lepas dari sepak terjang RK dalam pemberian beasiswa pembinaan kepada sejumlah mahasiswa/i aktif berprestasi sejak tahun 2002. Selain itu pula, peran serta RK dalam KBI ke-2 ini juga didorong atas salah satu misi RK yakni menjadi wadah konsolidasi Pemimpin untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia dan dunia yang lebih baik dan bermartabat, apalagi ditambah dengan tema yang diangkat pada KBI ke-2 ini yakni Optimalisasi Pemberdayaan Alumni Beasiswa untuk Indonesia Maju.

Tema tersebut dipilih atas dasar keresahan yang dirasakan Komite FBI bahwa dari sejumlah program beasiswa yang sudah terlaksana dari berbagai macam penyelenggara seperti pemerintah, korporat hingga inisiasi masyarakat sipil perlu untuk dipertanggung-jawabkan kepada publik luarannya. Luaran program beasiswa ini tidak lain adalah para alumninya yang semestinya telah memiliki kontribusi di ranah masing-masing. Karya, kiprah, dan kontribusi para alumninya lah yang sedianya akan menjadi misi utama untuk di”capture” di KBI ke-2 ini. 

Adapun KBI ke-2 ini dilaksanakan 4 hari yakni pada tanggal 19, 20, 21 dan 23 Agustus 2022. KBI ke-2 dimulai dari rangkaian kegiatan Opening Ceremony, Studium Generale, Sharing best practice pengelola beasiswa, Sharing best practice ikatan alumni beasiswa serta sesi Alumni Beasiswa Bicara. Narasumber yang diundang pun beragam dan amat kaya. Mulai dari perwakilan pemerintah RI (Pusat Prestasi Nasional – Kemdikbud RI, LPDP), perwakilan korporat (Paragon) dan juga perwakilan masyarakat sipil (Dompet Dhuafa, beserta alumni-alumni beasiswa dari beragam program. RK sendiri menempatkan beberapa perwakilan dan alumninya pada kegiatan KBI ke-2 ini. Seperti Adi Wahyu Adji selaku Direktur Eksekutif RK, Purba Purnama, Refi Kunaefi, Goris Mustaqim, Muhammad Hanif, dan Aqil Wilda yang juga dipercaya sebagai ketua II yang mewakili RK di kepanitiaan.

Selain menyampaikan praktik baik pengelolaan alumni beasiswa dari berbagai program beasiswa dan juga ikatan alumninya, serta menjadi display kiprah dan karya para alumni beasiswa di ranah kontribusi masing-masing, KBI ke-2 ini juga menghasilkan 6 poin resolusi yang akan menjadi tindak lanjut KBI ke-2 ini. Garis besar resolusi yang dihasilkan adalah terkait pengelolaan alumni beasiswa yang perlu untuk bisa dirapikan di masing-masing lembaga atau organisasinya dalam rangka optimalisasi potensi kiprah alumni beasiswa. Selain itu poin resolusi juga menekankan agar antar lembaga pengelola beasiswa, ikatan alumni beasiswa dan alumni beasiswanya itu sendiri untuk dapat berkolaborasi pada berbagai macam tingkatannta dalam rangka kontribusi untuk Bangsa dan Negara.

Bebaskan Pemuda Melangitkan Cita, Rumah Kepemimpinan Menggelar Panggung Cita Pemuda 2022

Sudah saatnya peran pemuda yang berasal dari beragam ranah diberi ruang untuk berjejaring dan menjalin narasi demi Indonesia maju. Pagelaran “Panggung Cita Pemuda”, yang dihadiri oleh +300 partisipan online merupakan salah satu agenda perayaan 20 tahun Milad Rumah Kepemimpinan sekaligus menjadi bukti nyata dari RK untuk menggagas dan memfasilitasi pemuda/i negeri.

Digelar selama 3 hari berturut-turut, Panggung Cita Pemuda mengundang 17 tokoh inspiratif pembaharu dalam berbagai isu terkini sesuai perkembangan masyarakat dan terkhusus Generasi Z. Isu tersebut mencakup 5 gagasan, yakni Anti Corruption Movement, Youth And Politics, Global Talent, Digital Transformation, dan Global Environment.

Berbagai narasi besar digaungkan oleh para tokoh inspiratif dalam acara ini. Narasi keharusan pemuda untuk tangguh datang dari Dhita Mutiara Nabella (Founder Cerita Iklim) yang menyebutkan bahwa, “Anak muda harus merdeka sejak dari pikirannya.” Ia menilai implementasi hal positif dari jiwa anak muda mampu menggaet orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengannya untuk saling berkembang dan memajukan. 

Selaras dengan Dhita, Dharmaji Suradhika (CEO Pemimpin.id) menyisipkan idealisme para pendahulu dari kalangan sultan, sunan, dan bangsawan yang merepresentasikan pemuda sebagai rumah peradaban. “Pergilah ke Teras dan Mengajarlah!”, merupakan penggalan idealisme pendahulu kita, mereka menjadikan teras rumahnya sebagai tempat mengajar untuk seluruh kalangan. Maka sudah seharusnya pemuda masa kini tak memandang manusia berdasarkan strata ekonomi, dibutuhkan pemuda yang mampu keluar dari zona nyaman untuk berbaur dengan masyarakat dan menyemai benih manfaat bagi negeri.

Berbeda dengan Dharmaji yang mengajak para pemuda kini untuk meneladani para pendahulu, Adlil Umarat (Project Portfolio Manajer CIAS) mengenalkan pendekatan projek berbasis pembelajaran bagi pemuda untuk menjadikan diri mereka siap menghadapi masa depan. Bagi Adlil, apa yang dilakukan oleh para tokoh pendahulu di masa silam akan sukses diterapkan di masa mendatang jika pemuda/i mampu mengimplementasikan kolaboratif antar masyarakat demi menggagas hasil terbaik yang lebih masif dan meluas.

Perlu perjalanan panjang untuk menggagas pemuda/i yang siap menghadapi tantangan negeri ini menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia mendatang. Namun berkaca dari ikhtiar Rumah Kepemimpinan dalam memvalidasi potensi kepemimpinan pemuda/i selama 20 tahun, tidak ada hal yang terlambat atau mustahil dilakukan bagi bangsa ini jika kita mengedepankan solidaritas untuk berkarya lebih baik, berdedikasi lebih kuat, dan berdampak lebih unggul.

Dari Adu Pantun hingga Pesan Santun. Berikut memorabilia unik pada Milad Ke-20 Rumah Kepemimpinan.

Ada hal yang menarik diingatan 1000 partisipan acara “Changemaker Summit 2022” secara daring pada Sabtu (27/08) lalu.

Salah satu rangkaian acara Changemaker Summit yaitu Leaders Talks 1 dengan mengusung tajuk, “Cerita Baik Membangun Indonesia”, dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif : Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA atau yang akrab disapa Mas Menteri Sandi.

Tak sendirian, Mas Menteri didampingi oleh Bang Mujab (Muhammad Syaiful Mujab) sebagai alumni RK Regional 1 Angkatan 7 yang bertugas memoderasi jalannya sesi bincang tokoh. Kebiasaan unik Mas Menteri ketika menjadi tamu undangan ia tunjukan dalam acara ini. Dirinya tak akan memulai sesi bincang sebelum diawali dengan pantun. Salut! Wajah penuh keceriaan meski sedang dalam perjalanan dinasnya di Lampung tak menjadi hambatan Mas Menteri untuk menyampaikan pantun khusus di hari memorable bagi Rumah Kepemimpinan.

Pergi berlibur di akhir pekan

Mengunjungi sebuah desa wisata

Bersama Rumah Kepemimpinan

Mari kita bangun Bangsa Indonesia 

Garis bibir para partisipan dibuat melengkung oleh tingkah Mas Menteri. Terekam senyum partisipan dilayar Online Meeting Zoom dibarengi dengan respon komentar unik mulai dari “aseek” hingga “cakep!”. Mewakili partisipan, Bang Mujab turut menanggapi pantun Mas Menteri.

Ikan Hiu

Ikan Teri

I love you Mas Menteri

Gelak tawa Mas Menteri terdengar, ia lantas membalasnya dengan pantun terakhir yang mengandung makna positif bagi para pemuda.

Apabila mulai gerimis

Mungkin tandanya akan turun hujan

Para pemuda harus tetap optimis

Kita ciptakan cerita baik untuk masa depan

Tak hanya adu pantun yang terekam dalam acara Changemaker Summit 2022, pesan santun nan menyentuh diutarakan oleh H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. selaku Gubernur DKI Jakarta melalui video yang dikirimkan sebagai bentuk permohonan maaf dirinya yang belum bisa hadir ditengah-tengah acara.

“Semoga kegiatan ini mampu menghadirkan ide, gagasan untuk bisa mensejahterakan Indonesia bagi semua”, ujar Anies.

“Semoga Rumah Kepemimpinan mampu menumbuhkan masa depan yang bisa terus membawa bangsa ini untuk menjadi salah satu bangsa yang karyanya diperhitungkan di kancah global”, tutup Anies.

Acara dilanjutkan dengan testimoni mitra Rumah Kepemimpinan yang diwakili oleh Dr. Saleh Bazead, CEO NAMA Foundation. Dirinya berpesan, “If you want to make good society, good country, we have to have good leaders.” 

“Jika kamu ingin membuat masyarakat yang baik, negeri yang baik, maka kita harus memiliki para pemimpin yang baik”, ucap Dr. Saleh

Harapan dan doa terpanjatkan dari orang-orang baik,   segala cerita yang telah terlukis semakin menguatkan optimisme Rumah Kepemimpinan untuk mampu membuahkan kemanfaatan bagi masa depan Indonesia.

“Changemaker Summit 2022” : Jutaan Pemuda Telah Bercerita, Tugas Kita Melanjutkannya.

Sebagaimana perjuangan pemuda/i bangsa Indonesia pra-kemerdekaan yang penuh peluh tanpa berkisah keluh. Cerita baik mereka 77 tahun silam telah terlukis dalam sejarah. Cerita yang tak mengenal kata menyerah walau perjuangan bertumpah darah.

Cerita baik itulah yang hendak dilanjutkan oleh Rumah Kepemimpinan pada acara puncak perayaan 20 tahun lahirnya Rumah Kepemimpinan dengan tema, “Changemaker Summit 2022“, pada Sabtu (27/8). Terhitung 1000 partisipan menyemarakan rangkaian acara ini via Online Meeting Zoom dan Live Streaming Youtube dengan penuh suka cita.

Acara ini turut menghadirkan bincang interaktif bersama para tokoh nasional seperti Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA (selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc. (Gubernur NTB), Najeela Shihab (Founder SMSG), dan Goris Mustaqim (Pendiri Yayasan Asgar Muda) yang telah berhasil berperan melukiskan cerita baik untuk Indonesia. 

“20 tahun lamanya (bagi Rumah Kepemimpinan) berdiri bukan untuk beristirahat, tetapi untuk semakin melanjutkan lebih lama lagi, lebih luas lagi, serta dukungan yang lebih banyak lagi dari berbagai elemen bangsa”, sambut Adi Wahyu Adji selaku Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan. Niat tulus tersebut melatarbelakangi peluncuran perdana program rintisan Rumah Kepemimpinan, yaitu RK Academy. Sebagai bentuk kesungguhan Rumah Kepemimpinan dalam membangun komitmen dan konsistensi penyemaian sumber daya manusia Indonesia yang unggul untuk berdampak.

Agenda beranjak pada Penganugerahan Changemaker Awards 2022 yang diumumkan oleh Fathan Mubina S.Ip, selaku Direktur Bidang Kealumnian. Sebanyak 20 alumni muda Rumah Kepemimpinan yang berkarya bagi bangsa terpilih menjadi nominasi Changemaker Awards 2022. Mereka yang terpilih kemudian dikelompokan kedalam lima kategori dengan masing-masing pemenang, ialah : Fahrizal Amir (Social Empowerment), Ridho M. Sakti (Young Entrepreneur), Sucia Ramadhani (Pena Emas), Ahmad Zikri (Peneliti Muda), Aisha Rizqy Paramitha (Positive Influencer).

Dipenghujung acara, ribuan partisipan menjadi saksi pelantikan Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan XI yang diwakili oleh Miftah Fauzi (Peserta Regional 1 Putra) dan Syifa Kumala (Peserta Regional 1 Putri). Menjalani pembinaan selama 22 bulan kedepan, harapannya +300 Peserta dapat menjadi versi terbaik dari diri masing-masing dan mampu menjadi calon pemimpin bangsa.

Sebagaimana harapan dari Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan, kedepannya semoga peran terbaik yang kita pilih, menjadi inspirasi berdampak yang menjadikan Indonesia mampu lebih baik dan bermartabat.

“Merdeka Bernostalgia”, Merayakan Kemerdekaan dengan Nostalgia Masa Pembinaan

Dalam rangka turut meramaikan perayaan kemerdekaan tahun 2022, alumni angkatan 9 Rumah Kepemimpinan (RK) mengadakan event bertajuk “Merdeka Bernostalgia”. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2022 ini berlangsung secara online. Meskipun begitu, acara tetap berlangsung meriah.

Acara ini menjadi ajang silaturahmi alumni angkatan 9 setelah lulus dari pembinaan. “Kami mengadakan kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi dan update kabar dari teman-teman angkatan 9 setelah 2 tahun lulus. Harapannya kegiatan ini akan menjadi pelopor untuk kegiatan seru lainnya yang akan dieksekusi oleh teman-teman angkatan 9” ujar Mutia Rahmatun Husna, alumni Regional 1 Jakarta Putri yang menjadi Project Officer acara ini.

Panitia membuat 6 cabang lomba untuk dilombakan, yaitu Stuck Anagram, Who Am I?, Fact or Fake, Isi Dompetku, Indonesia Archipelago, dan Listen to Me. Perlombaan dilakukan di break out room dengan waktu pelaksanaan sekitar satu jam. Sesuai tema yang diusung, kompetisi kali ini selain melibatkan pertanyaan terkait sejarah dan kemerdekaan Indonesia, soal-soal juga berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan di asrama. Seperti idealisme kami, mars, hymne, hingga agenda asrama. Termasuk juga kondisi kesehatran saat pembinaan di asrama. Tujuannya adalah untuk mengingat kembali dan bernostalgia akan kehidupan di asrama saat pembinaan dulu.

Sekitar 50 alumni turut berpartisipasi pada ajang lomba kali ini. “Udah jarang ikut acara angkatan. Jadi pengen daftar sekalian supaya bisa senang-senang dengan teman-teman angkatan. Sekaligus bertemu online dengan mereka.” demikian ucap Mahrus Ali, alumni Regional 2 Bandung.

Kemeriahan acara diciptakan oleh antusiasme seluruh peserta yang turut hadir meramaikan acara. Selain sebagai ajang perayaan kemerdekaan, acara ini juga menjadi ruang bagi alumni angkatan 9 untuk kembali terhubung satu sama lain, mengingat sejak pandemi melanda dan wisuda kelulusan yang diadakan secara online, belum ada agenda angkatan yang diadakan kembali. “Seneng banget ikut acara ini!” ucap Fauzan Alif Anwar, alumni Regional 7 Makassar. “Sebagai salah satu perwakilah dari Makassar, saya punya harapan supaya tetap bisa mengambil bagian, dan memperbanyak acara bonding seperti ini untuk ‘menjaga’ circle produktif yang terbangun sejak di asrama” lanjutnya.

Sebagaimana harapan dari Project Officer acara ini, kedepannya semoga semakin banyak acara serupa yang diadakan untuk menjalin ikatan silaturahmi yang kuat antar alumni angkatan 9. “Acara ini menjadi ajang refreshing. Seneng bisa dipertemukan lagi dengan teman-teman. Semoga agenda angkatan semakin sering diadakan.” demikian ujar Vika Narfa Aulia, alumni Regional 3 Yogyakarta Putri.

Kuatkan Semangat Nasionalisme, Rumah Kepemimpinan Peringati Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia

77 Tahun Indonesia Merdeka. Sesuatu yang begitu spesial bagi siapapun di Bumi Pertiwi. Bagaimana tidak, pada momen 77 Tahun Indonesia Merdeka, kita berhasil melalui pandemi global. Begitu luar biasa perjuangan segenap anak Bangsa, bahu membahu untuk keluar dari pandemi Covid-19. 

Begitu juga dengan kami di Rumah Kepemimpinan, di hari yang bersejarah ini, Rabu (17/8). Upacara pengibaran Bendera Merah Putih menjadi agenda wajib yang dilakukan tiap tahunnya di Rumah Kepemimpinan. Adi Wahyu Adji selaku Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan bahwa setiap tanggal 17 Agustus, menjadi momen yang berharga untuk meningkatkan Nasionalisme kita, sebagai pemuda, sebagai warga negara, dan sebagai masa depan Indonesia.

Inspektur Upacara juga menyampaikan bahwa dalam memperingati Hari Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia jangan hanya berhenti hanya pada simbol-simbol semata. 77 Tahun Indonesia Merdeka perlu dimaknai mendalam, tidak hanya saat kita mengenang jasa para pahlawan yang telah susah payah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semestinya kita generasi muda lah yang perlu untuk melanjutkan estafet perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan. Karena cita-cita kita sebagai Bangsa masih harus terus diusung dan direalisasikan.

Selain itu, Inspektur Upacara menambahkan pula bahwa salah satu bentuk kita para pemuda dalam mengisi kemerdekaan ini adalah dengan menjadi pribadi dengan versi terbaik masing-masing. Pemuda yang memiliki kualitas pribadi yang baik, karakter yang kokoh, dan juga bermanfaat bagi siapapun yang ada disekitarnya. Dengan demikian jadilah kita seorang pemuda yang menjalankan amanat kemerdekaan ini.

Selain dilakukan di Rumah Kepemimpinan Pusat, Peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia ini jua dilakukan oleh Rumah Kepemimpinan di regional-regional yang dimiliki. Upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia pun dilakukan di beberapa lokasi seperti di Yogyakarta, Surabaya, Solo, Bogor, Bandung dan juga Medan.

Rumah Kepemimpinan yang menjunjung tinggi Nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan, merasa momentum tahunan ini semestinya menjadi “recharge” atas semangat kontribusi, semangat toleransi, dan semangat kolaborasi. Dengan demikian cita-cita para founding father Indonesia dapat kita lanjutkan upaya realisasinya, lanjut Yessy Nur H selaku Direktur Bidang Program Rumah Kepemimpinan dalam menambahkan pemaknaan yang Rumah Kepemimpinan lakukan.