Partisipasi Rumah Kepemimpinan dalam Pemerataan Akses Informasi Beasiswa di Ajang World Indonesia Scholarship

Halo Sob!
Sabtu, 19 September 2021 lalu, Rumah Kepemimpinan turut berpartisipasi menjadi pengisi acara dalam acara World Indonesia Scholarship (WISH) Online 2021 Episode ke-4. Acara ini mempertemukan dan menjadi forum berbagi informasi dari para lembaga penyelenggara beasiswa baik dari korporat, yayasan hingga pemerintah, dengan harapan dapat memudahkan akses bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan beragam kesempatan meraih beasiswa selama masa mereka belajar.

Acara WISH Episode ke-4 ini terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama merupakan sesi Talkshow yang diisi oleh: Aqil Wilda Arief (Direktur Kemitraan & Fundraising Rumah Kepemimpinan), Danang Bagus Y (Hasnur Foundation), Hardika Dwi H (Desamind Indonesia Foundation), Rahmi Indriyani (Sinergi Foundation), dan Muhammad Ghalih (Ghalih Foundation). Sementara di sesi kedua menghadirkan Fathin Naufal (XL Future Leader) yang memberikan Tips-tips Wawancara Beasiswa, dan Adi Wahyu Adji, S.Si., MSM. (Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan) yang menyampaikan Best Practice dalam Merencanakan Hidup dan Karir.

Beberapa kesimpulan dari acara tersebut adalah bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk saling menguatkan dan mengisi. Selain itu, memang ada perbedaan di antara setiap program beasiswa, namun ada pula kesamaannya. Hal tersebut menjadi peta yang berharga untuk membangun sinergi antara satu program beasiswa dengan program beasiswa lainnya.

“Acara ini menjadi ajang yang baik supaya tau beasiswa-beasiswa apa saja yang tersedia bagi mahasiswa. Selain itu ini jadi salah satu bentuk pemerataan akan akses informasi beasiswa supaya anak muda di manapun dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa,” testimoni dari salah satu peserta.

Semoga kolaborasi tidak berhenti di sini ya. Kamu tertarik untuk berkolaborasi juga dengan Rumah Kepemimpinan? Langsung aja DM admin instagram kami ya ūüėÄ

Cinta yang Tak Biasa

Eka Primadestia Kusumawardani atau biasa disapa Eka adalah alumni Rumah Kepemimpinan angkatan 8 dan merupakan lulusan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia 2014. Cinta pertamanya muncul saat ia di bangku SMA, tapi ini bukan sembarang cinta monyet anak sekolahan atau kutukan cinta pertama yang membuat seorang perempuan galau setengah mati. Ini tentang cinta pertama yang sudah menggugah hati, jiwa, dan pikiran seorang bocah untuk terus melangkah dalam petualangan yang penuh warna. Petualangan yang membuatnya hidup. Satu jawaban yang pasti, ini semua karena dia telah jatuh hati.

Bocah itu memiliki nama Eka Primadestia Kusumawardani, yang akrab dipanggil dengan Eka. Caranya mengenal dunia sejak kecil memang sudah dimulai dari beragam rupa kisah yang membentuknya menjadi seseorang berjiwa petualang. Cinta pertama yang ia temukan saat di bangku SMA menjadi salah satu langkah besar dari segala langkah yang telah ia lalui sampai hari ini dan diawali sebuah aksi bakti sosial semasa ia menjabat sebagai pengurus OSIS/MPK SMA.

Cintanya pada dunia sosial masyarakat pun telah dimulai. Jatuh hatinya sudah telak dan tidak dapat diganggu gugat. Karena itulah ia selalu berusaha menenggelamkan dirinya dalam aktivitas yang berkaitan dengan masyarakat. Saat kuliah, dia banyak mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat baik yang berada di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa termasuk daerah aslinya yaitu Purworejo. Kegiatan volunteering terjauhnya sampai Raja Ampat Papua.

Pengabdian adalah candu baginya. Bukan tentang apa yang dia bisa bagikan untuk masyarakat, tetapi berjuta hikmah kehidupan yang dia dapatkan dan pelajari dari setiap manusia yang dia temui selama masa pengabdian. Masyarakat adalah guru kehidupan. Pengabdian bukan tentang siapapun yang lebih hebat, tetapi tentang hadirnya ketulusan jiwa. Hati yang bekerja dan menuntun setiap aksi kebaikan. 

Jatuh hatinya pada dunia sosial masyarakat telah menuntun langkah kakinya bekerja di lembaga kemanusiaan internasional yang berfokus untuk terus membersamai bangsa di setiap waktunya. Hadir paling cepat dan tanggap baik untuk bangsa Indonesia maupun di beberapa negara lain. Saat ini ia telah berani menjadikan cintanya sebagai sebuah pekerjaan profesional bertempat di jantungnya Provinsi Jawa Tengah yaitu Semarang. 

‚ÄúKamu tahu bagaimana rasanya menerima cinta setiap hari? Ya itulah yang kurasakan setiap harinya. Aku merasa jiwaku hidup dan bahagia. Jadi lelahnya mudah menguap, ketika aku menyaksikan seorang warga menangis karena bisa bekerja lagi karena usahanya terdampak pandemi. Jadi kalau mau ngeluh capek, keluhannya udah kelu di lidah karena tiap saat masalah umat di depan mata. Maka, yang yang keluar cuma hembusan napas saja atau ada air hujan di mata,‚ÄĚ ungkap Eka menjelaskan cintanya.

Setiap orang memiliki jalannya. Begitulah Rumah Kepemimpinan, menurut Eka, berhasil membentuknya untuk berani mengambil jalan ini. Nilai dan idealisme yang sudah terinternalisasi dalam dirinya terus menguatkannya, bahwa setiap titik di Bumi Indonesia sedang menanti kontribusi para generasi mudanya. Maka sudah menjadi tugas setiap pemuda untuk segera mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan sepantas-pantasnya. Menjadikan setiap waktu sebagai bentuk kontribusi terbaik untuk bangsa. Inilah bentuk kontribusi yang bisa Eka optimalkan untuk Ibu Pertiwi, membersamai masyarakat daerah. 

“Apapun kontribusimu, sekecil atau sebesar apapun. Selalu sertakan cinta-Nya di dalam setiap langkahmu. Agar hatimu turut membersamai hingga akhirnya kamu tidak sadar bahwa langkahmu sudah sejauh ini.” pesan Eka untuk pemuda.

Bersama Tangkal Radikalisme

Silaturahim Korbinmas Baharkam Polri dan Rumah Kepemimpinan

Kegiatan ‚ÄúSambang‚ÄĚ, Menghadirkan Pembelajaran dari Seorang Mantan Narapidana Kasus Terorisme

Telah berlangsung Acara ‘Sambang’ dari Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korbinmas Baharkam Polri) dalam rangka Penyuluhan Kontra Radikal pada Kamis, 23 September 2021 pukul 09.30-11.30 WIB di Auditorium Rumah Kepemimpinan. Acara ini dihadiri oleh Pengurus dan Peserta Rumah Kepemimpinan, serta perwakilan Polda Metro Jaya.¬† Perhelatan ini bertujuan untuk membangun silaturrahim dan menjadi sarana edukasi guna menangkal segala bentuk pemikiran radikalisme serta intoleransi di kalangan mahasiswa.

Hadir dalam acara ini Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya, dan Bapak Kompol Endang Sukmawijaya selaku Kapolsek Jagakarsa beserta jajaran yang bertugas.   Pihak Rumah Kepemimpinan diwakili oleh Bapak Drs. H. Musholli selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Nurul Fikri, Bapak Bachtiar Firdaus S.T., MPP., selaku Ketua Yayasan Bina Nurul Fikri, dan Bapak Adi Wahyu Adji, S.Si., MSM. selaku Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan.

Setelah dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Idealisme Kami, Bapak Bachtiar Firdaus, selaku perwakilan Rumah Kepemimpinan dan Yayasan Bina Nurul Fikri menyampaikan sambutan pertama dari tuan rumah.  Dalam sambutannya, beliau senantiasa menegaskan bahwa Rumah Kepemimpinan menerapkan nilai yang tidak berubah sejak awal berdiri di manapun dan kapanpun yakni ROOM-PK:  Rendah Hati, Objektif, Open Mind, Moderat, Prestatif dan Kontributif.  Hal ini bertujuan supaya peserta maupun alumni Rumah Kepemimpinan selalu membangun jembatan penghubung di antara perbedaan yang ada di Indonesia sebab keberagaman adalah keindahan yang negeri ini miliki.

Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri dalam sambutannya berpesan kepada mahasiswa untuk waspada pada ajaran yang memecah belah negara ini.  Seseorang dapat terpapar radikalsime disebabkan minimnya ilmu agama sehingga kerap terjadi kesalahpahaman.  Selain bertujuan menjalin silaturahim dengan Rumah Kepemimpinan, pihak kepolisian turut mengundang Ust. Sofyan Tsauri yang merupakan mantan narapidana kasus terorisme, untuk memberikan nasihat dan memberikan edukasi tentang bahaya pemikiran radikal dari pengalaman beliau yang sempat berkecimpung dalam pemikiran tersebut beberapa tahun silam.

Ust. Sofyan Tsauri dalam tausiyahnya menceritakan latar belakang dirinya mendekam 6 tahun di bilik sel tahanan, yaitu karena mengikuti gerakan radikal pada tahun 2010 silam.¬† Dirinya memberi nasihat kepada para mahasiswa dan seluruh hadirin yang hadir bahwa perlu berhati-hati dalam mencari lingkaran pertemanan dan pentingnya berguru kepada yang bijak untuk membekali diri.¬† Beliau mengingatkan betapa berbahayanya menafsirkan Al-Qur‚Äôan tanpa berguru kepada ‘ulama, sebab kesalahan tersebut dapat berakibat fatal di antaranya adalah pertumpahan darah.

Berulang kali narasumber menggarisbawahi bahwa alasan pemikiran ekstrimisme beragama mencuat adalah karena minimnya literasi agama. ‚ÄúSeorang muslim wajib untuk belajar dan menimba ilmu agama, tetapi jangan sepotong-sepotong (meninggalkan dalil yang lain)‚ÄĚ ujar Ust. Sofyan dalam forum tersebut.¬† Harapannya pemahaman seorang muslim dapat utuh mengenali Islam secara menyeluruh. ‚ÄúTinggalkan sebuah taklim yang apabila kita selesai mengikutinya, kita menjadi benci kepada kelompok lain dan merasa kitalah yang paling benar.‚ÄĚ ujar Ust, Sofyan memberi tips sederhana menjauhkan diri dari bahaya radikalisme.

Setelah pesan pencagahan radikalisme usai, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya menyampaikan sambutan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan Rumah Kepemimpinan yang selalu belajar ilmu Al Quran.¬† Hal tersebut, menurutnya, menjadi modal yang penting untuk mempertebal iman.¬† ‚ÄúJangan mudah menyebarkan informasi yang mencederai kebersamaan dan persaudaraan di Indonesia‚ÄĚ pesan dari beliau kepada generasi muslim yang dekat dengan sosial media.

Acara ‚ÄúSambang‚ÄĚ ditutup dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan sarana kontak dari kepolisian kepada Rumah Kepemimpinan yang diwakilkan oleh Bapak Adi Wahyu Adji selaku direktur eksekutif. Besar harapan dari kegiatan ini para pemuda dapat kembali bersemangat dalam menjaga dan mencintai negeri serta menjauhkan diri dari segala bentuk gerakan yang melukai keutuhan NKRI.

‚ÄúYang Kami Harap adalah Terbentuknya Indonesia yang Lebih Baik dan Bermartabat serta Kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta‚ÄĚ kutipan Idealisme Kami Rumah Kepemimpinan.

Nantikan Berita Program dari Kami Selanjutnya!

Rumah Kepemimpinan

#InkubatorPemimpinIndonesia

Kontribusi di Sektor Jasa Hukum

Raihan Hudiana atau biasa disapa Raihan kini berkecimpung pada profesi di sektor jasa hukum, spesifiknya sebagai konsultan hukum/advokat/lawyer. Namun demikian, Raihan belum bisa disebut advokat karena usia belum mencukupi dan belum diangkat sumpah. Dirinya kini masih berstatus Junior Lawyer.

Ia memilih mengabdi pada bidang ini karena mempertimbangkan daya kebermanfaatan kepada hidup banyak orang. Hampir di semua sektor kehidupan membutuhkan orang yang paham akan hukum. Dalam menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi, ia dituntut untuk memiliki mental yang kuat dan wawasan yang luas baik lingkup publik maupun privat sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya.

Pengalamannya di kampus dalam mengurus sebuah perkara hukum, di antaranya ia pernah membantu teman sebagai tim legal dalam kontestasi pemira/pemilu. Tidak hanya itu, alumnus SMA 14 Jakarta ini pernah terjun secara langsung dalam praktik di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengenai isu internal kampus. Dari situ ia merasa ada nilai kebermanfaatan yang bisa diberi atas ilmu yang Raihan geluti.

“Sebagai fresh graduate, saya shock dengan pekerjaan praktisi hukum ini pada awalnya. Saya perlu membaca detail banyak dokumen, menulis dengan baik dan tepat, serta menjadi pendengar yang baik atas persoalan klien. Beban pekerjaan cukup banyak karena harus menyelesaikan pembuatan dokumen yang semua first draft-nya dibuat oleh junior lawyer. Namun, dapat pengalaman baru dan bisa menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi ada rasa bahagia di hati” ucap pria yang hobi travelling dan menulis.

Menurut anggota ILUNI UI dan Yayasan Serambi Hukum Indonesia ini, wajah buruk hukum di Indonesia terjadi karena minimnya sosok teladan yang mau terjun ke dunia hukum sehingga oknum yang mementingkan kepentingan pribadi justru yang menguasainya. Alhasil keburukan yang dimiliki dirusak secara sistemik.

Ada kerinduan di diri Raihan ketika berasrama. Masa-masa makan nasi uduk berama sambil berbincang ngalor-ngidul setelah Waktu Berkah Subuh adalah satu di antara kenangan indahnya di RK. Ketika itu rasa memiliki saudara asrama begitu terasa hangatnya.

Raihan mengungkapkan bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Rumah Kepemimpinan karena RK telah menanamkan nilai ROOM-PK yang sangat bermanfaat. Kebiasaan baik yang selalu didorong saat menjadi peserta banyak mempengaruhi aktivitasnya kini.

“Kontribusi itu sesimpel kamu punya apa dan apa yang kamu punya manfaatnnya bisa dirasakan oleh orang lain. Dari kontribusi yang diberikan membuat orang lain merasa terbantu dan diri kita pribadi menjadi orang yang bahagia.” ucap Raihan memaknai kontribusi.

#InspirationalStory

Rumah Kepemimpinan Menyiapkan 5 Talenta Terbaik di Industri Real Estate

Telah berlangsung kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan bersama Harmony Land dalam rangkaian pelatihan ‚ÄúManagement Trainee for Project Leader‚ÄĚ. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan talenta terbaik di sektor privat khususnya di bisnis properti dan sebagai bentuk kolaborasi strategis dari Harmony Land untuk membantu menyiapkan pemimpin Indonesia di masa depan melalui Rumah Kepemimpinan.

Di bawah pengawasan Bapak Fithor Muhammad selaku CEO Harmony Land dan Bapak Ahmad Syamil F selaku HR Harmony Land, pelatihan ini memiliki beberapa tahapan : pendaftaran internal (6-18 Agustus 2021), assessment calon peserta (20 Agustus-4 September 2021), dan Bootcamp (9-11 September 2021). Para peserta yang mendaftar memiliki latar belakang sebagai alumni muda Rumah Kepemimpinan sekaligus fresh graduate.

Total dari 10 pendaftar yang berasal dari alumni muda dan fresh graduate, terdapat 5 orang yang berhasil lolos hingga tahap seleksi usai. 5 peserta yang lolos ini di antaranya adalah Kevin Aushaf Quds (UI), Riski Iswatum Mu’si (UNHAS), Fran Jaya (USU), Andi Firmansyah (IPB), dan M. Zainal Arifin (UNS). Mereka dipersiapkan dalam berkarir dan bertumbuh sebagai management trainee pada project leader Harmony Land.¬†

Para narasumber tak luput dalam memberi pesan kepada para peserta mulai dari tahap pendaftaran hingga bootcamp usai. ‚ÄúMereka yang terpilih adalah yang terbaik dari yang terbaik, dengan begitu saya meyakini ini akan menjadi bentuk kolaborasi strategis antara dua lembaga. Mereka yang terpilih tidak hanya memiliki potensi untuk sukses secara karir, melainkan peluang untuk berkontribusi bagi penyiapan pemimpin Indonesia lainnya di Rumah Kepemimpinan‚ÄĚ pesan dari Bapak Fithor Muhammad selaku CEO Harmony Land.

Dari pihak Harmony Land mengaku bahwa kesempatan kolaborasi ini menjadi istimewa dan strategis sebab sudah mengenal kualitas lulusan Rumah Kepemimpinan sebelumnya. Ada keinginan value yang ditanamkan di RK menjadi value yang dapat meluas dengan keteladanan menjadi seorang project leader di sektor riil (properti).

‚ÄúMenjadi MT Project Manager di sebuah perusahaan properti yang sedang berkembang pesat seperti Harmony Land Group merupakan tantangan besar bagi saya. Dimana saya harus siap untuk belajar bisnis A to Z dengan sangat cepat dan memahami P3K (Perizinan, Pembangunan, Penjualan dan Keuangan) yang menjadi pilar dalam bisnis properti. Tidak hanya bisnis, tetapi saya juga diajarkan mengenai ilmu kehidupan dan menjadi seorang muslim yang produktif‚ÄĚ ucap testimoni dari Fran Jaya, peserta yang lolos hingga sesi bootcamp selesai.

Kevin Aushaf sebagai salah satu peserta pun mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa lulus seleksi mengikuti program management trainee yang diadakan oleh Harmony Land Group. Informasi tersebut bisa ia dapatkan di awal karena kuatnya jaringan antarpeserta dan alumni Rumah Kepemimpinan, sehingga Kevin merasakan sendiri manfaatnya untuk dunia pascakampus. Alumni muda RK ini berharap dapat maksimal dan menikmati proses dalam mengikuti program serta semoga Allah berikan hasil yang terbaik.

Menapaki Jalan Akademisi

Fiqhi Fauzi atau biasa dipanggil Fiqhi adalah alumni berdarah Medan yang pernah bekerja di perusahaan swasta bidang penelitian dan saat ini telah dinyatakan diterima pada jurusan yang sama yaitu fisika untuk program magister. Alasan memilih ranah akademik karena minat dan sangat antusias ketika aktivitasnya bersinggungan di ranah keilmuan.

Bagi Fiqhi, banyak kisah yang relate semasa di kampus dengan pekerjaan yang digeluti saat ini. Aktif di organisasi dan komunitas penelitian di kampus serta sering mengikuti lomba dari tingkat lokal sampai nasional membuatnya yakin pada suatu saat kelak akan menjadi seorang scientist.

Pria yang hobi membaca, ikut webinar, jalan kaki ataupun jogging ini kerap menghadiri kajian siraman rohani satu pekan sekali untuk menambah ilmu di luar pekerjaannya.

Semasa Fiqhi berasrama di Medan, ia kerap dipanggil dengan sebutan Pak Rete. Entah mengapa, barangkali teman-temannya memanggilnya seperti itu karena ia senang sekali memakai sarung barangkali. Ada pengalaman getir yang Fiqhi dan teman-temannya rasakan selama masa pembinaan yang mana satu angkatan 8 Medan berencana untuk tour ke negeri tetangga untuk melakukan project tertentu. Kegiatan fundraising dengan menjual makanan arem arem sampai jasa kita lakukan dengan semangat. Namun, ikhtiar Fiqhi dan kawan-kawan gagal berangkat karena suatu hal.

“Alhamdulillah, RK sangat berperan bagi saya dalam pembentukan diri. Terutama secara spiritual. Bahkan, saya bisa seperti sekarang ini tidak lepas dari campur tangan RK. Saya bisa mendapatkan pekerjaan yang sekarang dikarenakan teman di RK yang ketika memberikan informasi, kemudian saya hubungi. Hingga bisa seperti sekarang. Saya yakin, pada kehidupan mendatang juga peran RK sangat membantu, dengan semakin banyaknya alumni yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia.” optimis Fiqhi pada alumni RK.

“Kontribusi adalah ketika kita selalu menjunjung dan menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan kepada kita, di mana pun berada, maka itu termasuk kontribusi. Seperti halnya menjunjung dan menerapkan nilai ROOM PK dalam kehidupan sehari sehari, maka kita sudah berkontribusi sembari juga aktif dalam kegiatan nyata di tengah masyarakat.” semangat Fiqhi dalam memaknai kontribusi.

#InspirationalStory

 

Data Science Enthusiast

Pria yang akrab disapa Khalil ini adalah seorang ex-supervisor RK Makassar yang kini lompat karir sebagai auditor dengan pendekatan data science di perusahaan daerah Surabaya, Jawa Timur. Dengan background pendidikan ilmu komputer dan antusias pada matematika, Khalil mengambil bagian di bidang Audit dan Analytics dengan menggunakan data science untuk mempermudah kegiatan auditing perusahaan.

Semasa di kampus, ia mendirikan beberapa organisasi, tetapi yang bertahan sampai hari ini salah satunya adalah Data Science Indonesia Chapter Sulawesi Selatan untuk mengedukasi terkait literasi data di Sulawesi Selatan. Pada tahun 2020 bersama dua dosen dari kampus berbeda bersama mencetuskan organisasi data science pertama di Sulawesi Selatan.

Khalil hobi sekali belajar dengan mengikuti course dan webinar. Sampai-sampai ada banyak course yang sudah terbeli, tapi belum dipelajari sama sekali karena belum ada waktu luang untuk pelajari coursenya lagi. Namun, yakin suatu saat akan dipelajari dan dioptimalkan ilmunya.

Selama 4 tahun dibina di RK dan 2 tahun menjadi supervisor, Khalil merasakan bahwa persaudaraan di RK begitu kental. Saat ia menjadi peserta, pernah ada momen yang membuatnya haru kala Bapak meninggal di bulan Ramadhan tahun 2018. Semua teman-temannya di RK kala itu datang ke RS untuk turut mengurusi jenazah Bapak hingga ikut melayat di rumah duka. 

Pengalaman berharga lainnya ia dapatkan ketika menjadi supervisor RK dan ini sesuatu yang tantangannya terasa banget. Mengawasi dan controlling 25 pemimpin itu luar biasa challenging, tapi menyenangkan karena serasa simulasi jadi “Bapak Rumah Tangga” baginya. ‚ÄúHitung-hitung simulasi sebelum berkeluarga‚ÄĚ ucap Khalil bernada guyon.

Menurut Khalil, peran Rumah Kepemimpinan dalam kehidupannya kini dapat mengubah dirinya dari seorang pendiam dan tidak percaya diri menjadi seorang yang lebih senang sharing, perlahan tidak demam panggung, dan serta jadi tau arah langkahnya di masa depan. 

Ada dua hal yang paling Khalil notice selepas dari RK. Pertama, ibadah yaumiyah, alhamdulillah, jadi lebih baik dan terarah. Kedua, semua rencananya di masa perkuliahan tercapai semua! Baginya, mungkin Allah sengaja memberi lingkungan produktif seperti ini untuk membantu mencapai apa yang kita butuh.

‚ÄúKontribusi adalah tidak mempertanyakan apa yang telah diberikan kepada kita, tapi mencoba mempertanyakan apa yang kita berikan kepada sesama, dan juga dibarengi dengan ACTION! karena percuma bertanya tapi ga ada sesuatu yang bisa kita berikan‚ÄĚ semangat Khalil saat menjelaskan makna kontribusi.

#InsprirationalStory

Kolaborasi Rumah Kepemimpinan dan Aksi Cepat Tanggap – Operasi Beras Gratis Santri Yatim dan Dhuafa, 9 September 2021

Pandemi memang masih terjadi, tapi semangat kebaikan tidak boleh berhenti! 

Hari Kamis kemarin (9/9) Rumah Kepemimpinan berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap menyelenggarakan kegiatan operasi beras gratis untuk santri yatim dan dhuafa. Kali ini, pesantren yang kami kunjungi adalah Pondok Pesantren Utrujah di Ciseeng, Kab. Bogor.

Operasi beras gratis ini juga merupakan implementasi dari campaign yang dilakukan oleh Rumah Kepemimpinan pada bulan Agustus lalu. Campaign tersebut berhasil menghimpun Rp. 5.510.896 dari 103 sobat leaders. 

Dana tersebut disalurkan untuk 230 santri dan 60 pengajar qur’an di pesantren ini. Pihak Rumah Kepemimpinan juga diwakili oleh beberapa peserta dari @rkbobana dan @rkbogor lho! Pengalaman terjun langsung ke masyarakat ini membawa banyak pelajaran berharga tentunya untuk peserta.

Seperti yang diungkapkan Athaya, peserta @rkbobana: “Salah satu pelajaran penting yang membekas banget dari perjalanan hari ini adalah tentang seriusnya mereka semua untuk menuntut ilmu di tengah berbagai keterbatasan. Aku sendiri tertarik banget dengan mekanisme pembelajaran di sana, karena kebetulan relate dengan studi kampusku tentang Ilmu Keluarga di IPB. Masyaa Allah banget ngeliat mereka bisa dengan senang hati menghafal 2 juz Al-Qur’an hanya dalam 2 bulan aja.”

Hal lain yang sangat membekas dari pesantren tersebut juga adalah kesungguhan dan ketulusan para pendidik memberi pendidikan quran untuk para santrinya. “Dari sana kita bisa lihat keberhasilan santrinya itu dihasilkan dari ketulusan yang luar biasa dari para ustadz/ahnya,” tutur Garnieta selaku peserta Rumah Kepemimpinan yang ikut melihat kondisi di lokasi.

Operasi beras gratis kemarin memang memberikan solusi jangka pendek untuk kebutuhan para santri dan pendidik di sana. Saat tim Rumah Kepemimpinan datang, masih terbatas infrastrukturnya dan perlu diperbaiki. Contohnya sumur pesantren yang merupakan sumur pendek dan sering kering. Juga tentang ruangan kamar sekaligus ruang belajar mereka yang terbatas. Beratap seng dan berlantai semen. Panasnya masya Allah kalau siang.

Semoga perjalanan kemarin menjadi hikmah yang mendalam untuk para peserta Rumah Kepemimpinan yang terlibat, serta menjadi pembuka aliran-aliran kebaikan lainnya untuk pesantren Utrujah membentuk generasi-generasi Indonesia yang mencintai Al-Qur’an.

Nantikan kolaborasi lainnya dari Rumah Kepemimpinan!

#IndonesiaMariPulihBersama!

Life Plan Training Kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan dan SMAIT Al-Uswah Surabaya

Telah berlangsung kegiatan kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan dan SMAIT Al-Uswah, Surabaya bertajuk Life Plan Training yang diselenggarakan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ini diawali dengan kegiatan pembukaan pada hari Ahad, 29 Agustus 2021 dan dihadiri oleh siswa kelas 12 berjumlah 90 siswa. Agenda Life Plan Training ini bertujuan untuk memperkuat motivasi diri di masa depan, membantu menyusun langkah-langkah yang tepat untuk menggapai mimpi, dan menentukan target serta cita-cita yang tepat di masa depan. Dalam perhelatan daring tersebut, dihadiri perwakilan dari pondok pesantren yakni Pak Bayu dan Ibu Rini sebagai guru pendamping. Pada acara pembukaan, dihadiri pula 9 fasilitator untuk mendampingi santri dalam mengerjakan lembar kerja yang tersedia.  Coach Adji selaku pemateri utama pada pelatihan ini menyampaikan pesan betapa pentingnya bermimpi dengan mata terbuka dan janganlah takut untuk mencoba hal-hal baru.

Acara ini berlangsung selama enam hari berturut-turut dengan pembahasan yang berbeda setiap harinya. Setiap materi yang disajikan, terdapat lembar kerja untuk membantu siswa merumuskan mimpinya supaya mudah tervisualisasikan. Pada hari pertama, Rumah Kepemimpinan menyediakan Live Zoom bersama 90 peserta untuk membahas cara-cara mengenali diri. Pada hari kedua sampai hari kelima, Rumah Kepemimpinan menyediakan e-learning  berbentuk video dengan topik yang beragam: cara menuliskan 100 mimpi, cara merumuskan mimpi utama, cara menentukan aktivitas yang sesuai dengan tujuan, dan cara membuat peta hidup. Pada hari keenam acara ditutup dengan pemaparan kesimpulan materi oleh Coach Adji, penyampaian testimoni, dan pengumuman 3 peserta terbaik.

‚ÄúAlhamdulillah anak-anak sudah digembleng oleh para mentor dan diberi motivasi oleh Coach Adji dalam membuat life plan. Semoga anak-anak yang galau-ers ini bisa mendapat pencerahan, gambaran, dan pandangannya dalam meniti masa depan. Kami harapkan pula pada momen hari ini menjadi awal mereka dalam merangkai mimpi dan mencapai kesuksesannya di masa mendatang,‚ÄĚ ucap Pak Bayu selaku perwakilan dari Kepala SMAIT Al-Uswah, Surabaya.

Kolaborasi RK dan NAMA Fund Indonesia – Orientation Camp, 28-29 Agustus 2021

Assalamu’alaykum Sob!

Tanggal 28-29 Agustus lalu, Rumah Kepemimpinan menyelenggarakan kegiatan Orientation Camp bagi 22 Orang Penerima Beasiswa Biaya Kuliah Penuh 4 Tahun Plus Pembinaan NAMA Fund Indonesia Batch 3 – 2021, yang dilaksanakan di @themargohotel. Tentunya kegiatannya dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan ketat ya ūüėČ

Nah, NAMA Fund sendiri merupakan program beasiswa kuliah kerjasama antara @namafoundation, sebuah NGO Internasional yang berfokus pada pengembangan Sektor Pendidikan dan Sosial, dengan Rumah Kepemimpinan selaku local partner yang menjalankan program ini di Indonesia.

Melalui program Orientation Camp ini, para beswan yang notabene-nya adalah Mahasiswa Baru, dibekali dengan 9 (sembilan) Modul Nurturing Development Program dari Rumah Kepemimpinan.¬† 2 dari 9 modul disampaikan secara langsung selama Orientation Camp, yaitu modul ‚ÄúCampus Orientation‚Ä̬† yang disampaikan oleh Coach @ihsan.obi dan modul ‚ÄúLife Planning‚ÄĚ yang disampaikan oleh Coach @adi.wahyu.adji.

Para beswan juga difasilitasi dengan small group coaching, yang diampu oleh para coaches terpilih yang akan membersamai setiap proses perkembangan diri mereka selama 4 tahun ke depan.

Semoga melalui Orientation Camp ini, para beswan bisa saling membangun kebersamaan dan kekeluargaan sebagai langkah awal untuk berjuang bersama menjadi mahasiswa berprestasi selama 4 tahun kuliah hingga lulus nanti sebagai SDM-SDM berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan Orientation Camp, 28-29 Agustus 2021 di @themargohotel