Workplace Agility in Pandemic Situation

Workplace Agility in Pandemic Situation
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Sejak kecil jiwa kepemimpinan telah tertanam di dalam diri Mogi. Pria berkacamata yang lahir di Jakarta, 28 Maret 1994 ini, terbiasa melihat ayahnya aktif sebagai penggerak pemuda di lingkungannya. Ini yang membuat Mogi tumbuh menjadi seorang anak yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Bahkan sejak SD di setiap tahunnya ia selalu terpilih menjadi ketua kelas. Sampai SMA pun Mogi terpilih menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 14 Jakarta.

Semangatnya untuk berkontribusi memacu Mogi untuk terus berkarya. Di IPB, Mogi aktif mengikuti kegiatan organisasi dari staf di BEM TPB IPB, kemudian menjadi Menteri PSDM BEM KM IPB. Sampai akhirnya, pada 2016 Mogi terpilih sebagai Wakil Ketua BEM IPB. Karakternya ini tidak lepas dari nilai-nilai kepemimpinan yang selalu ditanamkan ketika ia menjadi peserta Rumah Kepemimpinan.

Setelah menyelesaikan amanahnya sebagai Wakil Ketua BEM IPB. Mogi mengambil kesempatan berkarir di PT Maxima Business Solution atau yang lebih dikenal Maxima Indonesia dengan status magang. Maxima Indonesia merupakan perusahaan konsultan CSR. Dari kesempatan ini Mogi mengerjakan berbagai proyek yang berkaitan dengan dunia sosial.

Untuk tetap teguh kala hantaman pandemi ini tidaklah mudah. Merumahkan karyawan, bekerja  dengan 5 karyawan full time dan sisanya part-time, mengambil sebanyak-banyaknya peluang kolaborasi dengan institusi lain adalah sekian cara yang dilakukannya supaya dapat bertahan. Berat memang, tetapi ini konsekuensi yang harus dilakukan supaya perusahaan bisa bernapas panjang dalam memberi dampak sosial yang nyata.

Di antara badai pandemi yang menerpa, datang peluang kolaborasi bersama BAZNAS DKI Jakarta dan Warung Pintar untuk membuat program Bagi Piring : program membagikan sembako untuk lansia dan difabel di seluruh Jakarta.  Kemudian Mogi dan tim dipercaya oleh Yayasan PLAN Internasional untuk memberikan pelatihan wirausaha selama 3 bulan dengan sasaran 150 anak SMK. Pelatihan ini mereka bisa membuat usaha sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Sebagai seorang Managing Director dengan jumlah anggota tim yang sedikit, Mogi pun harus turun langsung untuk bertemu klien dan membangun hubungan interpersonal dengan sangat baik supaya kolaborasi serta kebermanfaatan tidak menemui jalan buntu. Pada Oktober 2020, Warung Pintar mengajak Maxima untuk memberikan bantuan dana dan pendampingan usaha 3.000 UMKM selama tiga bulan di 4 provinsi. Pelatihan ini bertujuan agar para pemilik warung dapat tetap bertahan di masa pandemi.

Proyek-proyek kebaikan terbuka sangat lebar. Mogi tidak menyangka Allah akan memberikan skenario sebaik ini. Di balik kesulitan, selalu ada kemudahan. Jika kita niatkan semua hal yang kita kerjakan dengan tulus dan ikhlas membantu orang lain. Pasti Allah memberikan jalannya. Proyek kebaikan ini bukan hanya bermanfaat untuk para penerima saja, tetapi juga membuat para pegawai dan perusahaan dapat bertahan di masa ini.

Mogi sangat bersyukur dapat terus mengaplikasikan mottonya “Maknai hidup untuk menjadi bermanfaat untuk sesama”. Perjalanan ini membuat Mogi belajar bahwa agility itu harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Karakter yang Mogi miliki tidak lepas dari nilai ROOM-PK yang selalu ditanamkan ketika menjadi peserta di Rumah Kepemimpinan bahwa kita harus optimis melalui masa kritis saat ini. “Yakinlah bahwa pertolongan Allah begitu dekat dan akan datang pertolongan untuk mereka yang memiliki niat baik membantu sesama.”

More to explorer

Petualangan Merawat Keuangan

Selasa 22 Februari, ia masih sibuk mendorong brankar pasien IGD. Lalu keesokan harinya, Rabu 23 Februari, alumni Ilmu Keperawatan UI ini sudah

Workplace Agility in Pandemic Situation

Sejak kecil jiwa kepemimpinan telah tertanam di dalam diri Mogi. Pria berkacamata yang lahir di Jakarta, 28 Maret 1994 ini, terbiasa melihat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *