Kisah Mahasiswi Kedokteran yang Aktif di Organisasi dan Menjuarai Beberapa Lomba

photo_2021-12-15_16-19-35
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Nabila Alsya Dwi Nirvana atau akrab disapa Alsya adalah Mahasiswi Jurusan Pendidikan Dokter Universitas Padjadjaran Angkatan 2018. Ia juga merupakan Peserta Rumah Kepemimpinan (RK) Regional Putri Bobana (Bogor Bandung Nangor) Angkatan X. Alsya sedang menjalani semester akhir. Salah satu kesibukan utamanya adalah skripsi. Aktivitas ekstranya juga masih berjalan, beberapa di antaranya, Alsya mengemban amanah sebagai Sekbend Tim Inti Majelis Dewan Pertimbangan Asy-Syifaa FK Unpad, part time private tutor, dan mengakselerasi diri lewat lomba. Dara muda ini juga suka melakukan ksperimen masak-memasak.

Dorongan awal Alsya ikut lomba adalah dari RK. Pada dasarnya Alsya tidak terlalu suka kompetisi. Organisasi lebih menarik perhatiannya. Pasca momen evaluasi semester di RK, Bang Adji, selaku evaluator meminta dirinya untuk ikut lomba. Bagi Alsya ikut lomba memaksa dirinya keluar dari zona nyaman. Meski niat awalnya untuk menggugurkan kewajiban pasca evaluasi semester, Allah hadiahkan kesempatan juara.

Setelah dikulik, Alsya pertama kali ikut lomba saat semester 6 itupun atas permintaan dosen pembimbing skripsi. Alhamdulillah saat itu Alsya langsung menyabet juara 2 nasional. Saat liburan kenaikan semester 7 ia kembali berpartisipasi dalam lomba. Alsya mendaftar 4 lomba. Qadarullah semuanya masuk final, dan menyabet juara di 3 lomba. Salah satu ajang lomba yang berhasil dimenangkan Alsya dan tim adalah International Nutrition and Health Symposium (INHESION) 2021 yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM).

Alsya dan timnya adalah mahasiswa semester akhir. Alhamdulillah meski di tengah berbagai kesibukan akademik dan organisasi mereka tetap memprioritaskan lomba dan sikap saling mengerti di tengah ketidakpastian dunia daring ini. Menurut Alsya penting untuk tahu kondisi personil tim sehingga bisa saling mengisi.

Tidak semua proses berjalan mudah. Di tahap final, salah satu anggota timnya Alsya harus membagi waktu dengan kegiatan lainnya. Singkat cerita, kondisi itu membuat mereka harus merombak rencana serta powerpoint yang telah dibuat. Gangguan koneksi juga menjadi salah satu kendala teknis saat hari lomba, ‘ala kullihaal Allah berikan kemudahan atas semua tantangan yang ada.

Bagi Alsya penting mencoba terlebih dulu, masalah hasil belakangan. Dalam mencoba harus semaksimal mungkin. Ia juga tidak berharap menang ketika sudah memberikan usaha terbaiknya.

Allah menghadiahkan kemenangan pada Alsya dan tim atas segala perjuangan yang telah mereka lalui. Capaian tersebut menjadi api pemicu semangat untuk terus berkarya. Semoga apa yang Alsya dan timnya lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Mereka menyadari bahwa perjalanannya masih sangat panjang, banyak pintu kesempatan untuk terus mengembangkan diri untuk mengharumkan nama baik almamater tercinta!

Terima kasih sudah berkenan membaca cerita perjuangan Alsya. Nantikan cerita peserta Rumah Kepemimpinan lainnya.

More to explorer

Leave a Reply

Your email address will not be published.