Kontribusi di Sektor Jasa Hukum

Raihan Hudiana atau biasa disapa Raihan kini berkecimpung pada profesi di sektor jasa hukum, spesifiknya sebagai konsultan hukum/advokat/lawyer. Namun demikian, Raihan belum bisa disebut advokat karena usia belum mencukupi dan belum diangkat sumpah. Dirinya kini masih berstatus Junior Lawyer.

Ia memilih mengabdi pada bidang ini karena mempertimbangkan daya kebermanfaatan kepada hidup banyak orang. Hampir di semua sektor kehidupan membutuhkan orang yang paham akan hukum. Dalam menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi, ia dituntut untuk memiliki mental yang kuat dan wawasan yang luas baik lingkup publik maupun privat sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya.

Pengalamannya di kampus dalam mengurus sebuah perkara hukum, di antaranya ia pernah membantu teman sebagai tim legal dalam kontestasi pemira/pemilu. Tidak hanya itu, alumnus SMA 14 Jakarta ini pernah terjun secara langsung dalam praktik di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengenai isu internal kampus. Dari situ ia merasa ada nilai kebermanfaatan yang bisa diberi atas ilmu yang Raihan geluti.

“Sebagai fresh graduate, saya shock dengan pekerjaan praktisi hukum ini pada awalnya. Saya perlu membaca detail banyak dokumen, menulis dengan baik dan tepat, serta menjadi pendengar yang baik atas persoalan klien. Beban pekerjaan cukup banyak karena harus menyelesaikan pembuatan dokumen yang semua first draft-nya dibuat oleh junior lawyer. Namun, dapat pengalaman baru dan bisa menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi ada rasa bahagia di hati” ucap pria yang hobi travelling dan menulis.

Menurut anggota ILUNI UI dan Yayasan Serambi Hukum Indonesia ini, wajah buruk hukum di Indonesia terjadi karena minimnya sosok teladan yang mau terjun ke dunia hukum sehingga oknum yang mementingkan kepentingan pribadi justru yang menguasainya. Alhasil keburukan yang dimiliki dirusak secara sistemik.

Ada kerinduan di diri Raihan ketika berasrama. Masa-masa makan nasi uduk berama sambil berbincang ngalor-ngidul setelah Waktu Berkah Subuh adalah satu di antara kenangan indahnya di RK. Ketika itu rasa memiliki saudara asrama begitu terasa hangatnya.

Raihan mengungkapkan bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Rumah Kepemimpinan karena RK telah menanamkan nilai ROOM-PK yang sangat bermanfaat. Kebiasaan baik yang selalu didorong saat menjadi peserta banyak mempengaruhi aktivitasnya kini.

“Kontribusi itu sesimpel kamu punya apa dan apa yang kamu punya manfaatnnya bisa dirasakan oleh orang lain. Dari kontribusi yang diberikan membuat orang lain merasa terbantu dan diri kita pribadi menjadi orang yang bahagia.” ucap Raihan memaknai kontribusi.
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Raihan Hudiana atau biasa disapa Raihan kini berkecimpung pada profesi di sektor jasa hukum, spesifiknya sebagai konsultan hukum/advokat/lawyer. Namun demikian, Raihan belum bisa disebut advokat karena usia belum mencukupi dan belum diangkat sumpah. Dirinya kini masih berstatus Junior Lawyer.

Ia memilih mengabdi pada bidang ini karena mempertimbangkan daya kebermanfaatan kepada hidup banyak orang. Hampir di semua sektor kehidupan membutuhkan orang yang paham akan hukum. Dalam menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi, ia dituntut untuk memiliki mental yang kuat dan wawasan yang luas baik lingkup publik maupun privat sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya.

Pengalamannya di kampus dalam mengurus sebuah perkara hukum, di antaranya ia pernah membantu teman sebagai tim legal dalam kontestasi pemira/pemilu. Tidak hanya itu, alumnus SMA 14 Jakarta ini pernah terjun secara langsung dalam praktik di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengenai isu internal kampus. Dari situ ia merasa ada nilai kebermanfaatan yang bisa diberi atas ilmu yang Raihan geluti.

“Sebagai fresh graduate, saya shock dengan pekerjaan praktisi hukum ini pada awalnya. Saya perlu membaca detail banyak dokumen, menulis dengan baik dan tepat, serta menjadi pendengar yang baik atas persoalan klien. Beban pekerjaan cukup banyak karena harus menyelesaikan pembuatan dokumen yang semua first draft-nya dibuat oleh junior lawyer. Namun, dapat pengalaman baru dan bisa menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi ada rasa bahagia di hati” ucap pria yang hobi travelling dan menulis.

Menurut anggota ILUNI UI dan Yayasan Serambi Hukum Indonesia ini, wajah buruk hukum di Indonesia terjadi karena minimnya sosok teladan yang mau terjun ke dunia hukum sehingga oknum yang mementingkan kepentingan pribadi justru yang menguasainya. Alhasil keburukan yang dimiliki dirusak secara sistemik.

Ada kerinduan di diri Raihan ketika berasrama. Masa-masa makan nasi uduk berama sambil berbincang ngalor-ngidul setelah Waktu Berkah Subuh adalah satu di antara kenangan indahnya di RK. Ketika itu rasa memiliki saudara asrama begitu terasa hangatnya.

Raihan mengungkapkan bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Rumah Kepemimpinan karena RK telah menanamkan nilai ROOM-PK yang sangat bermanfaat. Kebiasaan baik yang selalu didorong saat menjadi peserta banyak mempengaruhi aktivitasnya kini.

“Kontribusi itu sesimpel kamu punya apa dan apa yang kamu punya manfaatnnya bisa dirasakan oleh orang lain. Dari kontribusi yang diberikan membuat orang lain merasa terbantu dan diri kita pribadi menjadi orang yang bahagia.” ucap Raihan memaknai kontribusi.

#InspirationalStory

More to explorer

Petualangan Merawat Keuangan

Selasa 22 Februari, ia masih sibuk mendorong brankar pasien IGD. Lalu keesokan harinya, Rabu 23 Februari, alumni Ilmu Keperawatan UI ini sudah

Workplace Agility in Pandemic Situation

Sejak kecil jiwa kepemimpinan telah tertanam di dalam diri Mogi. Pria berkacamata yang lahir di Jakarta, 28 Maret 1994 ini, terbiasa melihat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *