Ambil Peran sebagai Penyuluh Kehutanan – Ernas Isnaeni Lukman

Ermas Isnaeni Lukman atau biasa dipanggil Ermas adalah seorang Penyuluh Kehutanan dengan bidang kerja lingkungan hidup dan kehutanan. Wilayah kerja lulusan IPB ini mayoritas 98% di perairan laut tropis yang mana relevan dengan studi S1 yang ia ambil. Dirinya memfokuskan diri di ranah pemberdayaan masyarakat yang cukup nyambung dengan pekerjaan sebelumnya sebagai pendamping Badan Usaha Milik Desa Pemprov Jawa Barat dalam program Patriot Desa.

Pada seleksi CPNS tahun 2019, Ermas memilih formasi sebagai Penyuluh Kehutanan – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di instansi Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken. Sebagai seorang lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ilmu yang pernah ia dapatkan selama kuliah tidak sia-sia dan bisa bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Sejak kuliah Ermas mengambil peminatan di laboratorium divisi Ekobiologi dan Konservasi Sumberdaya Hayati Perairan, maka tak ayal dirinya kini passionate pada ranah pemberdayaan masyarakat atau organisasi.

Ia sering mengikuti kegiatan kampus berupa pengabdian ke desa-desa lingkar kampus atau aksi sosial lainnya. Ia juga memiliki pengalaman serta softskill seperti public speaking, negosiasi, handling mass communication, dan leadership karena sudah terbiasa selama di kampus.

Pria yang menggemari dunia sepak bola dan futsal ini ternyata juga hobi travelling. Bahkan sekarang coba mengekspresikan diri di bidang selam. Untuk travelling, Ermas merasa tertantang mendatangi tempat tempat baru. Meskipun pekerjaannya banyak di suasana pantai, ia selalu merasa senang bila menjelajahi daerah pegunungan.

Untuk menunjang karirnya saat ini Ermas aktif mengikuti kelas pelatihan online bidang enterpreneur atau webinar terkait keilmuan.

Hidup jauh dari keluarga membuat Ermas sering melakukan silaturahmi dengan berbagai jaringan dan latar belakang di kota baru tempat ia tinggal kini, kota Manado. Di tempat baru, Ermas belajar membaur dengan masyarakat lokal yang berbeda suku dengan tempat kelahirannya. Ia belajar budaya serta bahasa agar bisa melebur dengan mereka tetapi tetap memegang teguh nilai nilai ROOM-PK.

Ermas mengaku bahwa Rumah Kepemimpinan sangat berperan pada kehidupannya saat ini. Nilai ROOM-PK dan jati diri anak RK melekat utuh dalam dirinya. Ia merasa bersyukur bisa merasakan pembinaan di RK sehingga dirinya bisa beradaptasi dengan baik sebagai seorang pendatang di tanah Sulawesi dan tetap memegang teguh nilai keislaman di tengah keberagaman suku serta agama.

Menemukan Jalan di Dunia Ternak

Putaran tahun 2010 menjadi awal cerita. Hari Bowo, atau akrab disapa Mas Bowo, bisa dibilang mengawali masa pascakampusnya di jalan “nyaman”. Sebagai lulusan kampus ternama dan mendapatkan pekerjaan di BUMN merupakan impian bagi banyak anak muda. Stabilitas di depan mata. Tapi bukan jalan itu yang malah diambil oleh Mas Bowo. Lalu apa jalan hati yang dia pilih? “Menjadi peternak,” tegasnya. Langkah Mas Bowo menjadi peternak diawali dengan melakukan perawatan dan penggemukkan sapi. Mas Bowo mendapat keuntungan sedikit demi sedikit dari usaha tersebut yang nantinya bisa cukup untuk membeli tanah di kawasan Cikerai guna mengembangkan usahanya.

Ketika merintis sampai memajukan usahanya sampai hari ini, Mas Bowo selalu memprioritaskan untuk merekrut anak muda daerah Cikerai supaya bisa tumbuh bersama-sama. Sebenarnya mudah saja bagi Mas Bowo untuk mengajak kawan-kawannya semasa di kampus untuk menemani dalam mengelola usahanya saat ini. Namun, ia memilih untuk memberdayakan pemuda desa daerahnya supaya bisa turut berkarya. Menurutnya, ini bagian tanggung jawab sosial dengan masyarakat sekitar agar maju bersama.

Berwisata ke wilayah peternakan, memberi pakan kambing, dan memerah susu sapi, melihat cara berternak kelinci, ayam, burung dara, dan lele mungkin suatu hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang desa, tetapi menjadi sesuatu yang beda bagi masyarakat kota. Hal ini yang membuat daya tarik tersendiri Villa Ternak Cikerai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak hanya aktivitas peternakan, pengunjung juga disuguhkan area outbond, camping, flying fox, air softgun, dan tempat lainnya. Sebagai lulusan IPB, Mas Bowo juga tidak luput untuk membuka fasilitas untuk mengedukasi para pengunjungnya tentang dunia peternakan. “ada sejumlah program seperti Villa Academy sebagai wadah untuk pelatihan dan penyuluhan, dan juga camp community,”

Mas Bowo bersama pemuda daerahnya berhasil menyulap lahan yang tak berpenghuni menjadi tempat wisata. Hal ini membuat dirinya memiliki harapan baru yakni menjadikan Villa Ternak sebagai ‘penghubung’ antara pasar dengan para petani maupun peternak yang terdapat di Cilegon dan sekitarnya. Mimpinya, para petani di kemudian hari tak perlu gelisah bahwa nilai hasil bumi dan hewan peliharaannya jatuh.

Dari tangan dingin Mas Hari Bowo, Villa Ternak Cikerai dinobatkan menjadi Agroeduwisata yang pertama di daerah Cilegon, Banten. Mas Bowo bersama rekan timnya pun berhasil menjadikan Villa Ternak sebagai salah satu penyedia hewan qurban terbesar di Banten dan telah berpengalaman lebih dari 10 tahun mengirimkan paket qurban ke pelosok Indonesia.

Sumber :

  1. news.detik.com/berita/d-3740757/raup-rp-5-miliar-sarjana-ipb-ini-karyakan-pemuda-desa
  2. radarbanten.co.id/berkenalan-dengan-hari-bowo-penggagas-wisata-vila-ternak-cikerai/

Living with the Giants

Bening Kalimasada Aura Keindahan atau akrab disapa Bening merupakan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Indonesia sekaligus Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta angkatan X. Duduk di bangku perkuliahan pada tahun 2018, saat ini Bening sedang berjuang menyelesaikan studinya di semester 6. Tidak hanya kuliah, ia juga aktif dalam beberapa kegiatan, salah satunya komunitas Teens Go Green Indonesia. Bening juga sangat suka menuangkan pikiran dan perasaannya dalam bentuk tulisan melalui blog Penggamit Kalimasada. Silakan mampir ke blog pribadinya untuk menyelami setiap buah pikirnya. Kegemarannya dalam menulis membawa Bening bersama timnya menjuarai International Student Engineering Conference dengan kategori Best Paper and Presentation.

10 bulan dibina dan ditempa di Rumah Kepemimpinan, meninggalkan kesan yang mendalam untuk Bening. Baginya, penting bagi seorang pemimpin untuk memperhatikan aspek spiritualitas sebab mereka akan berkontribusi kepada masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, RK menyediakan tools tracking ibadah harian dan kajian keislaman agar proses penempaan berjalan optimal dan utuh. Selama menjalani masa pembinaan, Bening pernah suatu hari diminta membuat life plan dan visualisasi mimpi. Hal ini “menampar” Bening agar ia bisa membuat perencanaan strategis dan aksi konkret sehingga aktivitas yang dilakukan sehari-hari lebih teratur dan lebih jelas.

Pembinaan di RK kerap mempertemukan peserta dengan orang-orang hebat (raksasa). Raksasa itu, menurut Bening, bukan hanya orang-orang dengan jabatan struktural saja, melainkan yang berprestasi dan berperan aktif di lingkungan sekitarnya. “Sangat berkesan! Living with the Giants membuat aku merasa harus bisa semangat menjadi salah satu Giants itu,” ucap Bening pada suatu kesempatan. Untuk bersemangat membuka peluang hal-hal baru, Bening berupaya berkembang dan bersinergi dengan orang lain.

“Memiliki teman, sahabat, dan saudara di dalam keluarga ini adalah hal yang sangat luar biasa. Walaupun kami bercengkerama secara online, ikatan hati sudah terasa seakan kita sudah bertemu secara langsung. Tabarakallah!” semangat Bening dalam menceritakan pertemanan dan kehidupannya di asrama.

Sebagai peserta RK, memiliki pencapaian dan prestasi adalah hal yang sangat dianjurkan. Setiap bulan disediakan satu wadah bernama Malam Apresiasi untuk saling berbagi inspirasi dan mengapresiasi setiap progres yang dilakukan. Menurut Bening, salah satu prinsip yang harus dijaga agar bisa terus semangat berprestasi adalah, niat dan tujuan. Keduanya harus lillahi ta’ala, lurus mengharap ridha Allah semata .

“Dalam berprestasi penting agar kita tidak melihat orang lain. Tidak pula membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang punya kecepatan yang berbeda-beda. Belajarlah menerima segala progres yang sedang dilakukan,” pesan Bening untuk diri dan sekitarnya.

Spirit Perubahan 10 Bulan Masa Pembinaan Ala Sasa

Aisha Rizqy Paramitha atau akrab dipanggil Sasa adalah mahasiswa penerima beasiswa Rumah Kepemipinan Regional Jakarta Putri angkatan 10. Sejak 2018, Sasa aktif menempuh pendidikannya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia jurusan Bisnis Islam. Kini, Sasa sudah menginjak bulan ke-10 masa pembinaan dan merasakan banyak dinamika kehidupan. Kadang merasa sangat semangat, ada juga masa-masa berada di titik terendah. Meski demikian, pembinaan ini melatih konsistensi dan resilience dalam menjalankan aktivitas.

Aktivitas yang dilakoni oleh Sasa perlahan membuatnya tertantang dalam melakukan berbagi hal untuk improvisasi. Seperti dalam management diri dan waktu. Sasa diberikan banyak tools, diajak membuat lifeplan, dan mengevaluasi diri. Salah satu hal yang diterima Sasa selama dibina di Rumah Kepemimpinan adalah berubahnya pola pikir. Growth Mindset adalah hal yang didapatkan selama masa pembinaan ini. Sasa lebih merasa tidak cepat puas diri dengan apa yang dicapai. Semakin enjoy mengukir pencapaian baru dan pencapaian tersebut bukan sekadar menang, tapi untuk mengasah intelijensi dan menguatkan karakter diri.

Saat ini aktivitas Sasa terbilang cukup padat, tidak hanya kuliah, Sasa juga mengambil kesempatan sebagai asisten dosen, content marketing intern di Ruangguru, memegang proyek bisnis bersama teman-teman di Padang, belajar digital marketing di Rakamin Academy, dan sedang dalam persiapan keberangkatan ke National University of Ireland dalam program IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) di semester depan. (Mohon doanya!) Di tengah aktivitas yang padat, Sasa senantiasa berupaya mengelola waktu dan energinya.

Teman-teman dan lingkungan yang prestatif nan suportif memberikan energi positif dan menjadi tonggak buat Sasa agar bisa lebih maju dan berkembang. Kini, jejaring atau network Sasa semakin meluas. Ke manapun Sasa pergi, ia akan bertemu teman-teman Rumah Kepemimpinan dari berbagai wilayah Indonesia baik dari timur maupun barat yang memiliki peran-peran strategis di kampusnya. Senang sekali bisa berdiskusi dan belajar dari mereka. Hal ini juga memberikan value added bagi Sasa.

Rasanya senang melihat teman-teman berprestasi dan Sasa turut bangga akan hal itu. Bersama-sama mulai dari 0 saat dibina di RK, Sasa dan teman-temannya berdinamika dan berkembang menjadi lebih baik. Lingkungan yang kondusif ini membuatnya terus bersemangat mencari peluang-peluang kontribusi dan men-challenge diri.

“Di dalam hidup ada yang berjalan sesuai rencana, ada juga yang tidak. Itu adalah hal yang biasa. Kamu sudah melakukan yang terbaik selama kamu mencoba dan keluar dari zona nyamanmu. Kita mungkin akan gagal di beberapa kesempatan, tapi jangan lupa kalau itu merupakan cara belajar. Bahkan, kamu sudah menjadi pemenang dengan melawan ketakutan-ketakutan dari dalam dirimu!” pesan Sasa untuk teman-temannya dan dirinya sendiri.