Daftar Isi
rumahkepemimpinan.org – Rumah Kepemimpinan menggelar National Leadership Camp (NLC) pada 22-24 Agustus 2025, forum pelatihan kepemimpinan berskala nasional yang mempertemukan ratusan mahasiswa unggulan, alumni, serta tokoh bangsa. Acara ini berlangsung pada 22–24 Agustus di PPPPTK Bahasa, Jakarta Selatan, dan Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, dengan rangkaian agenda diskusi kepemimpinan hingga jejaring lintas sektor.
Mengusung tema “Leadership Begins With You”, NLC 2025 mendorong generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kepemimpinan bermula dari diri sendiri sebelum memberi dampak luas bagi masyarakat.
Tercatat 700 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan rincian 255 peserta merupakan Awardee Rumah Kepemimpinan Angkatan XII yang berasal dari 45 kampus di seluruh Indonesia. Peserta lainnya terdiri atas mahasiswa umum, perwakilan komunitas, mitra, hingga orang tua.
Selain itu, NLC 2025 menghadirkan total 28 narasumber dari berbagai bidang dalam 15 sesi talkshow dan festival kelas, yang memberikan inspirasi sekaligus wawasan strategis bagi para peserta.
Tokoh nasional yang hadir antara lain Sultan Baktiar Najamudin (Ketua DPD RI), Prof. Yassierli, Ph.D. (Menteri Ketenagakerjaan RI), Bima Arya Sugiarto (Wakil Menteri Dalam Negeri RI), serta Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur). Dari internal Adi Wahyu Adji, CEO Rumah Kepemimpinan membuka sesi dengan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor bagi lahirnya pemimpin muda strategis.
Selain itu, tampil pula narasumber lintas sektor, seperti Nur Agis Aulia (Wakil Wali Kota Serang sekaligus Founder Jawara Farm), Angga Fauzan (CEO MySkill), Wardah Nafisah (CEO Maxime Clinic sekaligus Peserta Pilkada Kabupaten Pasuruan 2024), Agung Baskoro (Executive Director Trias Politika), Yurgen Alifia S. (Executive Director Institut Harkat Negeri), Fahd Pahdepie (Strategic Storyteller), dan Kindy Miftah (Head Shariah Business Planning & Analytics Maybank Indonesia).
Figur muda dari ranah digital juga ikut berbagi, diantaranya Firu Designer (263 ribu pengikut Instagram) dan Aisha Rizqy Paramitha (267 ribu pengikut Instagram), yang menekankan peran digital content creator sebagai pemimpin opini publik.
Agenda 3 Hari yang Padat dan Strategis
Hari pertama (22 Agustus): kegiatan dibuka dengan Sejuta Aksi Baik bertajuk Voice for Palestine. Peserta berhasil menggalang donasi sebesar Rp29,8 juta sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Ikatan Alumni Rumah Kepemimpinan turut hadir, memperkuat jejaring lintas generasi.
Hari kedua (23 Agustus): menghadirkan deretan tokoh muda, praktisi, dan pakar lintas sektor dalam Talkshow Series, Leadership Inspiration and Future Talk, dan The Founders Talk. Momentum terbesar terwujud dalam Leadership Festival, forum inspiratif dengan enam kelas paralel yang membahas isu-isu strategis dalam dunia karir masa depan, yaitu kepemimpinan publik, pengembangan karier, bisnis dan kewirausahaan, hingga inovasi digital dan artificial intelligence.
Hari ketiga (24 Agustus): Puncak acara berlangsung megah di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia. Acara diawali dengan sambutan dari Adi Wahyu Adji, CEO Rumah Kepemimpinan, yang menegaskan peran strategis pemuda dalam menjawab tantangan bangsa.
Leadership Begins With You
Pada sesi utama kemudian dibuka oleh Sultan Baktiar Najamudin, Ketua DPD Republik Indonesia, melalui pidato inspiratif bertajuk “Leadership Begins With You”, sebuah seruan bagi generasi muda untuk memulai kepemimpinan dari diri sendiri sebelum membawa perubahan besar bagi Indonesia.
Dalam pidatonya, Sultan menekankan tiga pilar utama bagi pemimpin muda: visi, ketangguhan, dan legacy. “Visi adalah keberanian untuk melangkah, ketangguhan adalah daya tahan di tengah ujian, dan legacy bukan soal jabatan tinggi, melainkan nilai yang kita tinggalkan sejak hari ini,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas konsistensi Rumah Kepemimpinan, “Laboratorium ini adalah langkah nyata untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.”
Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Wakil Gubernur Jawa Timur, yang membahas Legacy & Leadership. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan atau pun privilege, melainkan tentang keberanian untuk mendengar dan membina.
“Leader is the one who can listen. Pemimpin bukan sekadar memerintah, tapi menjadi tempat sandaran, mendengar, dan membina timnya,” ungkap Emil.
Menambahkan perspektif peserta yang hadir, Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, menekankan pentingnya pengabdian dan makna dalam kepemimpinan.
“Jabatan hanya sementara, pengabdian selamanya. Hidup hanya sekali dan hidup harus berarti. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu karena hal besar selalu berawal dari hal-hal kecil,” pesan Bima Arya.
Sementara itu, Prof. Yassierli, Ph.D., Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, mengingatkan generasi muda tentang tantangan besar di era ketidakpastian atau VUCA world. Ia menekankan pentingnya ketangguhan, adaptasi, dan keberanian untuk terus bertumbuh.
“Hanya benda matilah yang tak bertumbuh. Maka milikilah growth mindset, tajamkan kompetensi, dan kembangkan karya yang berdampak. Di zaman yang cepat berubah ini, kemampuan membaca momentum, berinovasi, dan berkolaborasi adalah kunci,” tegasnya.
Membangun Generasi Pemimpin Strategis
Sejak berdiri pada tahun 2002, Rumah Kepemimpinan telah membina lebih dari 2.162 alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor: pemerintahan, bisnis, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Alumni Rumah Kepemimpinan dikenal sebagai pemimpin yang visioner, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Melalui NLC 2025, Rumah Kepemimpinan berkomitmen memperkuat ekosistem kepemimpinan muda Indonesia. Acara ini diharapkan tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga menghasilkan kolaborasi nyata yang mampu menjawab tantangan global, mulai dari isu ekonomi, teknologi, hingga krisis kemanusiaan.
“Kami percaya, pemimpin muda bukan hanya generasi penerus, tetapi generasi penentu. Dari forum ini, kami berharap lahir ide-ide besar yang akan menggerakkan perubahan positif di tengah masyarakat,” ujar Adi Wahyu Adji, CEO Rumah Kepemimpinan.
Penulis: Anisa Wakidah