Menemukan Jalan di Dunia Ternak

Putaran tahun 2010 menjadi awal cerita. Hari Bowo, atau akrab disapa Mas Bowo, bisa dibilang mengawali masa pascakampusnya di jalan “nyaman”. Sebagai lulusan kampus ternama dan mendapatkan pekerjaan di BUMN merupakan impian bagi banyak anak muda. Stabilitas di depan mata. Tapi bukan jalan itu yang malah diambil oleh Mas Bowo. Lalu apa jalan hati yang dia pilih? “Menjadi peternak,” tegasnya. Langkah Mas Bowo menjadi peternak diawali dengan melakukan perawatan dan penggemukkan sapi. Mas Bowo mendapat keuntungan sedikit demi sedikit dari usaha tersebut yang nantinya bisa cukup untuk membeli tanah di kawasan Cikerai guna mengembangkan usahanya.

Ketika merintis sampai memajukan usahanya sampai hari ini, Mas Bowo selalu memprioritaskan untuk merekrut anak muda daerah Cikerai supaya bisa tumbuh bersama-sama. Sebenarnya mudah saja bagi Mas Bowo untuk mengajak kawan-kawannya semasa di kampus untuk menemani dalam mengelola usahanya saat ini. Namun, ia memilih untuk memberdayakan pemuda desa daerahnya supaya bisa turut berkarya. Menurutnya, ini bagian tanggung jawab sosial dengan masyarakat sekitar agar maju bersama.

Berwisata ke wilayah peternakan, memberi pakan kambing, dan memerah susu sapi, melihat cara berternak kelinci, ayam, burung dara, dan lele mungkin suatu hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang desa, tetapi menjadi sesuatu yang beda bagi masyarakat kota. Hal ini yang membuat daya tarik tersendiri Villa Ternak Cikerai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak hanya aktivitas peternakan, pengunjung juga disuguhkan area outbond, camping, flying fox, air softgun, dan tempat lainnya. Sebagai lulusan IPB, Mas Bowo juga tidak luput untuk membuka fasilitas untuk mengedukasi para pengunjungnya tentang dunia peternakan. “ada sejumlah program seperti Villa Academy sebagai wadah untuk pelatihan dan penyuluhan, dan juga camp community,”

Mas Bowo bersama pemuda daerahnya berhasil menyulap lahan yang tak berpenghuni menjadi tempat wisata. Hal ini membuat dirinya memiliki harapan baru yakni menjadikan Villa Ternak sebagai ‘penghubung’ antara pasar dengan para petani maupun peternak yang terdapat di Cilegon dan sekitarnya. Mimpinya, para petani di kemudian hari tak perlu gelisah bahwa nilai hasil bumi dan hewan peliharaannya jatuh.

Dari tangan dingin Mas Hari Bowo, Villa Ternak Cikerai dinobatkan menjadi Agroeduwisata yang pertama di daerah Cilegon, Banten. Mas Bowo bersama rekan timnya pun berhasil menjadikan Villa Ternak sebagai salah satu penyedia hewan qurban terbesar di Banten dan telah berpengalaman lebih dari 10 tahun mengirimkan paket qurban ke pelosok Indonesia.

Sumber :

  1. news.detik.com/berita/d-3740757/raup-rp-5-miliar-sarjana-ipb-ini-karyakan-pemuda-desa
  2. radarbanten.co.id/berkenalan-dengan-hari-bowo-penggagas-wisata-vila-ternak-cikerai/