“Rumah Kepemimpinan adalah Motor Pergerakan Pemuda dan masyarakat” Dialog Tokoh bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin

photo_2019-08-13_11-51-52
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Solo, Kamis (25/07/2019). Kunjungan mahasiswa penerima manfaat beasiswa Rumah Kepemimpinan Universitas Sebelas Maret (UNS) disambut hangat oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di kediamannya. Kegiatan dialog tokoh yang biasanya dilaksanakan di asrama mahasiswa tersebut terasa berbeda dengan berkunjung langsung sekaligus silaturahmi dengan beliau.

Ditemani dua staff dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Yasin menjelaskan masih banyak Kabupaten di Jawa Tengah yang berada di zona merah dalam pembangunan ekonomi. Ia berharap bahwa dengan hadirnya Rumah Kepemimpinan di Solo mampu berkontribusi kepada masyarakat melalui program resmi dari kampus seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, ataupun kegiatan yang digagas oleh Rumah Kepemimpinan sendiri.

“Saat ini fokus Pemprov adalah membangun sumber daya manusia yang baik. Sayangnya masih banyak warga kita yang terbelakang. “Sampeyan ini, anak-anak muda yang memiliki potensi mengubah itu”, ujar Yasin.

Selain itu, beberapa agenda prioritas Pemprov Jawa Tengah turut ditanyakan oleh peserta Rumah Kepemimpinan. Sebagai mahasiswa, banyak masukan yang berkenaan dengan penyediaan Pendidikan tinggi serta kegiatan akademik yang berorientasi terhadap penelitian. Pak Yasin menyambut baik saran tersebut dan menganjurkan jika mendapatkan kesulitan agar melapor langsung ke Pemprov dan segera akan ditindaklanjuti dengan memberkan disposisi kepada kampus.

Tak hanya kegiatan akademis, Pak Yasin turut menceritakan perjalanan hidupnya sebagai mahasiswa hingga berhasil menjadi orang nomor dua di Jawa Tengah dengan usianya yang masih muda. Ia mengenyam Pendidikan tinggi di salah satu Universitas Negri di Syiria. Pada saat itu, islamophobia sangat marak sehingga sering kali beliau mendapat hambatan baik sebelum keberangkatan, masa pendidikan dan ketika hendak pulang ke tanah air.

“Ketika masih menjadi mahasiswa, saya pernah merasakan hidup di rumah tahanan. Entah kenapa, padahal saya tidak macam-macam”, ujarnya.

Di samping itu, beliau menasihati peserta Rumah Kepemimpinan untuk selalu terlibat di organisasi. Menurutnya, partisipasi di organisasi manapun turut membangun mental kepemimpinan sekaligus memperluas jaringan. Setidaknya memaksimalkan waktu yang ada sebelum terjun dalam dunia kerja.

“Saya pas seumuran kalian itu tergabung di Perwakilan Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Syiria. Enaknya jaringannya itu Internasional. Ada rekan saya yang dari Eropa dan banyak juga yang dari Asia Timur”, ujar beliau sambal sesekali tersenyum menceritakan pengalamannya.

Dengan latar belakang alumni Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Yasin turut menjelaskan tantangan pondok pesantren saat ini. Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah tengah menginisiasi mu’addalah yaitu penyetaraan tingkat Pendidikan untuk seluruh ponpes agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam meraih pendidikan tinggi di Universitas.

“Kita ini bekerja di tingkat provinsi sehingga bias membantu santri-santri supaya mendapatkan kesempatan yang sama”, jelasnya.

Sebelum pertemuan selesai beliau menegaskan kembali betapa pentingnya leadership skill dalam mengatur segala sumber yang ada. Ia berharap Rumah Kepemimpinan mampu menjadi motor pergerakan pemuda dan masyarakat khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

“Perluas perkenalan dan jaringan. Perbanyak pengalaman”, tuturnya.

More to explorer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *