Kolaborasi Rumah Kepemimpinan dan Aksi Cepat Tanggap – Operasi Beras Gratis Santri Yatim dan Dhuafa, 9 September 2021

Pandemi memang masih terjadi, tapi semangat kebaikan tidak boleh berhenti! 

Hari Kamis kemarin (9/9) Rumah Kepemimpinan berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap menyelenggarakan kegiatan operasi beras gratis untuk santri yatim dan dhuafa. Kali ini, pesantren yang kami kunjungi adalah Pondok Pesantren Utrujah di Ciseeng, Kab. Bogor.

Operasi beras gratis ini juga merupakan implementasi dari campaign yang dilakukan oleh Rumah Kepemimpinan pada bulan Agustus lalu. Campaign tersebut berhasil menghimpun Rp. 5.510.896 dari 103 sobat leaders. 

Dana tersebut disalurkan untuk 230 santri dan 60 pengajar qur’an di pesantren ini. Pihak Rumah Kepemimpinan juga diwakili oleh beberapa peserta dari @rkbobana dan @rkbogor lho! Pengalaman terjun langsung ke masyarakat ini membawa banyak pelajaran berharga tentunya untuk peserta.

Seperti yang diungkapkan Athaya, peserta @rkbobana:

“Salah satu pelajaran penting yang membekas banget dari perjalanan hari ini adalah tentang seriusnya mereka semua untuk menuntut ilmu di tengah berbagai keterbatasan. Aku sendiri tertarik banget dengan mekanisme pembelajaran di sana, karena kebetulan relate dengan studi kampusku tentang Ilmu Keluarga di IPB. Masyaa Allah banget ngeliat mereka bisa dengan senang hati menghafal 2 juz Al-Qur’an hanya dalam 2 bulan aja.”

Hal lain yang sangat membekas dari pesantren tersebut juga adalah kesungguhan dan ketulusan para pendidik memberi pendidikan quran untuk para santrinya. “Dari sana kita bisa lihat keberhasilan santrinya itu dihasilkan dari ketulusan yang luar biasa dari para ustadz/ahnya,” tutur Garnieta selaku peserta Rumah Kepemimpinan yang ikut melihat kondisi di lokasi.

Operasi beras gratis kemarin memang memberikan solusi jangka pendek untuk kebutuhan para santri dan pendidik di sana. Saat tim Rumah Kepemimpinan datang, masih terbatas infrastrukturnya dan perlu diperbaiki. Contohnya sumur pesantren yang merupakan sumur pendek dan sering kering. Juga tentang ruangan kamar sekaligus ruang belajar mereka yang terbatas. Beratap seng dan berlantai semen. Panasnya masya Allah kalau siang.

Semoga perjalanan kemarin menjadi hikmah yang mendalam untuk para peserta Rumah Kepemimpinan yang terlibat, serta menjadi pembuka aliran-aliran kebaikan lainnya untuk pesantren Utrujah membentuk generasi-generasi Indonesia yang mencintai Al-Qur’an.
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Pandemi memang masih terjadi, tapi semangat kebaikan tidak boleh berhenti! 

Hari Kamis kemarin (9/9) Rumah Kepemimpinan berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap menyelenggarakan kegiatan operasi beras gratis untuk santri yatim dan dhuafa. Kali ini, pesantren yang kami kunjungi adalah Pondok Pesantren Utrujah di Ciseeng, Kab. Bogor.

Operasi beras gratis ini juga merupakan implementasi dari campaign yang dilakukan oleh Rumah Kepemimpinan pada bulan Agustus lalu. Campaign tersebut berhasil menghimpun Rp. 5.510.896 dari 103 sobat leaders. 

Dana tersebut disalurkan untuk 230 santri dan 60 pengajar qur’an di pesantren ini. Pihak Rumah Kepemimpinan juga diwakili oleh beberapa peserta dari @rkbobana dan @rkbogor lho! Pengalaman terjun langsung ke masyarakat ini membawa banyak pelajaran berharga tentunya untuk peserta.

Seperti yang diungkapkan Athaya, peserta @rkbobana: “Salah satu pelajaran penting yang membekas banget dari perjalanan hari ini adalah tentang seriusnya mereka semua untuk menuntut ilmu di tengah berbagai keterbatasan. Aku sendiri tertarik banget dengan mekanisme pembelajaran di sana, karena kebetulan relate dengan studi kampusku tentang Ilmu Keluarga di IPB. Masyaa Allah banget ngeliat mereka bisa dengan senang hati menghafal 2 juz Al-Qur’an hanya dalam 2 bulan aja.”

Hal lain yang sangat membekas dari pesantren tersebut juga adalah kesungguhan dan ketulusan para pendidik memberi pendidikan quran untuk para santrinya. “Dari sana kita bisa lihat keberhasilan santrinya itu dihasilkan dari ketulusan yang luar biasa dari para ustadz/ahnya,” tutur Garnieta selaku peserta Rumah Kepemimpinan yang ikut melihat kondisi di lokasi.

Operasi beras gratis kemarin memang memberikan solusi jangka pendek untuk kebutuhan para santri dan pendidik di sana. Saat tim Rumah Kepemimpinan datang, masih terbatas infrastrukturnya dan perlu diperbaiki. Contohnya sumur pesantren yang merupakan sumur pendek dan sering kering. Juga tentang ruangan kamar sekaligus ruang belajar mereka yang terbatas. Beratap seng dan berlantai semen. Panasnya masya Allah kalau siang.

Semoga perjalanan kemarin menjadi hikmah yang mendalam untuk para peserta Rumah Kepemimpinan yang terlibat, serta menjadi pembuka aliran-aliran kebaikan lainnya untuk pesantren Utrujah membentuk generasi-generasi Indonesia yang mencintai Al-Qur’an.

Nantikan kolaborasi lainnya dari Rumah Kepemimpinan!

#IndonesiaMariPulihBersama!

More to explorer

Petualangan Merawat Keuangan

Selasa 22 Februari, ia masih sibuk mendorong brankar pasien IGD. Lalu keesokan harinya, Rabu 23 Februari, alumni Ilmu Keperawatan UI ini sudah

Workplace Agility in Pandemic Situation

Sejak kecil jiwa kepemimpinan telah tertanam di dalam diri Mogi. Pria berkacamata yang lahir di Jakarta, 28 Maret 1994 ini, terbiasa melihat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *