‘Dijorogin’ Berbuah Pelajaran Berharga

Konten Inspirator Story Alumni New-01
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Sosok Di Balik Akun Rumah Kepemimpinan

Hayoo, siapa di antara kamu yang suka kepoin Instagram Rumah Kepemimpinan? Penasaran ga sih siapa sosok peracik poster digital RK ? Selama 7 tahun ke belakang, sebagian besar desain yang ditampilkan di sosial media RK diramu oleh pemuda Depok satu ini. Bang Irsyad, begitu ia akrab disapa, adalah pria lulusan D3 Desain Grafis dan S1 Komunikasi Pemasaran sekaligus penggemar dunia entertaining. Tak ayal, kesukaan dan keahliannya itu membawa Bang Irsyad menggawangi aktivitas Digital Fundraising.

Bang Irsyad mengaku masa kecilnya dilewati biasa-biasa saja. Besar di lingkungan keluarga yang concern pendidikan islami, memiliki teman main sekaligus teman berkelahi, tidak membuatnya merasa berbeda dengan manusia pada umumnya. Namun, perlahan hidupnya berbeda ketika dirinya diberi tanggung jawab dan dipaksa ‘memimpin’.

“Jangankan menjadi ketua BEM, jadi ketua kelas aja belum pernah!” tegas Bang Irsyad mengawali ceritanya mengenai pengalaman memimpin. Namun, setelah ditelaah ternyata dirinya beberapa kali diamanahkan menjadi ketua remaja masjid, ketua divisi organisasi, ketua panitia event kampus, dan sebagainya.  Kala itu, Bang Irsyad merasa belum memahami betul ‘esensi menjadi pemimpin’, sehingga kesempatan tersebut menjadi terlewat begitu saja. “Ya rasanya kayak dihipnotis menjalaninya. Eh iya, kemarin gue ngapain aja ya?” paparnya saat mengingat masa lalunya.

Akhirnya takdir membawanya masuk ke lingkungan Rumah Kepemimpinan (yang dulu bernama PPSDMS) atas rekomendasi keluarganya. Di sini Bang Irsyad berpikir akan selalu berada ‘di belakang meja’ dan terhindar dari aktivitas memimpin orang lain. “Berbekal kemampuan desain grafis dan komunikasi pemasaran, gue pikir bakal di balik layar aja. Eh, ternyata ngga ada istilah begitu. Semuanya ‘dijorogin’ dengan maksud baik,” kenang Bang Irsyad dengan logat betawi yang menjadi ciri khasnya.

Di sinilah pengalaman dan jiwa kepemimpinannya Bang Irsyad semakin hari semakin ditempa. Menjadi ketua divisi pada project qurban, partnership, fundraising Ramadhan, dan National Leadership Camp (NLC) adalah sekian deret amanah yang pernah ia cicip di institusi ini. “Karena setiap dari kita adalah seorang pemimpin, so just try it and enjoy it!” ujar pria yang juga creator saungdigital.id.

Baginya, Rumah Kepemimpinan sudah sama seperti keluarga. Ibaratnya, semua bergabung dalam satu frekuensi, alur, dan lintasan yang sama untuk mencapai satu tujuan yang mulia. Penanaman nilai rendah hati, objektif, open mind, moderat, prestatif, dan kontributif selalu jadi pijakan utamanya dalam berjuang di rumah ini. Pria yang telah memiliki dua buah hati ini menjelaskan bahwa tempaan bertubi-tubi membentuk dirinya memiliki jiwa pemimpin yang lebih baik.

“Dari seringnya ‘dijorogin’ itulah, sampai saat ini gue masih harus banyak belajar untuk jadi pemimpin yang ideal. Pemimpin karena ‘terpanggil’ (dari hati) bukan lagi ‘dipanggil’” ucap Bang Irsyad mengingat rangkaian perjalanan karirnya. Pria yang hobi olahraga ini menyebut cerita dirinya ini mungkin jauh dari kata ‘menginspirasi’. Namun, bagi seorang Irsyad, hal ini menjadi kisah dan pelajaran yang berharga tentang implementasi nilai kepemimpinan bersama institusi ini.

“Lakukanlah sesuatu dengan penuh niat dan keikhlasan, lalu diimbangi dengan totalitas eksekusi,” ungkap Bang Irsyad menutup obrolan dengan nasihat yang selalu diingatnya.

More to explorer

Petualangan Merawat Keuangan

Selasa 22 Februari, ia masih sibuk mendorong brankar pasien IGD. Lalu keesokan harinya, Rabu 23 Februari, alumni Ilmu Keperawatan UI ini sudah

Workplace Agility in Pandemic Situation

Sejak kecil jiwa kepemimpinan telah tertanam di dalam diri Mogi. Pria berkacamata yang lahir di Jakarta, 28 Maret 1994 ini, terbiasa melihat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *