Kampanye anti-Bullying yang Menyenangkan ala INSANI

Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan (bullying), Inisiator Anak Anti Intimidasi (INSANI) mengadakan acara Sosialisasi “Stop Bullying” di SDN Srengseng Sawah 12 Pagi yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 4. Acara ini diadakan di mushola sekolah pada hari Kamis, 1 Februari 2024 yang dihadiri Wakil Kepala Sekolah, Bapak Sukirman, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Titik Rahmayanti, S.Pd, dan Ibu Diah Isnawati, S.Pd dan Bapak Agus Sujita, S.Pd, selaku Wali Kelas 4A dan 4B.

Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh maraknya perundungan yang terjadi di kalangan anak-anak. Menurut Federasi Serikat Guru Indonesia, pada Januari hingga Juli tahun 2023, persebaran kasus perundungan berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak terjadi pada tingkat Sekolah Dasar, yaitu sebanyak 25% dan memakan korban sebanyak 43 korban.

Dampak dari perundungan sangat serius. Hal ini dapat menyebabkan korban perundungan merasa kesepian, kehilangan kepercayaan diri, dan bahkan bunuh diri. Atas dasar itulah, INSANI bergerak untuk meningkatkan kesadaran akan perundungan di kalangan anak-anak melalui sosialisasi.

Acara berlangsung pukul 08.00 WIB sampai 10.15 WIB yang terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama, pemaparan video animasi tentang anti-bullying. Sesi kedua, pemaparan materi oleh kakak pendamping di mana para siswa dibagi ke dalam empat kelompok yang ditemani 2-3 pendamping. Kakak-kakak menggunakan alat intervensi berupa poster dan gambar-gambar menarik agar sesi semakin interaktif. Para siswa diberi PIN bertuliskan ajakan untuk bersikap ramah kepada sesama. Di akhir acara, terdapat signature wall di mana setiap siswa diperkenankan menulis ungkapan dan janji untuk tidak melakukan bullying di atas banner.

Ada satu kalimat yang sangat menyentuh hati yang dituliskan salah satu siswa, “Terima kasih Kak, Aku bahagia kakak datang ke sini.” Betapa bahagia dan bersyukurnya kegiatan ini dapat terealisasi. Semoga semakin banyak pemuda dan elemen masyarakat yang terlibat dalam kampanye anti-bullying.

INSANI sendiri merupakan salah satu proyek sosial yang diinisiasi oleh peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta sebagai bentuk nyata kontribusi peserta dan optimalisasi peran kepemimpinan di tengah masyarakat.

Leadership Exploration and Advancement Program (LEAP) Malaysia Edition: Elevating Beyond Borders

Jakarta – Kuala Lumpur, 22-28 Januari 2024 – Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta berhasil menginisiasi acara Leadership Exploration and Advancement Program (LEAP) Malaysia Edition. Program ini bertujuan untuk menginspirasi dan memberdayakan peserta untuk berkontribusi positif terhadap perubahan bangsa melalui eksplorasi di ranah internasional, khususnya di Malaysia. Dalam acara ini, peserta berkompetisi dalam mengembangkan proyek sosial yang dapat mengatasi tantangan globalisasi yang ada.

 

Rangkaian program Case Study Chronicles menjadi highlight dari kegiatan ini. Terdiri atas tiga fase utama yang mencakup “Innovators’ Race,” “Puzzle Assembly,” dan “Final Pitch.” Setiap fase dirancang untuk menguji kreativitas, kemampuan analitis, dan keterampilan komunikasi peserta dalam konteks tantangan kepemimpinan yang nyata.

Innovators’ Race memperkenalkan elemen kejutan dan tekanan waktu, menciptakan lingkungan yang memungkinkan peserta untuk menghasilkan solusi inovatif dalam waktu yang singkat. Di sisi lain, Puzzle Assembly memerlukan kerja sama tim yang solid dan kemampuan pemecahan masalah untuk menyelesaikan tantangan yang kompleks.

Fase terakhir, Final Pitch, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyajikan ide-ide mereka di hadapan juri dan peserta lainnya. Inilah momen krusial di mana mereka dapat menunjukkan visi kepemimpinan dan cara mengatasi tantangan di dunia nyata.

Selain rangkaian Case Study Chronicles, LEAP juga menyelenggarakan Knowledge Exchange Session, di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan pembelajaran mereka, memperkuat jaringan kepemimpinan, dan mengidentifikasi peluang kolaborasi masa depan.

Acara puncak dari LEAP Malaysia Edition adalah Award Ceremony, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian luar biasa peserta dalam setiap fase program. Penghargaan diberikan kepada individu dan tim yang menonjol dalam berbagai kategori, termasuk inovasi terbaik, kerja sama tim terbaik, dan presentasi terbaik.

Inisiatif LEAP ini adalah bukti nyata komitmen Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta dalam membangun generasi kepemimpinan yang inovatif dan mampu menghadapi tantangan global. Kami berharap para peserta LEAP Malaysia Edition semakin bersemangat mengasah keterampilan dan wawasan untuk memaksimalkan peran kepemimpinan dalam masyarakat.

Melihat dan merasakan langsung merupakan dua hal yang berbeda. Pengalaman mengikuti kegiatan LEAP membuka banyak perspektif terhadap hal baru, menghargai keberagaman dan melatih diri menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Semoga kebermanfaatan program ini bisa diteruskan dengan keterlibatan peserta dalam kegiatan positif lainnya. Sebagai supervisor kami, mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk seluruh panitia dan peserta yang terlibat, khususnya M. Kafin Nur dan Marwa Aliifah Muthmainnah selalu Project Officer dan Vice Project Officer dalam program ini.

Shines at Future Leaders Catalyst Summit in Singapore

Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Future Leaders Catalyst Summit yang diadakan di Singapura pada tanggal 10-13 Februari 2024.

Pertemuan tersebut fokus pada pemberdayaan pemimpin muda yang memfasilitasi informasi pertukaran lintas budaya, memberikan platform bagi bakat-bakat peserta Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta untuk ikut terlibat aktif dalam diskusi berarti, lokakarya interaktif, dan kesempatan berjejaring.

Delegasi Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan culture visit di Singapura dimana para peserta mendapatkan kesempatan langka dalam belajar langsung tentang keragaman budaya, kehidupan sosial, dan sistem nilai yang memengaruhi cara orang Singapura dalam berpikir dan bertindak.

 

Terdapat kegiatan pamungkas berupa Sharing Alumni bersama Aditya Aryandi Setyawibawa seorang Researcher Startup Bioteknologi di Singapura sekaligus Alumni Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta Angkatan 6 yang dilaksanakan di Nanyang Technological University. Dalam jalannya diskusi Mas Aditya Aryandi banyak memberikan perspektif baru tentang persiapan atau strategi dalam menghadapi dunia pasca kampus dan dinamika perjalanan hidupnya yang inspiratif,

Future Leaders Catalyst Summit menjadi bukti dari dedikasi Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta terhadap keunggulan dalam pengembangan kepemimpinan dan komitmennya untuk mempersiapkan generasi mendatang sebagai pemimpin masa depan.

Meningkatkan Keterampilan Peserta Rumah Kepemimpinan lewat Pelatihan Leaders & Leadership

Jakarta (11/10), Dalam rangka meningkatkan kapasitas peserta Rumah Kepemimpinan Jakarta angkatan XI terkait keterampilan dan nilai-nilai kepemimpinan, diselenggarakanlah Pelatihan Leaders and Leadership pada tanggal 11 Oktober 2022 yang dibawakan oleh Bang Bachtiar Firdaus di Auditorium RK Pusat.

Pelatihan kepemimpinan yang bernama Leaders & Leadership ini diharapkan dapat memberikan pijakan bagi peserta RK dalam meningkatkan keterampilan kepemimpinannya untuk kelak dapat diimplementasikan oleh peserta di ranah organisasinya masing-masing.

“Menjadikan Diri Menuju Versi Terbaik” lewat Malam Apresiasi Regional 3 Yogyakarta

Yogyakarta (7/10), Malam Apresiasi adalah salah satu program inisasi dari peserta dan supervisor Rumah Kepemimpinan angkatan XI yang dilakukan di Regional 3 Yogyakarta. Acara ini bermaksud untuk memberikan sebentuk penghargaan atas mereka yang telah bersungguh-sungguh berproses dan bertumbuh di Rumah Kepemimpinan.

Dilaksanakan secara terpisah, yakni untuk asrama putra dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2022 dan untuk asrama putri dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2022 . Momen ini menjadi pendorong semangat bagi setiap peserta RK untuk senantiasa memiliki karya dan upaya terbaik dalam menjadikan diri mereka menuju versi terbaiknya.

Bedah Buku “Muslim Produktif” dan “Islam dan Sosialisme” bersama Peserta RK Regional Jakarta

Muslim Produktif (Syifa Kumala Sari Dewi)
Bagi seorang muslim, produktif merupakan suatu proses untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita ingin menghafal juz amma maka kita perlu produktif mengulang dan menghafal setiap surah dari juz amma tersebut. Produktif sangat erat kaitannya dengan faktor energi, fokus dan waktu.

Oleh karenanya, buku ini memberikan pandangan bagaimana Islam mengatur penggunaan energi, fokus, dan waktu tersebut. Alhasil, bermodal tiga faktor tadi kita bisa produktif sesuai peranan masing-masing dalam kehidupan. Selain itu, buku ini juga membantu kita meningkatkan ketiga faktor tadi agar mempunyai produktivitas taqwa dengan visi akhirat.

Buku Muslim Produktif ditulis oleh Mohammed Faris, yang merupakan orang Tanzania berdomisili di Dallas, Amerika Serikat. Buku ini diterbitkan oleh Quanta pad atahun 2017. Setidaknya, ada sekitar 296 halaman buku yang akan memperkaya wawasan kita dalam meningkatkan diri.

Poin pertama yang dibahas dalam buku, yakni terkait dengan produktivitas spiritual. Produktivitas spiritual adalah pondasi awal untuk menjadi seorang muslim produktif. Mulai dari beribadah kepada Allah sebagai investasi waktu, hingga amalan shalat tahajud dan rutinitas ibadah lainnya.

Buku ini juga mengulik alasan seseorang menjadi tidak produktif bahkan cenderung lebih stress. Hal tersebut dikarenakan adanya kebimbangan dan ketidakmampuan dalam mengambil suatu keputusan dalam hidup. Maka, shalat istikharah bisa menjadi solusi.

Ada juga pembahasan mengenai produktivitas fisik dan sosial. Seperti bagaimana manajemen tidur, gizi, dan kebugaran tubuh agar mampu meningkatkan energi fisik. Pada bab ini, penulis menyajikan beberapa kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Misalnya, menunda pekerjaan, malas, serta bekerja tidak efektif dan efisien.

Islam dan Sosialisme (Muhammad Fahmi Aulia)
Sosialisme sering diidentikan dengan budaya barat dan bahkan sering di sejajarkan dengan materialisme. Akan tetapi sosialisme sesungguhnya banyak terdapat dalam kegiatan-kegiatan spiritual setiap agama, salah satunya adalah Islam. Dalam buku ini H.O.S.Tjokroaminoto menejlaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti konsep sosialisme yang terdapat dalam ajaran agama Islam. Meski sosialisme dalam Islam tidak disebutkan secara eksplisit akan tetapi sosialisme banyak ditunjukan dari berbagai ajaran dan perilaku Nabi Muhammad SAW baik dalam kehidupan pribadi maupun peran sebagai pemimpin politik.

Pada bab awal HOS Tjokroaminoto menjelaskan pengertian sosialisme dan perbedaan sosialime yang terdiri dari beberapa kategori. Selain itu dalam bab ini mengkritisi kelemahan dari teori Marx yang menegasikan adanya Tuhan melalui teori materialisme yang diagungkannya. Sosialime atau kolektivisme dalam buku ini diartikan secara sederhana sebagai setiap peraturan tentang harta benda.

Dalam islam penerapan nilai sosialisme dapat dilihat dari arti ayat “kaanan nasu ummatan wahidatan” yang memiliki arti bahwa seluruh umat manusia adalah satu saudara. Hal ini merupakan sebuah landasan filosofis yang beririsan dengan penerapan sosialisme dalam ajaran Islam. Ini hanyalah contoh kecil dan awal dari sekian banyaknya ajaran dan penerapan sosialisme yang berdasar agama Islam. Contoh dari berhasilnya penerapan sosialisme yang didasarkan atas ajaran agama Islam adalah dengan melihat perbedaan yang sungguh kontras dari kondisi bangsa Arab sebelum dan sesudah Nabi Muhammad SAW datang.

Sosialisme dalam Islam tidak hanya sempit melihat satu aspek ekonomi saja, akan tetapi secara luas meliputi tatanan sosial juga. Hal ini diperlihatkan dalam hal pemilihan pemimpin dan sikap umat Islam dalm penyikapi perbedaan suku, ras dan agama. Peraturan tentang sosialisme atau mengutamakan kepentingan bersama menjadi salah satu unsur untuk tegaknya keadilan. Konsep inilah yang selalu dipraktekan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dalam memimpin umat. Kesejahteraan umat pada saat itu tidak lepas dari konsep aturan yang berlandasakan terhadap nilai-nilai sosialisme, bukan pada keuntungan individu saja. Meskipun sistem pemerintahan yang memiliki sistem imperialisme akan tetapi Islam mampu mencontohkan dan membuktikan penerapan demokratis dan sosialis yang menjadi dasar untuk menjalankan roda pemerintahan. Hal ini sangat berbeda dengan konsep imperialisme barat yang lebih menguntungkan beberapa golongan saja.

Dalam buku ini pembahasan yang menarik adalah menghubungkan penerapan sosialistik dengan zaman modern sekarang. Zaman yang tatanan sosialnya banyak bertendesi kearah materialisme belaka. Persaingan antar individu bukan hanya antar golongan atau suku saja akan tetapi laki-laki dan perempuan bahkan saling berusaha untuk mendominasi satu sama lain. Selain itu dalam bagian akhir buku HOS Tjokroaminoto juga kembai mengkritisi cara kelompok komunisme yang ingin mengubah sistem langsung dari atas, bukan memulai dari tingkat yang paling bawah. Apalagi orang-orang yang hanya berteriak seperti saat berada dilautan pasir.

Mengevaluasi Lembar Kerja dari Pelatihan Menuju Puncak Manfaat (MPM) bersama Coach Adji

Jakarta (4/10). Peserta Rumah Kepemimpinan mengadakan lanjutan pelatihan Menuju Puncak Manfaat (MPM) bersama Coach Adi Wahyu Adji. Terdapat beberapa evaluasi dari MPM part “Finding Me” yang bisa ditingkatkan lagi, sampai dapat tersusun life plan & mapping yang berlandaTerdapat beberapa evaluasi dari MPM Finding Me yang bisa ditingkatkan lagi. Langkah awal untuk menyusun mimpi ialah Mengenal Diri. Selanjutnya, menyusun life goal dan life purpose. Hingga kemudian dapat tersusun life plan dan life mapping yang berlandaskan pada 3W, yaitu Why, How, dan What.

Mimpi itu bukan sekadar punya, tetapi yang menggerakkan/menghidupkan. Setiap mimpi ada prosesnya: Priority -> build stars -> obituary script. Dalam setiap proses harus berhati2 (bukan menyulitkan). Tetapi bagaimana denan 100 mimpi itu memiliki makna/esensi/arti dalam setiap poin2nya.

Coach Adji juga memberi pesan bahwa Punya mimpi bukan berarti harus berhasil. Namun, harus siap kalau gagal. Maka dari itu kita harus mampu menyusun mimpi serta menentukan urutan-urutan prioritasnya

Mengajak peserta mengenali diri lebih dalam, mengasah kemampuannya dan membuat perencanaan hidup berjangka. bersama Bang Adji Wahyu Adji

(7/9) Peserta angkatan XI Rumah Kepemimpinan Regional Timur, mengikuti salah satu program pembinaan “Menuju Puncak Manfaat” bersama bang Adji wahyu Adji. Bang Adji menjelaskan bagaimana kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat dengan versi terbaik diri sendiri. Menjadi versi terbaik itu bukan sekadar angan-angan, tetapi harus diimplementasikan.

Banyak kisah inspiratif dari tokoh dunia yang bisa kita ambil hikmahnya, salah satunya ada kisah dari Steve Jobs. Salah satu konsep yang Steve Jobs pegang adalah Connecting the Dots.

Connecting the Dots ini bisa dimaknai, kita menghubungkan berbagai fenomena yang sudah terjadi (ke belakang) sehingga kita bisa tahu, apa dampak yang akan terjadi dari berbagai hal yang sudah kita lakukan sebalumnya.

Kondisi bingung dengan tujuan hidup, arah hidup, apa yang harus dilakukan ke depan, sebanrnya sesuatu yang wajar. Akan menjadi tidak wajar kalau kita terus terkungkung dengan kebingungan tersebut.

Kita harus menjadi manusia yang tidak berhenti dalam satu kenyamanan, tetapi terus bergerak untuk menuju puncak manfaat. Ibarat seorang climbers yang terus penasaran jika belum menuju puncak gunung.

Untuk menuju puncak manfaat, ada 3 tahapan, yaitu find me, sharpen me, dan proven me.

Dalam memaknai find me, kita tidak bisa melihat hanya dari satu sudut pandang. Khususnya dalam melihat kelebihan dan kekurangan. Dalam hal ini, usahakan kita seimbang dalam melihat kelebihan dan kekurang. Kenapa kita harus bisa menemukan area kita atau find me?

  1. Setiap manusia punya potensi dan misii terbaiknya. Allah sudah menitipkan kepada setiap orang, potensi dan misi terbaik.
  2. Tidak berlebihan atau kekurangan mengenal diri. Hal ini akan membuat kita tidak rendah diri dan sombong.
  3. Hidup leih terarah dan percaya diri. Kalau bukan area kita, jangan terlalu memaksakan diri. Tidak jadi masalah kalau kita menekuni satu bidang, tetapi bisa memberikan manfaat.

Ada konsep Johari Window, yg menampilkan empat kuadran, berdasarkan aspek kesadaran kita dan orang lain terhadap potensi diri kita. Ada area open, yang berarti kita tahu potensi, dan orang lain juga tahu kita berpotensi di sana. Area ini harus diperluas. Tiga area lain pun harus kita arahkan menjadi area ini, supaya kita bisa sampai di puncak manfaat.

Ada juga konsep ikigai, yang kalau kita bisa menemukan ikigai kita, kita akan menemukan diri kita yang sebenarnya dan memiliki hidup yang terarah. Orang yang gagal menemukan diri, akan terombang ambing, sedangkan orang yang berhasil menemukan diri, akan konsisten dan kuat menghadapi rintangan apa pun.

Mimpi itu jauh, memang terlihat jauh. Namun, aslinya mimpi itu dekat. Yakni turunkan mimpi yg jauh itu, turunkan ke hari ini, jadikan apa yang dilakukan hari ini, connect ke mimpi yang jauh itu.

Lakukan tindakan nyata di hari ini, menjadi jalan menuju puncak manfaat.

Mengenal Diri dan Memahami Tujuan Hidup Untuk Mencapai Puncak Manfaat, bersama Bang Adi Wahyu Adji

(9/7) Peserta Rumah Kepemimpinan Regional Barat Nasional mengikuti agenda pembinaan Menuju Puncak Manfaat (MPM) bersama bang Adji Wahyu Adji. Sebelum sesi MPM dimulai Bang Adji meminta adik-adik peseta menyimak video Speech Steve Jobs dalam acara wisuda di Standford University sekitar tahun 2005. Meskipun terbilang lama, tetapi isi speechnya etap relevan sampai hari ini. Dari speech Mr Jobs terdapat 3 main poin, connecting the dots, love and loss, dan death. Poin yang mendapat penekanan bang Adji Adilah connecting the dots. Momentum itu baru bisa terjadi saat kita mengaitkan titik-titik kehidupan kita yang telah terjadi di masa lalu.

Di dalam sesi MPM tadı malam Bang Adji menekankan pentingnya mempersiapkan perencanaan masa depan. Bagi seorang muslim di dalam Alquran Allah memerintahkan kita untuk mempersiapkan hari esok (akhirat). Maka penting bagi kita untuk tahu apa yang hendak dilakukan dan bisa menjadi bekal pulang ke kampung akhirat. Tentunya betal tersebut adalah amal salih yang berbentuk kontribusi nutuk masyarakat.

Bang Adji juga menyarankan dalam membuat Lifeplan kita tahus spesifik. Hal tersebut akan membuat fokus lebih terarah. Ada beberapa alasan yang membuat kita sulit mencapai ke puncak manfaat diri:

  1. Tidak tahu potensi diri
  2. Tidak PD
  3. Bingung mulai dari mana
  4. Overthinking
  5. Cita-cita yang mudah berubah
  6. Semangat nail turun

Bang Adji menjelaskan bahwa hidup ini ibarat pendakian. Dalam pendakian terdapat 3 tenis tipe pendaki. 1) Quitters: yang sedikit-sedikit mengeluh. Padahal perjalanan baru dimulai. Alhasil peluang sampai atas terbilang kecil krn selalu mengisi perjalanan dengan keluhan. 2_ Campers: pendaki yang cepat merasa puas padahal belum sampai puncak. Ia sudan merasa bahagia padahal jarak dakian yang ditempuh belumlah jauh. 3. Climbers: tipe yang berjuang sampai titik puncak. Karena itu merupakan tujuannya.

Ada tiga pola MPM: Finding Me, Sharpen Me dam Proven Me.

Sesungguhnya proses menemukan diri dan potensi juga tida mudah. Harus ada usaha yang terencana dan terukur. Momen di mana kita harus mengenali bahwa setiap diri punya potensi berbera dan potensi tersebut bisa dimaksimalkan dengan diasah selalu. Orang yang berhasil adalah mereka yang mama menemukan diri mereka dan menjalani kehidupan dengan efektif dan percaya diri karena meraka tahu tujuan mereka. “Kemampuan kita akan terlihat ketika menghadapi masalah.”