“Menemukan Ruang Expert” – Sharing Alumni Peserta Regional 9 Solo

Sharing alumni adalah salah satu program rutin dari Beasiswa Pemimpin Indonesia Rumah Kepemimpinan. Adapun acara ini bertujuan untuk memberikan pemaham kepada peserta tentang pentingnya berpikir kritis dan bagaimana proses berpikir kritis yang baik. Peserta tidak hanya berhenti pada berpikir kritis, namun dapat memberikan sebuah solusi atas sebuah permalasahan yang akan dihadapi kedepannya

Dalam sharing alumni Mas Alif menyampaikan bahwa kita berdiri diatas pundak para raksasa karena para peneliti yang ada saat ini bersandar pada temuan-temuan yang telah ada sebelumnya. Di akhir diskusi mas Alif menyampaikan sebuah pesan kepada peserta untuk menememukan ruang experts yang mana nantinya akan bisa membantu mengangkat atau mendongkrak martabat agama kita (Islam), sebab maju mundurnya suatu peradaban diukur oleh SDM-nya yang dimiliki.

Rabu bersama Abi Hamid Chalid Pembina Regional 1 Jakarta.

Banyak hal yang dibahas di setiap pertemuannya berbeda topik pembahasan, mulai dari sharing pengalaman Abi Hamid, materi seputar tazkiyatun nafs sampai isu pendidikan-sosial-politik-islam

Di sesi yang berat malam ini, dengan susah payah Abi menyampaikan materinya meski dalam kondisi sakit, batuk yg sesak. MasyaAllah :”” Semoga Allah angkat sakitnya dan berikan balasan pahala dan kebaikan yang berlipat-lipat.. Allahumma aamiin

“Pihak yang kalah cenderung meniru penakluknya, baik dalam slogan, cara berpakaian, beragama, dan seluruh adat istiadatnya.” -Ibnu Khaldun 1332-1406

Salah satu quotes dari materi dan ilmu yang Abi sampaikan malam ini sangat merangkum substansi pertemuan ini. Tentang kita umat Muslim yang harus kritis dalam menganalisis segala hal yang sedang terjadi hari ini, pada siapa sebenarnya kaum elitis sedang berpihak dan agenda besar apa yang mereka rencanyakan sama sekali tidak boleh lepas dari pikiran kita agar kita tahu bagaimana sikap yang harus diberikan, keputusan apa yang harus diambil.

Bahwa betapa hari ini penguasa sangat memusuhi Islam dan berupaya bagaimapun cara agar bisa mereduksi Islam tak hanya dari ajaran tapi juga dari jiwa, perangai, dan kehidupan para pemeluknya.

Apel Kebangsaan Rumah Kepemimpinan: 5 Pesan untuk Pemuda dalam Meneruskan Estafet Mempertahankan Kemerdekaan

17 Agustus 1945 menjadi hari yang sakral bagi Bangsa Indonesia. 75 Tahun sudah sejak hari bersejarah tersebut, Indonesia mempertahankan kemerdekaannya.  Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, Rumah Kepemimpinan menyelenggarakan Apel Kebangsaan Virtual bersama seluruh peserta angkatan 10.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Bachtiar Firdaus, selaku Pembina apel memberikan 5 pesan kepada seluruh peserta yang hadir tentang bagaimana peserta Rumah Kepemimpinan melanjutkan estafet perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Pertama, Tempa iman dan karakter. Rumah Kepemimpinan selalu mengingatkan kepada seluruh peserta, alumni, serta pengurus bahwa hal utama adalah karakter. Indonesia ini tidak akan pernah merdeka tanpa karakter yang kuat. Oleh karena itu, Pak Bachtiar mengajak seluruh peserta apel untuk meng-install  seluruh karakter baik dan meng-uninstall karakter-karakter buruk yang tidak bermanfaat dalam perjuangan

Kedua, Mengatur Produktivitas. Pak Bachtiar selanjutnya mengingatkan bahwa setiap orang diberikan otak, hati, waktu yang sama akan tetapi tidak semua dapat mengoptimalkannya. Kunci optimalisasi tersebut adalah mengelola, merencanakan, dan mengevaluasi  produktivitas.

Ketiga, Pesan yang disampaikan Pak Bachtiar adalah Fokus dan Bekerja Keras. Tanpa fokus dan bekerja keras, mimpi-mimpi besar, karya-karya besar, dan hal-hal besar lainnya tidak akan bisa dicapai. Fokus. Ingat selalu prinsip pareto, “Fokus pada 20% yang menghasilkan 80%”

Keempat adalah hal yang sangat penting. Membangun Titik Temu. Pak Bachtiar sangat menekankan hal ini. Jangan membangun tembok-tembok penghalang tapi bangunlah jembatan-jembatan penghubung. Caranya bangun titik temu. Dengan begitu, sumberdaya yang luar biasa akan teraktivasi. Ingat bukan hanya ada 100, 1000, atau  10000 tetapi sangat banyak perbedan dan untuk menyatukannya hanya perlu satu, dua, atau tiga titik temu. Maka dengan bergabung di Rumah Kepemimpinan, jadilah solidarity maker.

Terakhir, dengan banyaknya masalah yang ada di negara Indonesia, maka hal yang paling penting dalam mengisi kemerdekaan dan mempertahankannya adalah dengan menjadi problem solver. Masalah-masalah tersebut, tidak akan selesai dengan hanya berdiskusi panjang lebar mengenai masalah, akan tetapi butuh mereka yang bergerak dengan solusi.

Pandemi COVID-19 dan Ragam Inspirasi Pembinaan Jarak Jauh Rumah Kepemiminan

Terkadang, keterbatasan membuka banyak jalan keluar yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya —Anonim

Di angkatan ke IX ini (periode pembinaan 2018-2020), Rumah Kepemimpinan menggunakan Learning Outcomes yang merupakan turunan dari 8 Kompetensi Dasar dalam Pembinaan Berasrama Rumah Kepemimpinan sebagai acuan capaian keberhasilan setiap peserta binaannya. Learning Outcomes membantu mengukur keberhasilan intervensi program yang diberikan kepada para peserta binaan. Adanya Learning Outcomes juga membuat program pembinaan tidak melulu asrama based atau hanya bisa dilakukan di asrama. Adanya Learning Outcomes, menstimulus inisiasi program-program online, seperti Listen to Inspigo, Leaders and Leadership Online, Sharing Alumni Virtual, Dialog Tokoh/Diskusi Pasca Kampus Online, dan lain sebagainya.

Pengalaman melaksanakan program pembinaan secara online ternyata memberikan manfaat tersendiri dalam kondisi Pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. All winnings paid as bonus credit. https://starlitenewsng.com/gaming-club-casino-no-deposit-bonus/ Sejak diterbitkannya instruksi untuk social distancing, Rumah Kepemimpinan melakukan penyesuaian dengan memberlakukan kebijakan Pembinaan Jarak jauh. Para peserta diberikan pilihan untuk melakukan karantina diri di asrama atau di rumah masing-masing. Regular promotions further seal the deal with Caesars Casino, as users will enter in different competitions https://teyasilk.com/que-significa-sonar-que-ganas-dinero-en-un-casino/ that offer bonus money, exclusive vacation packages and even entries to live tournaments. Sementara, untuk program pembinaannya sebagian dilakukan secara mandiri, sebagian lainnya difasilitasi oleh Bidang Beneficiaries dan para Supervisor Asrama melalui beragam pilihan program online. Players register for their accounts direction on the website https://starlitenewsng.com/las-vegas-5-star-hotel-no-casino/ without downloading an external client.

Sejak kebijakan Pembinaan Jarak Jauh diberlakukan, ada banyak inovasi program online yang muncul dan dilaksanakan oleh beberapa asrama. Playing with real money at Australian online casino sites means trusting your chosen casino https://tpashop.com/how-to-remove-stick-and-poke/ to protect your bankroll. Sebut saja misalnya program Coaching 1 on 1 secara online antara peserta dan Supervisor Asrama yang membahas tentang perkembangan diri masing-masing peserta. Selain itu, ada juga program Pembinaan Jarak Jauh yang mengundang narasumber seperti Kajian Parenting dengan tema “7 Keterampilan Dasar Penunjang Kesuksesan Hidup”, dengan Pak Ading (Alumni RK, Childhood Optimizer Trainer) sebagai pembicaranya. Bonus codes for free spins on registration are a common welcome gift at many online https://parkirpintar.com/how-bad-is-the-second-hand-smoke-in-casinos/ casinos, but free spins for existing players are out there too. Ada juga program Semacam Tempat Kumpul dengan tema “Seberapa Bahaya COVID-19” dengan pembicara Amala RP, SKM (Alumni RK, Epidemiolog Ahli Pertama Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta) dan Ns. Adinda FF, S.Kep (Perawat IGD RS Universitas Indonesia).

Masih ada beberapa program online yang sedang dirancang sebagai bentuk Pembinaan Jarak Jauh di Rumah Kepemimpinan. Beberapa program online yang siap rilis diantaranya adalah, Self Upgrading: “Bagaimana Mengukur Pencapaian Kompetensi Diri”, Kajian Pra Nikah: “Mencari Pasangan Sevisi”, Kajian Finansial: “Bagaimana Mengatur Keuangan Setelah Bekerja”, Cluster Deep Exploration: “Memantapkan Pilihan Karir Pasca Kampus”, dan masih banyak program-program Pembinaan Jarak Jauh yang sedang dirancang oleh para Supervisor Asrama bersama para peserta RK.

Rumah Kepemimpinan merupakan Lembaga Non Profit yang setiap angkatannya memberikan Beasiswa Pembinaan Berasrama kepada 300 Mahasiswa terpilih yang berasal dari 11 PTN yang tersebar di 9 kota besar di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2002 lalu, Rumah Kepemimpinan kini telah menghasilkan 1316 Alumni yang telah menyebarkan banyak kontribusi di berbagai sektor kehidupan baik di dalam maupun di luar negeri. (EAM)

“Melatih Skill, Kreatifitas, Inisiatif dan Tujuan besar Bersama” Dalam Sharing Alumni bersama Nur Agis Aulia

Solo, Kamis (1/8). Pagi-pagi pukul 05.30 kami kedatangan tamu yang luar biasa alumni rumah kepemimpinan Jogjakarta. Beliau Mas Agis Aulia owner Jawara Farm.

Kang Agis memberikan kisah-kisahnya perjalanan hidupnya hingga sekarang, termasuk kehidupan di asrama dahulu. Kang Agis berterimakasih kepada pembinaan RK yang membentuknya menjadi pribadi seperti ini. Dulu di asrama kang Agis pernah menjadi kepala Asrama setahun. Dan baginya ia banyak belajar dari sana.

Secara terperinci di kesempatan lain kang Agis membagikan kisah berjuangnya menjadi seperti sekarang ini, yang awalnya dari jurusan biologi eh pindah ke jurusan fisipol yang klaim kang Agis lebih santai. Kemudian mulai dekat dan mempunyai kecintaan dengan masyarakat pedesaan, dan akhirnya melahirkan jawara farm, yaitu agrosociopreneur di Indonesia. Pesan Kang Agis selagi masih muda ada tiga; Belajar menghadapi ketidakenakan, Investasi Masa Depan, dan cari mentor yang sesuai dengan yang kamu tekuni.

Jangan lupa tetap belajar diatas rata-rata. Melatih skill, kreatifitas dan inisiatif, tetap dengan tujuan besar kita walaupun di tertawakan sekitar kita.

“Rumah Kepemimpinan adalah Motor Pergerakan Pemuda dan masyarakat” Dialog Tokoh bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin

Solo, Kamis (25/07/2019). Kunjungan mahasiswa penerima manfaat beasiswa Rumah Kepemimpinan Universitas Sebelas Maret (UNS) disambut hangat oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di kediamannya. Kegiatan dialog tokoh yang biasanya dilaksanakan di asrama mahasiswa tersebut terasa berbeda dengan berkunjung langsung sekaligus silaturahmi dengan beliau.

Ditemani dua staff dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Yasin menjelaskan masih banyak Kabupaten di Jawa Tengah yang berada di zona merah dalam pembangunan ekonomi. Ia berharap bahwa dengan hadirnya Rumah Kepemimpinan di Solo mampu berkontribusi kepada masyarakat melalui program resmi dari kampus seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, ataupun kegiatan yang digagas oleh Rumah Kepemimpinan sendiri.

“Saat ini fokus Pemprov adalah membangun sumber daya manusia yang baik. Sayangnya masih banyak warga kita yang terbelakang. “Sampeyan ini, anak-anak muda yang memiliki potensi mengubah itu”, ujar Yasin.

Selain itu, beberapa agenda prioritas Pemprov Jawa Tengah turut ditanyakan oleh peserta Rumah Kepemimpinan. Sebagai mahasiswa, banyak masukan yang berkenaan dengan penyediaan Pendidikan tinggi serta kegiatan akademik yang berorientasi terhadap penelitian. Pak Yasin menyambut baik saran tersebut dan menganjurkan jika mendapatkan kesulitan agar melapor langsung ke Pemprov dan segera akan ditindaklanjuti dengan memberkan disposisi kepada kampus.

Tak hanya kegiatan akademis, Pak Yasin turut menceritakan perjalanan hidupnya sebagai mahasiswa hingga berhasil menjadi orang nomor dua di Jawa Tengah dengan usianya yang masih muda. Ia mengenyam Pendidikan tinggi di salah satu Universitas Negri di Syiria. Pada saat itu, islamophobia sangat marak sehingga sering kali beliau mendapat hambatan baik sebelum keberangkatan, masa pendidikan dan ketika hendak pulang ke tanah air.

“Ketika masih menjadi mahasiswa, saya pernah merasakan hidup di rumah tahanan. Entah kenapa, padahal saya tidak macam-macam”, ujarnya.

Di samping itu, beliau menasihati peserta Rumah Kepemimpinan untuk selalu terlibat di organisasi. Menurutnya, partisipasi di organisasi manapun turut membangun mental kepemimpinan sekaligus memperluas jaringan. Setidaknya memaksimalkan waktu yang ada sebelum terjun dalam dunia kerja.

“Saya pas seumuran kalian itu tergabung di Perwakilan Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Syiria. Enaknya jaringannya itu Internasional. Ada rekan saya yang dari Eropa dan banyak juga yang dari Asia Timur”, ujar beliau sambal sesekali tersenyum menceritakan pengalamannya.

Dengan latar belakang alumni Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Yasin turut menjelaskan tantangan pondok pesantren saat ini. Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah tengah menginisiasi mu’addalah yaitu penyetaraan tingkat Pendidikan untuk seluruh ponpes agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam meraih pendidikan tinggi di Universitas.

“Kita ini bekerja di tingkat provinsi sehingga bias membantu santri-santri supaya mendapatkan kesempatan yang sama”, jelasnya.

Sebelum pertemuan selesai beliau menegaskan kembali betapa pentingnya leadership skill dalam mengatur segala sumber yang ada. Ia berharap Rumah Kepemimpinan mampu menjadi motor pergerakan pemuda dan masyarakat khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

“Perluas perkenalan dan jaringan. Perbanyak pengalaman”, tuturnya.

Silaturahim Tokoh dan Deep Cluster Exploration bersama Pak To Suprapto

SILATURAIM TOKOH DEEP CLUSTER EXPLORATION

Yogyakarta (25/7) Silaturahim Tokoh bersama Pak TO Suprapto, pemrakarsa Joglo Tani Wahana Pembelajaran Pertanian Terpadu di Godean, Yogyakarta.

Bersama Pak TO, peserta Nakula Srikandi menjajaki proses pemberdayaan masyarakat melalui pertanian terpadu. Joglo Tani yang diresmikan oleh Sultan Yogya menjadi salah satu inkubator kemandirian pangan dengan prinsip “Menanam apa yang kita makan, memakan apa yang kita tanam.”

Pada lahan seluas 500 meter persegi ini, pak TO membangun kawasan pertanian terpadu dengan akhir peternakan akan menjadi awal dari pertanian. Tanaman pangan, padi aquaponik, peternakan ayam, bebek dan sapi menjadi satu tempat. Dengan joglo tani yang merupakan akronim dari “Ojo Gelo Dadi Petani” penghasilan bersih yang didapat senilai 12jt per bulan nya.

Bagi Pak TO yang pernah mengawali karir 21 tahun sebelumnya sebagai dosen ini, pendidikan hanyalah candu dengan segala kepasifan nya, ia baru akan menjadi manfaat jika sudah diterapkan keilmuannya.

Gagasan, Ide, Langsung Aksi.
Mendengar saya lupa, melihat saya ingat, melakukan saya bisa.

Dialog Tokoh & Silaturahim Pemimpin Muda Regional Surabaya bersama Gus Solah (Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Rektor UNHASY)

Surabaya (25/7). Berlangsung agenda Silaturahmi dan Dialog bersama KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah), Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Rektor Universitas Hasyim Asy’ari.

Dalam kesempatan kali ini, kami menyampaikan bahwa kami adalah Rumah Kepemimpinan atau PPSDMS yang beliau kenal sejak 2009 silam. Beliau sangat senang atas kunjungan kami, dan banyak bertanya mengenai perkembangan Rumah Kepemimpinan.

Beliau juga berpesan agar para peserta Rumah Kepemimpinan selalu belajar dengan baik. Belajar Islam dan memperdalam kompetensi yang ingin digeluti. Beliau pun berpesan agar orang orang baik semakin banyak yang masuk ke sektor politik. Karena politik di negeri ini masih banyak diisi orang yang tidak baik.