NLC 2023 : Literasi Keuangan bersama Maybank Indonesia

Masih sebagai bagian dari Literacy Day di hari pertama National Leadership Camp 2023, Rumah Kepemimpinan menggelar dialog pakar bersama Rahma Suci Sentia, Shariah Advisory & Research Maybank Syariah. Tema yang menjadi bahan diskusi adalah “Mewujudkan Stabilitas Keuangan untuk Masa Depan yang Makmur”

Pada hari Kamis, 24 Agustus 2023, Rumah Kepemimpinan mengadakan acara inspiratif dengan tema “Literasi Keuangan: Mewujudkan Stabilitas Keuangan untuk Masa Depan yang Makmur.” Acara ini dihadiri oleh Fuliyanti Ingche, Branch Manager Maybank Sekuritas, dan Rahma Suci Sentia, Shariah Advisory & Research Maybank Syariah.

Acara ini dimulai dengan sambutan dari Martin Hendrawan, Area Branch Manager Maybank Indonesia, yang mengungkapkan keterlibatan Maybank dalam program literasi keuangan. Martin Hendrawan menyebutkan bahwa Maybank telah bekerja sama dengan Rumah Kepemimpinan untuk menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi, termasuk pembukaan rekening dana nasabah.

Pemateri pertama, Rahma Suci Sentia, Senior Manager of Shariah Advisory and Assurance, membahas pentingnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa seringkali mahasiswa tidak diajari cara mengatur keuangan dan berinvestasi selama masa kuliah. Ini menyebabkan banyak mahasiswa menunda menabung dan tidak memiliki dana darurat. Rahma Suci Sentia menggarisbawahi pentingnya berinvestasi dan mengelola keuangan dengan bijak.

Ia juga membahas konsep “Shariah First,” yang mengedepankan solusi keuangan syariah di semua aspek bisnis. Sentia menjelaskan bahwa prinsip-prinsip syariah wealth management mencakup penciptaan kekayaan, akumulasi kekayaan, perlindungan kekayaan, pemurnian kekayaan, dan distribusi kekayaan melalui sedekah.

Selanjutnya, Fuliyanti Ingche, Branch Manager Maybank Sekuritas, memaparkan produk-produk Maybank Sekuritas, termasuk rekening online, rekening offline, rekening syariah, dan rekening margin. Dia juga memperkenalkan Syariah Online Trading System (SOTS), yang memungkinkan investor membeli saham dari perusahaan berbasis syariah di Indonesia.

Ingche menjelaskan pentingnya Saham Syariah dan mengenalkan indeks saham syariah, yang mencakup 552 saham berdasarkan data Mei 2023. Dia juga membahas fitur-fitur utama SOTS, termasuk mekanisme transaksi sesuai prinsip syariah, laporan kepemilikan saham shariah yang dipisahkan dari kepemilikan uang, dan banyak fitur lainnya.

Dalam sesi tanya jawab, peserta mengajukan pertanyaan tentang topik-topik seperti investasi emas, manajemen risiko untuk investasi di bon dan sukuk, serta program tabungan MyBank. Ingche memberikan jawaban rinci dan solusi untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Acara ini ditutup dengan ajakan untuk mulai berinvestasi syariah melalui layanan Maybank Sekuritas. Selain itu, workshop literasi keuangan juga diselenggarakan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut tentang investasi dan pengelolaan keuangan yang bijak. Semua peserta diingatkan tentang pentingnya menabung dan mengelola keuangan dengan baik untuk memastikan masa depan yang lebih stabil dan makmur.

Refleksi dan Perubahan : Evaluasi Semester 2 Rumah Kepemimpinan Sebagai Panggung Perbaikan Peserta

Pada tanggal 4 hingga 17 September 2023, Rumah Kepemimpinan melaksanakan evaluasi ini. Tujuannya adalah untuk mengukur pencapaian peserta Rumah Kepemimpinan selama semester 2, yang berlangsung dari Februari hingga Agustus 2023.

Sebelum evaluasi dimulai, masing-masing regional dan supervisor pembinaan telah melakukan persiapan yang cermat. Ini mencakup pembinaan pribadi peserta, penilaian diri terkait pencapaian learning journey, pelaporan kehadiran, pelaporan amalan ibadah harian, serta memberikan masukan melalui borang evaluasi oleh para supervisor regional. Semua ini bertujuan untuk membantu peserta mencapai yang terbaik.

Evaluasi semester 2 melibatkan 338 Peserta Rumah Kepemimpinan yang aktif hingga Agustus 2023. Tujuh evaluator yang telah terlatih secara khusus bertanggung jawab untuk mengukur pencapaian learning journey peserta. Mereka menilai kompetensi dan perilaku peserta berdasarkan indikator-indikator yang telah diambil dari learning journey utama dengan 13 kata kunci pembinaan selama semester 2.

Hasil evaluasi membagi peserta menjadi tiga kategori: lulus, lulus bersyarat, dan tidak lulus. Peserta yang lulus memperoleh nilai akhir minimal 80, sedangkan peserta lulus bersyarat memiliki nilai minimal 62,80. Peserta dengan nilai di bawah 62,80 dianggap tidak lulus.

Hasil rapat evaluasi menunjukkan bahwa sebanyak 119 peserta berhasil lulus, 207 peserta lulus bersyarat, dan 24 peserta tidak lulus. Peserta yang lulus bersyarat akan terus dipantau hingga 1 Oktober 2023, dengan kemungkinan revisi status kelulusan mereka. Sementara itu, peserta yang tidak lulus terdiri dari tiga peserta yang tidak mengikuti evaluasi, satu peserta yang mengundurkan diri selama proses evaluasi, dan 20 peserta yang tidak memenuhi standar ketuntasan evaluasi semester 2.

Proses evaluasi ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga tentang refleksi diri dan kesempatan untuk perbaikan. Semoga setiap peserta dapat mengambil manfaat dari evaluasi ini dalam perjalanan mereka menuju kepemimpinan yang lebih baik.

NLC 2023 : Literasi Kewirausahaan bersama Sekjend HIPMI

Sebagai bagian dari pembukaan acara National Leadership Camp 2023, Rumah Kepemimpinan menggelar dialog tokoh bersama Dr. Anggawira, M.M., M.H., yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Ketua Umum ASPEBINDO, dan Tim Ahli Menteri Investasi. Tema yang menjadi bahan diskusi adalah “Empowering Minds for Entrepreneurships” yang bertujuan untuk membangun literasi dalam entrepreneurship bagi para peserta Rumah Kepemimpinan.

Dalam materinya, Dr. Anggawira membahas pentingnya memahami pikiran berwirausaha sebagai landasan untuk kesuksesan dalam berbisnis. Beliau menggarisbawahi bahwa wirausaha bukanlah sekadar sebuah pekerjaan, melainkan sebuah pemikiran dan sikap mental. Menurutnya, membangun literasi dalam pikiran berwirausaha adalah langkah awal yang krusial dalam mencapai tujuan di dunia bisnis.

Dr. Anggawira juga berbicara tentang peran penting generasi muda, terutama Generasi Z, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang kerja. Ia menekankan bahwa melihat aturan legislatif dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak adalah cara yang efektif untuk meraih kesuksesan dalam dunia berwirausaha.

Selain itu, narasumber tersebut juga membahas perubahan besar yang terjadi dalam dunia kerja, terutama dengan perkembangan teknologi dan otomasi. Dr. Anggawira menegaskan bahwa perubahan ini bukanlah ancaman, tetapi peluang untuk menciptakan pekerjaan baru yang memerlukan kreativitas dan inovasi. Ia menyarankan agar Generasi Z menjadikan resiliensi dan karakter yang kuat sebagai modal utama dalam berwirausaha.

Acara ini memberikan pesan yang kuat kepada peserta, bahwa literasi dalam pikiran berwirausaha adalah kunci untuk meraih kesuksesan dalam dunia bisnis yang penuh tantangan. Dengan semangat dan pemahaman yang diberikan oleh Dr. Anggawira dan narasumber lainnya, Generasi Z diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang ada dan menjadi pengusaha yang inovatif di masa depan.

Bikin Dampak Nyata dengan Immersion bersama Bang Dasril!

Pada Rabu, 19 Juli lalu, kita diajak bergabung dalam sharing alumni seru bareng bang Dasril Guntara dari Regional Nusantara Putri 1. Acaranya bertema “Immersion to make a RICO (Real Impact Contributor)” yang diadakan secara online via zoom.

Bang Dasril, alumni RK Regional 1 Angkatan 3 yang kini jadi CEO di NICE Indonesia, punya pepatah favorit, “Great project start with great design.” Gimana sih cara menciptakan dampak nyata dengan teknik immersion ini?

Nah, immersion itu kayak observasi yang bikin kamu ikut terlibat dalam aktivitas sehari-hari orang yang kamu amati. Hasilnya, data yang kamu dapetin lebih tajam dan kamu bisa nangkep apa yang mereka beneran butuhin. Jadi, gimana teknik ini bisa bikin dampak yang beneran berasa?

Ada tiga kelebihan pendekatan partisipatif yang bisa bikin proyek kamu luar biasa:

  1. Program sukses itu yang melibatkan komunitas dari awal.
  2. Indikator keberhasilan ditentuin bareng, jadi dampak yang dicapai bukan kebetulan.
  3. Prosesnya fleksibel dan cocok buat masyarakat, jadi semua merasa dihargai dan ga kebeletan.

Dengan dengerin apa yang masyarakat butuhkan, proyek kamu bisa jadi keren dan berkelanjutan. Ini kayaknya penting, deh, karena ‘Needs’ (kebutuhan) itu lebih berharga daripada ‘Wants’ (keinginan).

Nah, buat kamu yang pengen bikin proyek keren dan berdampak, coba deh ikutan langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi Proyek
  2. Buat Perencanaan Proyek
  3. Rancang Dashboard Proyek
  4. Monitoring dan Evaluasi
  5. Bikin Kerangka Pelaporan Proyek

Jadi, yuk, kita inspirasi diri sendiri dan rancang proyek yang bikin perubahan beneran!

Belajar dari Kepala Desa Termuda yang Sukses Membangun Desa Berjo

Rumah Kepemimpinan Regional Surakarta mengadakan kegiatan dialog tokoh dengan Wahyu Budi Utomo, Plt. Kepala Desa Berjo, yang merupakan Kepala Desa Termuda di Kabupaten Karanganyar. Selain bersilaturahmi para peserta juga belajar tentang bagaimana cara menjadi pemimpin muda yang berpengaruh bagi masyarakat di Studio Tani miliknya, Dusun Tagung, Desa, Tlogo, Berjo (2/6).

Diangkat menjadi Plt. Kepala Desa di Usia Muda

Wahyu Budi Utomo, yang kerap disapa Mas Wahyu, diangkat menjadi Plt. Kepada Desa di usia yang relatif muda, yaitu saat dirinya baru berusia 26 tahun. Walau demikian, ia sukses membangun Desa Berjo hingga menjadi desa terkaya di Kabupaten Karanganyar.

Desa Berjo terletak di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini terletak di lereng Gunung Lawu, sehingga desa ini memiliki pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk.

Dilalui oleh Sungai Kedungpanji dan Sungai Blado yang memiliki peran penting dalam pasokan air bagi kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Tanahnya yang subur cocok untuk pertanian, terutama untuk pertanian padi, sayuran, dan perkebunan, seperti teh dan kopi.

Melakukan Berbagai Pendekatan

Kesuksesannya tersebut tak lepas dari berbagai pendekatan yang ia lakukan. Salah satunya dengan pendekatan kultural, yaitu dengan adanya tongkrongan pinggir sawah bersama para pemuda di Desa Berjo.

Dari diskusi-diskusi tentang kondisi pertanian dan petani masa kini di tongkrongan pinggiran sawah tersebut, lahirlah Kelompok Taruna Tani yang menjadi wadah untuk berusaha di bidang pertanian.

Selain pendekatan kultural, ia juga menerapkan berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan desa. Beliau memberi kesempatan bagi warganya untuk memperoleh modal dan akses pasar, serta menerapkan kebijakan lainnya guna mendorong pertumbuhah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mas Wahyu, kunci dalam berkontribusi adalah terus berbenah dan menjadi kreatif. Mulailah dari yang paling dekat dan yang bisa kita lakukan terlebih dahulu. Pengaruh positif tentu akan berjalan beriringan dengan kontribusi yang diberikan. Kegiatan dialog tokoh Regional 9 Rumah Kepemimpinan Surakarta ini memberikan wawasan dan inspirasi kepada peserta dalam membangun kepemimpinan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Generasi Muda Bergabung dalam Dialog Tokoh Nasional: Membahas Ketahanan Ideologi Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta – Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi R. Ahmad Nurwakhid, M.M., hadir dalam agenda Dialog Tokoh Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah Kepemimpinan. Diselenggarakan di Auditorium Rumah Kepemimpinan, dialog tokoh tersebut dihadiri oleh para Peserta Rumah Kepemimpinan secara hybrid (27/7/2023).

Dialog tokoh kali ini bertemakan “Ketahanan Ideologi Menuju Indonesia Emas 2045”. Brigadir Jenderal Polisi R. Ahmad Nurwakhid, M.M. mengawali dengan penjelasan mengenai ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan bernegara, meliputi ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, hukum, pertahanan, dan keamanan.”, ujarnya. Kondisi dinamis tersebut dikenal dengan IPOLEKSOSBUDKUMHANKAM. Unsur ini melengkapi bagaimana pemerintah menjalankan good governance dan adanya demokrasi partisipatoris, begitulah ungkapan tambahan dari Nurwakhid.

Nurwakhid membawa peserta untuk memahami bahwa ketahanan nasional dapat diwujudkan melalui ketahanan ideologi oleh masyarakat.

“Ideologi adalah ide, paradigma, pondasi, falsafah, dan arah dalam kehidupan berbangsa, sehingga dalam berbangsa (ideologinya) harus sama.”, kata Nurwakhid.

Oleh karena itu, Peserta Rumah Kepemimpinan yang merupakan para mahasiswa perlu mengetahui ancaman-ancaman terhadap ketahanan ideologi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Sebagai pemimpin dan kader pemimpin bangsa ini, perlu memiliki sifat komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, akomodatif terhadap budaya dan kearifan lokal, serta mengakui dan menghormati pemerintah yang sah.”, nasihat Nurwakhid kepada Peserta Rumah Kepemimpinan yang hadir.

Beliau mengajak Peserta Rumah Kepemimpinan untuk memaksimalkan peran peserta sebagai mahasiswa dengan ilmu, pengetahuan, dan penguasaan teknologi yang dimiliki agar turut serta menjadikan Pancasila sebagai dasar bernegara, sehingga harapannya Peserta Rumah Kepemimpinan dapat menjadi pemimpin yang moderat sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan dalam program pembinaan.

“Rumah Kepemimpinan menyiapkan generasi masa depan Republik Indonesia melalui program pembinaan kepemimpinan bagi mahasiswa yang kini memasuki usia millenial.”, ungkap Nurwakhid.

Mengubah Lensa Hidup Menuju Kesuksesan dan Kebahagiaan Hakiki

Terkadang, apa yang sudah kita rencanakan tidak sejalan dengan realita yang terjadi dalam hidup kita. Entah ada halangan atau hambatan yang membuat langkah kita melambat, bahkan berbelok dari rencana hidup kita. Lalu, harus bagaimana?

Pada 27 Juni 2023 lalu, Regional Nusantara Putri 2 mengadakan Sharing Alumni secara daring untuk menjawab pertanyaan dan keresahan seputar life plan tersebut.

Kak Arry Rahmawan Destyanto menjadi pembicara dalam acara sharing alumni kali ini. Beliau merupakan alumni Rumah Kepemimpinan Regional 1 Angkatan 5 dan saat ini tengah menempuh studi doktoral di Delft University of Technology, Belanda.

Memaknai Arti Kesuksesan dan Kebahagiaan

Di awal, Kak Arry mengajak para peserta untuk merenungi definisi sukses dan kebahagiaan itu sendiri. Dalam hidup ini ada orang yang stress dan depresi karena rencana hidupnya tidak berjalan seperti yang diharapkan, namun ada juga yang tetap semangat melangkah dan optimis dalam mengupayakannya.

Ternyata penyikapan yang berbeda tersebut tergantung pada bagaimana kita mendefinisikan sukses dan bahagia itu. Karenanya, sebagai seorang muslim kita perlu memaknai, merencanakan, dan menjalani hidup itu sesuai lensa Alquran, pedoman yang diturunkan untuk menuntun hidup kita.

“Sebagai seorang Muslim kita perlu memaknai, merencanakan, dan menjalani hidup sesuai lensa dan pedoman kita, Alquran.”

Salah satu aspek penting yang dibahas dalam acara ini adalah tentang bagaimana Alquran mendefinisikan kesuksesan. Sukses menurut Alquran adalah tentang mencapai kebahagiaan abadi di surga. Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini, kita perlu mengoptimalkan waktu kita untuk melakukan amal shalih terbaik, sebagai wujud rasa syukur dan ibadah kepada Allah SWT. Sedangkan, kebahagiaan menurut Alquran terletak pada tingkat ketakwaan kita. Dengan mengubah lensa pandang kita, kita dapat melihat makna yang sebenarnya dari kesuksesan dan kebahagiaan.

Sharing Alumni ini memberikan wawasan berharga yang menjawab pertanyaan dan keresahan peserta untuk mengubah cara pandang mereka dalam merencanakan hidup. Setelah sharing alumni tentang Life Plan ini diharapkan setiap peserta dapat menerapkan pemahaman baru ini dalam kehidupan sehari-hari mereka untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan sesuai dengan panduan Alquran.

Apa Insight yang didapat peserta?

“Prestasi itu bukan suatu kewajiban dari Allah. Jadi kalo emang pengen berprestasi, jadikan prestasi itu sebagai ajang atau lantaran untuk menuju ridho-Nya. Allah cuma nyuruh kita untuk mati-matian dalam beribadah dan amal sholih makanya ketika melakukan hal-hal duniawi harus disandarkan biar akhirnya gak merugi.” – Nila Raudlotul Janah, RKN Putri 2

“Refocusing our plan, not only to impact others but also for self-branding amidst the identity crisis on social media. not just a vision but realization.” – Jihan Amirotul Farikhah, RKN Putri 2

Mengenal Diri dan Memahami Tujuan Hidup Untuk Mencapai Puncak Manfaat, bersama Bang Adi Wahyu Adji

(9/7) Peserta Rumah Kepemimpinan Regional Barat Nasional mengikuti agenda pembinaan Menuju Puncak Manfaat (MPM) bersama bang Adji Wahyu Adji. Sebelum sesi MPM dimulai Bang Adji meminta adik-adik peseta menyimak video Speech Steve Jobs dalam acara wisuda di Standford University sekitar tahun 2005. Meskipun terbilang lama, tetapi isi speechnya etap relevan sampai hari ini. Dari speech Mr Jobs terdapat 3 main poin, connecting the dots, love and loss, dan death. Poin yang mendapat penekanan bang Adji Adilah connecting the dots. Momentum itu baru bisa terjadi saat kita mengaitkan titik-titik kehidupan kita yang telah terjadi di masa lalu.

Di dalam sesi MPM tadı malam Bang Adji menekankan pentingnya mempersiapkan perencanaan masa depan. Bagi seorang muslim di dalam Alquran Allah memerintahkan kita untuk mempersiapkan hari esok (akhirat). Maka penting bagi kita untuk tahu apa yang hendak dilakukan dan bisa menjadi bekal pulang ke kampung akhirat. Tentunya betal tersebut adalah amal salih yang berbentuk kontribusi nutuk masyarakat.

Bang Adji juga menyarankan dalam membuat Lifeplan kita tahus spesifik. Hal tersebut akan membuat fokus lebih terarah. Ada beberapa alasan yang membuat kita sulit mencapai ke puncak manfaat diri:

  1. Tidak tahu potensi diri
  2. Tidak PD
  3. Bingung mulai dari mana
  4. Overthinking
  5. Cita-cita yang mudah berubah
  6. Semangat nail turun

Bang Adji menjelaskan bahwa hidup ini ibarat pendakian. Dalam pendakian terdapat 3 tenis tipe pendaki. 1) Quitters: yang sedikit-sedikit mengeluh. Padahal perjalanan baru dimulai. Alhasil peluang sampai atas terbilang kecil krn selalu mengisi perjalanan dengan keluhan. 2_ Campers: pendaki yang cepat merasa puas padahal belum sampai puncak. Ia sudan merasa bahagia padahal jarak dakian yang ditempuh belumlah jauh. 3. Climbers: tipe yang berjuang sampai titik puncak. Karena itu merupakan tujuannya.

Ada tiga pola MPM: Finding Me, Sharpen Me dam Proven Me.

Sesungguhnya proses menemukan diri dan potensi juga tida mudah. Harus ada usaha yang terencana dan terukur. Momen di mana kita harus mengenali bahwa setiap diri punya potensi berbera dan potensi tersebut bisa dimaksimalkan dengan diasah selalu. Orang yang berhasil adalah mereka yang mama menemukan diri mereka dan menjalani kehidupan dengan efektif dan percaya diri karena meraka tahu tujuan mereka. “Kemampuan kita akan terlihat ketika menghadapi masalah.”

Bebaskan Pemuda Melangitkan Cita, Rumah Kepemimpinan Menggelar Panggung Cita Pemuda 2022

Sudah saatnya peran pemuda yang berasal dari beragam ranah diberi ruang untuk berjejaring dan menjalin narasi demi Indonesia maju. Pagelaran “Panggung Cita Pemuda”, yang dihadiri oleh +300 partisipan online merupakan salah satu agenda perayaan 20 tahun Milad Rumah Kepemimpinan sekaligus menjadi bukti nyata dari RK untuk menggagas dan memfasilitasi pemuda/i negeri.

Digelar selama 3 hari berturut-turut, Panggung Cita Pemuda mengundang 17 tokoh inspiratif pembaharu dalam berbagai isu terkini sesuai perkembangan masyarakat dan terkhusus Generasi Z. Isu tersebut mencakup 5 gagasan, yakni Anti Corruption Movement, Youth And Politics, Global Talent, Digital Transformation, dan Global Environment.

Berbagai narasi besar digaungkan oleh para tokoh inspiratif dalam acara ini. Narasi keharusan pemuda untuk tangguh datang dari Dhita Mutiara Nabella (Founder Cerita Iklim) yang menyebutkan bahwa, “Anak muda harus merdeka sejak dari pikirannya.” Ia menilai implementasi hal positif dari jiwa anak muda mampu menggaet orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengannya untuk saling berkembang dan memajukan. 

Selaras dengan Dhita, Dharmaji Suradhika (CEO Pemimpin.id) menyisipkan idealisme para pendahulu dari kalangan sultan, sunan, dan bangsawan yang merepresentasikan pemuda sebagai rumah peradaban. “Pergilah ke Teras dan Mengajarlah!”, merupakan penggalan idealisme pendahulu kita, mereka menjadikan teras rumahnya sebagai tempat mengajar untuk seluruh kalangan. Maka sudah seharusnya pemuda masa kini tak memandang manusia berdasarkan strata ekonomi, dibutuhkan pemuda yang mampu keluar dari zona nyaman untuk berbaur dengan masyarakat dan menyemai benih manfaat bagi negeri.

Berbeda dengan Dharmaji yang mengajak para pemuda kini untuk meneladani para pendahulu, Adlil Umarat (Project Portfolio Manajer CIAS) mengenalkan pendekatan projek berbasis pembelajaran bagi pemuda untuk menjadikan diri mereka siap menghadapi masa depan. Bagi Adlil, apa yang dilakukan oleh para tokoh pendahulu di masa silam akan sukses diterapkan di masa mendatang jika pemuda/i mampu mengimplementasikan kolaboratif antar masyarakat demi menggagas hasil terbaik yang lebih masif dan meluas.

Perlu perjalanan panjang untuk menggagas pemuda/i yang siap menghadapi tantangan negeri ini menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia mendatang. Namun berkaca dari ikhtiar Rumah Kepemimpinan dalam memvalidasi potensi kepemimpinan pemuda/i selama 20 tahun, tidak ada hal yang terlambat atau mustahil dilakukan bagi bangsa ini jika kita mengedepankan solidaritas untuk berkarya lebih baik, berdedikasi lebih kuat, dan berdampak lebih unggul.