Kampanye anti-Bullying yang Menyenangkan ala INSANI

Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan (bullying), Inisiator Anak Anti Intimidasi (INSANI) mengadakan acara Sosialisasi “Stop Bullying” di SDN Srengseng Sawah 12 Pagi yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 4. Acara ini diadakan di mushola sekolah pada hari Kamis, 1 Februari 2024 yang dihadiri Wakil Kepala Sekolah, Bapak Sukirman, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Titik Rahmayanti, S.Pd, dan Ibu Diah Isnawati, S.Pd dan Bapak Agus Sujita, S.Pd, selaku Wali Kelas 4A dan 4B.

Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh maraknya perundungan yang terjadi di kalangan anak-anak. Menurut Federasi Serikat Guru Indonesia, pada Januari hingga Juli tahun 2023, persebaran kasus perundungan berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak terjadi pada tingkat Sekolah Dasar, yaitu sebanyak 25% dan memakan korban sebanyak 43 korban.

Dampak dari perundungan sangat serius. Hal ini dapat menyebabkan korban perundungan merasa kesepian, kehilangan kepercayaan diri, dan bahkan bunuh diri. Atas dasar itulah, INSANI bergerak untuk meningkatkan kesadaran akan perundungan di kalangan anak-anak melalui sosialisasi.

Acara berlangsung pukul 08.00 WIB sampai 10.15 WIB yang terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama, pemaparan video animasi tentang anti-bullying. Sesi kedua, pemaparan materi oleh kakak pendamping di mana para siswa dibagi ke dalam empat kelompok yang ditemani 2-3 pendamping. Kakak-kakak menggunakan alat intervensi berupa poster dan gambar-gambar menarik agar sesi semakin interaktif. Para siswa diberi PIN bertuliskan ajakan untuk bersikap ramah kepada sesama. Di akhir acara, terdapat signature wall di mana setiap siswa diperkenankan menulis ungkapan dan janji untuk tidak melakukan bullying di atas banner.

Ada satu kalimat yang sangat menyentuh hati yang dituliskan salah satu siswa, “Terima kasih Kak, Aku bahagia kakak datang ke sini.” Betapa bahagia dan bersyukurnya kegiatan ini dapat terealisasi. Semoga semakin banyak pemuda dan elemen masyarakat yang terlibat dalam kampanye anti-bullying.

INSANI sendiri merupakan salah satu proyek sosial yang diinisiasi oleh peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta sebagai bentuk nyata kontribusi peserta dan optimalisasi peran kepemimpinan di tengah masyarakat.

Leadership Exploration and Advancement Program (LEAP) Malaysia Edition: Elevating Beyond Borders

Jakarta – Kuala Lumpur, 22-28 Januari 2024 – Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta berhasil menginisiasi acara Leadership Exploration and Advancement Program (LEAP) Malaysia Edition. Program ini bertujuan untuk menginspirasi dan memberdayakan peserta untuk berkontribusi positif terhadap perubahan bangsa melalui eksplorasi di ranah internasional, khususnya di Malaysia. Dalam acara ini, peserta berkompetisi dalam mengembangkan proyek sosial yang dapat mengatasi tantangan globalisasi yang ada.

 

Rangkaian program Case Study Chronicles menjadi highlight dari kegiatan ini. Terdiri atas tiga fase utama yang mencakup “Innovators’ Race,” “Puzzle Assembly,” dan “Final Pitch.” Setiap fase dirancang untuk menguji kreativitas, kemampuan analitis, dan keterampilan komunikasi peserta dalam konteks tantangan kepemimpinan yang nyata.

Innovators’ Race memperkenalkan elemen kejutan dan tekanan waktu, menciptakan lingkungan yang memungkinkan peserta untuk menghasilkan solusi inovatif dalam waktu yang singkat. Di sisi lain, Puzzle Assembly memerlukan kerja sama tim yang solid dan kemampuan pemecahan masalah untuk menyelesaikan tantangan yang kompleks.

Fase terakhir, Final Pitch, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyajikan ide-ide mereka di hadapan juri dan peserta lainnya. Inilah momen krusial di mana mereka dapat menunjukkan visi kepemimpinan dan cara mengatasi tantangan di dunia nyata.

Selain rangkaian Case Study Chronicles, LEAP juga menyelenggarakan Knowledge Exchange Session, di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan pembelajaran mereka, memperkuat jaringan kepemimpinan, dan mengidentifikasi peluang kolaborasi masa depan.

Acara puncak dari LEAP Malaysia Edition adalah Award Ceremony, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian luar biasa peserta dalam setiap fase program. Penghargaan diberikan kepada individu dan tim yang menonjol dalam berbagai kategori, termasuk inovasi terbaik, kerja sama tim terbaik, dan presentasi terbaik.

Inisiatif LEAP ini adalah bukti nyata komitmen Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta dalam membangun generasi kepemimpinan yang inovatif dan mampu menghadapi tantangan global. Kami berharap para peserta LEAP Malaysia Edition semakin bersemangat mengasah keterampilan dan wawasan untuk memaksimalkan peran kepemimpinan dalam masyarakat.

Melihat dan merasakan langsung merupakan dua hal yang berbeda. Pengalaman mengikuti kegiatan LEAP membuka banyak perspektif terhadap hal baru, menghargai keberagaman dan melatih diri menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Semoga kebermanfaatan program ini bisa diteruskan dengan keterlibatan peserta dalam kegiatan positif lainnya. Sebagai supervisor kami, mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk seluruh panitia dan peserta yang terlibat, khususnya M. Kafin Nur dan Marwa Aliifah Muthmainnah selalu Project Officer dan Vice Project Officer dalam program ini.

Shines at Future Leaders Catalyst Summit in Singapore

Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Future Leaders Catalyst Summit yang diadakan di Singapura pada tanggal 10-13 Februari 2024.

Pertemuan tersebut fokus pada pemberdayaan pemimpin muda yang memfasilitasi informasi pertukaran lintas budaya, memberikan platform bagi bakat-bakat peserta Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta untuk ikut terlibat aktif dalam diskusi berarti, lokakarya interaktif, dan kesempatan berjejaring.

Delegasi Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan culture visit di Singapura dimana para peserta mendapatkan kesempatan langka dalam belajar langsung tentang keragaman budaya, kehidupan sosial, dan sistem nilai yang memengaruhi cara orang Singapura dalam berpikir dan bertindak.

 

Terdapat kegiatan pamungkas berupa Sharing Alumni bersama Aditya Aryandi Setyawibawa seorang Researcher Startup Bioteknologi di Singapura sekaligus Alumni Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta Angkatan 6 yang dilaksanakan di Nanyang Technological University. Dalam jalannya diskusi Mas Aditya Aryandi banyak memberikan perspektif baru tentang persiapan atau strategi dalam menghadapi dunia pasca kampus dan dinamika perjalanan hidupnya yang inspiratif,

Future Leaders Catalyst Summit menjadi bukti dari dedikasi Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta terhadap keunggulan dalam pengembangan kepemimpinan dan komitmennya untuk mempersiapkan generasi mendatang sebagai pemimpin masa depan.

Peran Perempuan dalam Kepemimpinan

Jakarta ─ Ketua Dewan Kerajinan Daerah sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Nusa Tenggara Barat masa bakti 2018-2023, Hj. Niken Saptarini Widyawati, S.E., M.Sc., hadir dalam agenda Dialog Tokoh Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah Kepemimpinan. Dialog tokoh yang terselenggara pada 30 Januari 2024 ini dihadiri oleh para Peserta Rumah Kepemimpinan putri secara daring.

Dialog tokoh kali ini bertemakan “Peran Strategis Seorang Perempuan dalam Mempertahankan Ideologi dan Stabilitas Negara”. Hj. Niken Saptarini Widyawati, S.E., M.Sc. atau yang akrab disapa Bunda Niken membuka sesi dialog dengan membahas peran perempuan.

“Perempuan memiliki peran penting dalam segala aspek, namun seringkali terabaikan dan tidak diakui secara penuh, padahal peran perempuan sangat signifikan dan tidak dapat dihiraukan”, ujar Bunda Niken.

Kontribusi perempuan dapat dilihat sebagai penjaga dan pembentuk nilai, serta budaya dan generasi penerus. Dimulai dari ranah domestik dimulai dengan peran dalam menanamkan nilai dan moral luhur, perempuan akan menjadi calon guru untuk generasi selanjutnya, maka dibutuhkan perempuan yang resilien dan berpegang teguh pada nilai moral dan ideologi luhurnya. Kontribusi dalam pemberdayaan untuk pembangunan ekonomi, sosial, dan kesejahteraan menjadi peran penting selanjutnya bagi perempuan.

Kontribusi perempuan dapat dilihat sebagai penjaga dan pembentuk nilai, serta budaya dan generasi penerus. Dimulai dari ranah domestik dimulai dengan peran dalam menanamkan nilai dan moral luhur, perempuan akan menjadi calon guru untuk generasi selanjutnya, maka dibutuhkan perempuan yang resilien dan berpegang teguh pada nilai moral dan ideologi luhurnya. Kontribusi dalam pemberdayaan untuk pembangunan ekonomi, sosial, dan kesejahteraan menjadi peran penting selanjutnya bagi perempuan.

Terakhir dalam segi kepemimpinan politik, perempuan menjadi narator sosial dan budaya yang mempromosikan nilai dan ideologi melalui tools atau media yang diadaptasi dengan perkembangan jaman, serta terlibat dalam hubungan internasional mampu menciptakan hubungan global yang stabil dan saling menghormati.

Dunia ini akan berubah menjadi hamparan taman keindahan, kebaikan, dan kebenaran. Oleh karena itu, mendidik perempuan di hari ini sama dengan menggenggam kemuliaan di hari esok. Beliau mengajak Peserta Rumah Kepemimpinan putri dalam mengoptimalkan kesempatan yang didapatkan hari ini.

“Mendukung perempuan dalam berkontribusi adalah bentuk investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik”, tutup Bunda Niken dalam sesi dialog tokoh.

Mengenang Akar Perjuangan: Pesan Mendalam Pak Husein untuk Alumni RK

Kamis, 19 Oktober 2023, peserta Rumah Kepemimpinan Regional Surakarta disambut dengan kehadiran yang sangat spesial pada hari ini. Bapak Laksamana Muda Husein Ibrahim, salah satu co-founder Rumah Kepemimpinan (RK), datang untuk berbagi kisah inspiratifnya. Suasana penuh semangat pun memenuhi ruang pertemuan.

Sejarah terbentuknya RK sendiri adalah kisah menarik yang dibagikan oleh Bapak Husein. Ceritanya dimulai saat Ustaz Musholli dan Pak Bachtiar Firdaus, yang menjadi pelopor utama RK, bertemu dengannya. Mereka berdua memiliki visi besar untuk membangun sebuah wadah pembinaan yang bisa mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang berkontribusi positif bagi bangsa ini.

RK, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Husein, memiliki cita-cita besar. Mereka ingin membentuk para peserta menjadi individu yang tak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berjiwa sosial dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah tugas suci yang RK ambil sebagai bekal peserta untuk menghadapi dunia nyata.

Namun, pembinaan ini tidak terwujud tanpa adanya semangat berbagi dan bersedekah. Bapak Husein dengan penuh semangat menceritakan perjuangannya dalam mendukung RK. Dalam perjalanan panjang ini, dia telah berinvestasi banyak waktu, tenaga, dan sumber daya untuk memastikan kelangsungan dan keberhasilan RK. Ini adalah bukti betapa pentingnya bersedekah dan memberikan kepada masyarakat.

Tetapi pesan yang mungkin menjadi sorotan paling kuat dari kunjungan ini adalah pesan terkait alumni RK. Bapak Husein menekankan bahwa, ketika telah menjadi alumni, mereka tak boleh melupakan asal-usul mereka. RK adalah pondasi bagi setiap perjalanan sukses mereka, dan menjaga koneksi dengan rumah ini adalah suatu kewajiban. Ini adalah komitmen untuk memberi kembali, seperti yang dia lakukan.

Bapak Husein Ibrahim, dengan karisma dan semangat yang tak terbantahkan, telah memberikan pesan kuat tentang arti sejati dari RK. Ini adalah tempat di mana impian dikembangkan, tekad diperkuat, dan potensi sejati ditemukan. Ia adalah bukti hidup dari apa yang bisa dicapai ketika kita percaya pada pembinaan, pengembangan diri, dan memberikan kepada orang lain.

Semoga pesan-pesan dari founding fathers Rumah Kepemimpinan selalu melekat dalam diri setiap peserta, bahkan ketika setelah menjadi alumni. Sehingga nilai-nilai perjuangannya tidak hilang, bahkan semakin menguat ketika sudah menjadi alumni.

Pesta Kebaikan, Upaya Mengasah Kepekaan Sosial

Pesta Kebaikan menjadi suatu kegiatan challenging bagi setiap para peserta National Leadership Camp 2023. Kegiatan ini menjadi challenge sekaligus wadah untuk mengasah kepekaan dan kepedulian sosial para peserta.

Para peserta yang terbagi ke dalam 43 kelompok kemudian ditantang untuk melipatgandakan uang dari modal awal sebesar Rp50.000 setidaknya menjadi Rp500.000 dalam kurun waktu tertentu.

Dimulai dari PPPPTK Bahasa, Jakarta Selatan para peserta kemudian bertolak ke lokasi dimana mereka menjalankan misinya masing-masing di sekitaran Jakarta dan Depok.

Berbagai strategi dan usaha peserta lakukan dari berjualan, open commission, open donasi, dll. Seperti yang dilakukan kelompok 18 yang menjadi pemenang dalam challenge ini, Nurul, dkk berstrategi dengan cara membuka open commission jasa ilustrasi sekaligus berdonasi. Tak hanya untuk mengumpulkan uang, pesta kebaikan ini juga menjadi ajang bonding antar peserta.

Setelah 2 (dua) jam melipatgandakan modal awal, para peserta kemdian ditantang untuk melipatgandakan kebaikan dengan aksi-aksi sosial dari uang yang berhasil dikumpulkan. Beragam aksi sosial dilakukan, ada yang kemudian memborong dagangan para pedagang yang belum laku, ada yang kemudian membagikan paket sembako dan makanan gratis kepada mereka yang membutuhkan. dari mulai para pedagang yang sedang menjajakan dagangannya, kuli bangunan yang sedang bekerja, ojek online yang sedang menunggu penumpang, pak ogah diperempatan jalan, juga lansia yang sedang duduk bersantai.

Pesta Kebaikan tak sekadar menciptakan dampak sosial positif, namun juga mempererat hubungan antar peserta, bersama-sama mereka berjuang untuk menjalankan misi kebaikan. Hasilnya, terkumpul dana sebesar Rp12.784.000 dan diteruskan dalam aksi-aksi sosial kepada 1.184 orang penerima manfaat dalam kurun waktu kurang dari 5 jam.

Pesta Kebaikan menjadi wujud nyata dari semangat kepedulian dan kerjasama dalam membantu sesama. Melalui langkah-langkah kecil, para Peserta Rumah Kepemimpinan telah menunjukkan bagaimana kebaikan dapat dihadirkan dalam aksi-aksi nyata. Semoga dari sedikit kebaikan yang ditebarkan mampu mengukir senyuman, kebahagiaan, pun bisa menjadi inspirasi untuk melahirkan kebaikan-kebaikan lainnya.

Sharing Alumni NLC 2023: Wawasan Penting dari Berbagai Klaster Karier

Jakarta, 26 Agustus 2023 – National Leadership Camp (NLC) 2023, yang diselenggarakan oleh Rumah Kepemimpinan, menghadirkan berbagai sesi Sharing Alumni yang memberikan wawasan penting bagi peserta dari berbagai klaster karier.

Klaster Akademisi dan Riset

Pada sesi akademisi dan riset, Aulia Qisthi, seorang dosen di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), membahas peran penting Tridharma Perguruan Tinggi dan komponen utama tugas seorang dosen, seperti pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, Izzudin Al-Farras, seorang peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), membahas tahapan karier akademisi dan peneliti serta perbedaan antara riset akademik dan riset kebijakan.

Klaster ASN

Dalam klaster ASN, Habibi Yusuf Sarjono, seorang ASN yang telah berhasil mencapai prestasi dalam karirnya, memberikan wawasan tentang karir di sektor publik, dengan penekanan pada komitmen, persiapan awal, dan tahapan karier dalam ASN.

Salim Fauzanul Ihsani, seorang ASN yang berkarir di Kementerian Keuangan, membagikan pengalamannya dan menyoroti perbedaan pendapatan ASN serta kelebihan dan realitas menjadi seorang ASN.

Klaster Sektor Ketiga

Sesi sektor ketiga menghadirkan Khuzaifah Hanum, Plt. Kepala Biro Koordinasi, Kerjasama, dan Harmonisasi Kebijakan BAZNAS RI, yang membahas pentingnya peran organisasi non-pemerintah (NGO) dalam mewujudkan keadilan sosial dan bagaimana individu dapat berkontribusi melalui berbagai jalur.

Siti Nurlaila Indriani, seorang peneliti di Su-re.co, membagikan pengalamannya sebagai seorang peneliti lingkungan dan menggambarkan peran sektor ketiga dalam menciptakan perubahan sosial dan lingkungan.

Klaster Profesional

Dari klaster profesional, peserta mendapatkan wawasan dari Ihkam Aufar Zuhairi, Senior Product Manager di Blibli.com, dan Taufiqullah Assyaukani, Marketing Director at Mayora, tentang berwirausaha, menjadi pemimpin visioner, serta tantangan dan peluang dalam dunia profesional. Mereka juga memberikan inspirasi tentang komitmen, kesabaran, dan visualisasi visi dalam mencapai tujuan karier.

Klaster Entrepreneur

Dalam klaster entrepreneur, Faisal Ramli, CEO Rumah Sehat, dan Akbar Buana Tafsili, COO Skolla Edtech, berbagi pengalaman dari dunia berbisnis dan wirausaha, serta menekankan pentingnya memasuki dunia bisnis dengan tekad kuat dan visi yang jauh ke depan.

Semua sesi Sharing Alumni ini memberikan peserta NLC 2023 wawasan berharga untuk merencanakan masa depan mereka dalam berbagai bidang karier. Para alumni dengan tulus mengungkapkan keterbukaan mereka untuk berbagi pengetahuan dan berkolaborasi dengan peserta NLC di masa depan. Sebuah testimoni dari salah seorang peserta menegaskan kegembiraannya atas materi dan pengalaman yang dibagikan oleh para alumni, menciptakan semangat untuk terus belajar dan berkembang dalam perjalanan karier mereka.

NLC 2023: Dr. Indrawan Nugroho Ajak Pemuda Gaungkan Inovasi Untuk Berkontribusi

Pada hari Jumat, tanggal 25 Agustus 2023, Idealisme Rumah Kepemimpinan melalui National Leadership Camp (NLC) 2023 menggelar sesi Dialog Tokoh yang inspiratif di Aula HB Yasin, PPPPTK Bahasa, Jakarta. Sesi ini mempertemukan lebih dari 300 peserta yang antusias dengan Dr. Indrawan Nugroho (CEO & Co-Founder CIAS) sebagai pembicara utama. Acara ini dimoderatori oleh Adi Wahyu Adji (Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan).

Dalam dialog yang penuh semangat, Dr. Indrawan Nugroho mengajak para pemuda Indonesia untuk menjaga idealisme dalam membangun bangsa. Beliau membawakan materi berjudul “A wake up call for our beloved nation” yang menghadirkan data-data grafis terkait kapasitas inovasi Indonesia dalam kompetisi di tingkat regional.

“Paparan ini berisi makna di balik angka,” ujar Indrawan Nugroho. Data dari World Competitiveness Ranking pada tahun 2020 menunjukkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan daya kompetisi dari peringkat 40 menjadi 37. Meskipun perubahan ini tidak signifikan, Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam bidang inovasi berkat kreativitas budaya dan sains yang dimilikinya.

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa peluang ini dapat dioptimalkan melalui beberapa pilar utama seperti pendidikan, fokus strategis, adaptabilitas, dan kebijakan yang mendukung bisnis. Pendekatan ini telah terbukti sukses di negara-negara seperti Hongkong, Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan.

Indrawan Nugroho juga menekankan bahwa “Competitiveness of a nation correlates directly with its income” (daya saing suatu negara berhubungan langsung dengan pendapatannya). Oleh karena itu, ia mendorong semua peserta NLC untuk turut berperan dalam menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif bertanya kepada Dr. Indrawan Nugroho. Beberapa pertanyaan mencakup strategi inovasi yang berkelanjutan, cara memastikan inovasi yang ditawarkan menyelesaikan permasalahan, dan bagaimana mengatasi stagnansi dalam program inovasi.

Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Indra menekankan pentingnya inovasi yang berkelanjutan dengan desain inovasi yang tepat, pengelolaan dana sebagai modal investasi, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung ide-inovasi yang progresif.

Sesi Dialog Tokoh ini memberikan wawasan berharga tentang pentingnya idealisme dan inovasi dalam memajukan bangsa. Peserta diharapkan akan mengambil inspirasi dari dialog ini dan berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia.

Dialog Alumni RK : Antara Idealisme dan Pragmatisme: Tantangan Menjaga Idealisme Kami di Dunia Nyata

Masih dalam rangkaian National Leadership Camp 2023, para peserta kedatangan 3 orang alumni spesial dalam malam idealisme. Dalam sebuah diskusi hangat namun berbobot bertajuk “Antara Idealisme dan Pragmatisme: Tantangan Menjaga Idealisme Kami di Dunia Nyata” diadakan. Acara ini mempertemukan beberapa alumni RK yang telah menjalani karier mereka dengan berbagai perjuangan dan kompromi di dunia nyata.

Lakso Anindito

Lakso Anindito, salah satu pembicara, menceritakan tentang pengalamannya berjuang di NGO dan UKP IV. Dia terlibat dalam kasus Mesuji, sebuah sengketa kompleks antara penegak hukum, masyarakat lokal, dan pengusaha sawit. Ini mencerminkan semangat dan usaha yang dia tanamkan ketika masih seorang mahasiswa.

Ketika bekerja di UKP IV selama pemerintahan SBY, Bang Lakso selalu menjadi bagian dari advokasi ketika ada isu-isu nasional yang penting. Namun, pengalamannya tidak berhenti di sana. Dia juga berkarier di KPK, sebuah lembaga yang memerangi korupsi di Indonesia. Namun, takdir berkata lain, ketika dia dipecat setelah mengikuti ujian TWK yang mengindikasikan kurangnya nilai nasionalisme dalam dirinya. Ini memberikan pelajaran bahwa menjalani karier sesuai dengan passion adalah kunci untuk mempertahankan idealisme.

Faldo Maldini

Faldo Maldini menceritakan pengalamannya setelah lulus dari RK. Dia menekankan betapa sulitnya menjaga “Mutaba’ah Yaumiah” atau ketaatan harian yang diajarkan oleh RK. Terkadang, dalam zona nyaman, pertumbuhan terhenti, dan kita harus mencari zona ketidaknyamanan untuk berkembang. Faldo juga berbicara tentang pengalamannya di berbagai universitas dan betapa pentingnya membuat pilihan yang tepat di awal karier.

Namun, Faldo juga memperingatkan tentang kenyataan politik di Indonesia. Dia mengatakan bahwa ketika seseorang memasuki dunia politik, idealisme sering kali terkikis oleh pragmatisme. Politik bisa menjadi jalur yang cepat untuk memengaruhi perubahan, tetapi juga merupakan tempat yang penuh dengan intrik dan taktik.

Shofwan Al-Banna

Shofwan Al-Banna, seorang alumni RK angkatan kedua, juga menceritakan tentang perjuangannya. Dia memiliki latar belakang yang tidak nyaman, dengan tempat tinggal yang nomaden. Namun, idealisme adalah senjata yang selalu menemani ketika dia melewati masa-masa sulit. Bagi Shofwan, motivasi adalah kunci untuk menjalani idealisme, dan keputusan harus didasarkan pada motivasi yang mulia.

Hari ini ketiga alumni tersebut sudah terjun ke dunia kontribusi masing-masing dengan tantangan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Lakso di dunia gerakan dan aktivisme, Faldo di dunia politik, dan Shofwan di dunia gerakan intelektual kampus. Ujian idealisme ada dimana-mana, tidak hanya di dunia politik. 

Pada sesi tanya jawab, beberapa peserta mengajukan pertanyaan tentang bagaimana menjaga idealisme sepanjang hidup, terutama ketika dihadapkan dengan kompromi pragmatis. Para pembicara menekankan pentingnya menemukan keseimbangan antara idealisme dan pragmatisme dalam perjalanan karier. Mereka juga membagikan pengalaman dan nasihat mereka tentang bagaimana menjaga semangat idealisme dalam berbagai situasi yang berbeda.

NLC 2023 : Membangun Jalur Karir Anda Dari Persiapan hingga Sukses

Masih sebagai bagian dari Literacy Day di hari pertama National Leadership Camp 2023, Rumah Kepemimpinan menggelar dialog pakar bersama Angga Fauzan, CEO dan Co-Founder My Skill. Tema yang menjadi bahan diskusi adalah “Literasi Karir: Membangun Jalur Karir Anda: Dari Persiapan hingga Sukses”

Dalam presentasinya, Angga membandingkan perjalanan membangun karir dengan bermain game, di mana Anda perlu memaksimalkan peluang. Beberapa faktor yang memengaruhi kesuksesan dalam mencari pekerjaan termasuk:

Hard Skill: Sejauh mana Anda memiliki kemampuan teknis dalam suatu bidang.

Soft Skill: Kemampuan Anda dalam mengelola diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.

Delivery: Kemampuan Anda dalam mempresentasikan diri dengan baik.

Background: Latar belakang pendidikan atau pengalaman Anda.

Suitability: Sejauh mana Anda cocok dengan posisi yang Anda incar.

Competitive: Kemampuan bersaing dengan kandidat lain.

Angga menekankan bahwa penting untuk menguasai semua faktor ini, bukan hanya salah satunya. Seimbangkan antara penawaran yang Anda miliki (supply) dengan permintaan yang dicari (demand). Terlalu sering, pelamar hanya fokus pada mengirimkan CV tanpa memikirkan bagaimana mereka akan “mendelivery” diri mereka.

Dia juga mengingatkan peserta untuk mengatur ekspektasi mereka. Terkadang, kita terlalu memaksakan diri untuk mengejar profesi tertentu tanpa mempertimbangkan keterampilan yang kita miliki.

Angga menjelaskan bahwa kehidupan di dunia sekolah, kampus, dan dunia kerja sangat berbeda. Di dunia kerja, kita akan menghadapi persaingan, dinamika, dan tanggung jawab yang berbeda. Dia juga mengingatkan bahwa memiliki nilai yang baik, lulus dari universitas terkemuka, dan memiliki pengalaman magang bukanlah jaminan untuk kesuksesan dalam mencari pekerjaan.

Penting untuk memiliki keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Angga memberikan beberapa tips untuk meningkatkan kedua jenis keterampilan ini, termasuk menerima umpan balik, mencari sarana untuk melatih soft skill, memiliki mentor atau sahabat yang bisa memberikan kritik, menetapkan fokus pada hard skill, dan mengidentifikasi kesenjangan dalam keterampilan.

Angga juga menjelaskan tentang berbagai bentuk perencanaan keterampilan, seperti keterampilan horizontal, vertikal, T-shape, dan M-shape. Dia menekankan bahwa perusahaan akan mencari orang yang memiliki kelebihan lebih banyak daripada kekurangan.

Selanjutnya, Angga memberikan tips tentang bagaimana membuat CV yang efektif dan profil LinkedIn yang kuat. Dia menyarankan penggunaan foto formal, pembuatan judul yang sesuai dengan pekerjaan yang dicari, menulis rangkuman diri yang baik, dan mencantumkan pengalaman kerja yang relevan.

Dalam konteks wawancara kerja, Angga menekankan pentingnya penelitian tentang perusahaan dan posisi yang Anda lamar. Praktikkan wawancara dengan teman-teman sebagai persiapan. Dan yang terpenting, buktikan keterampilan terkait dan pemahaman Anda tentang pekerjaan yang Anda lamar.

Dalam sesi tanya jawab, Angga menjawab pertanyaan tentang magang, ambisi, passion, dan peluang dalam mencari pekerjaan. Dia menyarankan agar Anda memanfaatkan magang yang ada saat ini untuk mendapatkan sebanyak mungkin pengalaman, berbicara dengan atasan jika ada masalah, dan mempertimbangkan pilihan Anda setelah magang. Angga juga menginformasikan bahwa My Skill memiliki lowongan magang tersedia.

Terkait dengan ambisi dan passion, Angga menyarankan agar kita dapat mengejar keduanya. Anda tidak harus memilih antara satu atau yang lain. Keduanya dapat menjadi kunci kesuksesan dalam mencari pekerjaan yang memuaskan.