Bersama Tangkal Radikalisme

Silaturahim Korbinmas Baharkam Polri dan Rumah Kepemimpinan

Kegiatan “Sambang”, Menghadirkan Pembelajaran dari Seorang Mantan Narapidana Kasus Terorisme

Telah berlangsung Acara ‘Sambang’ dari Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korbinmas Baharkam Polri) dalam rangka Penyuluhan Kontra Radikal pada Kamis, 23 September 2021 pukul 09.30-11.30 WIB di Auditorium Rumah Kepemimpinan. Acara ini dihadiri oleh Pengurus dan Peserta Rumah Kepemimpinan, serta perwakilan Polda Metro Jaya.  Perhelatan ini bertujuan untuk membangun silaturrahim dan menjadi sarana edukasi guna menangkal segala bentuk pemikiran radikalisme serta intoleransi di kalangan mahasiswa.

Hadir dalam acara ini Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya, dan Bapak Kompol Endang Sukmawijaya selaku Kapolsek Jagakarsa beserta jajaran yang bertugas.   Pihak Rumah Kepemimpinan diwakili oleh Bapak Drs. H. Musholli selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Nurul Fikri, Bapak Bachtiar Firdaus S.T., MPP., selaku Ketua Yayasan Bina Nurul Fikri, dan Bapak Adi Wahyu Adji, S.Si., MSM. selaku Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan.

Setelah dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Idealisme Kami, Bapak Bachtiar Firdaus, selaku perwakilan Rumah Kepemimpinan dan Yayasan Bina Nurul Fikri menyampaikan sambutan pertama dari tuan rumah.  Dalam sambutannya, beliau senantiasa menegaskan bahwa Rumah Kepemimpinan menerapkan nilai yang tidak berubah sejak awal berdiri di manapun dan kapanpun yakni ROOM-PK:  Rendah Hati, Objektif, Open Mind, Moderat, Prestatif dan Kontributif.  Hal ini bertujuan supaya peserta maupun alumni Rumah Kepemimpinan selalu membangun jembatan penghubung di antara perbedaan yang ada di Indonesia sebab keberagaman adalah keindahan yang negeri ini miliki.

Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri dalam sambutannya berpesan kepada mahasiswa untuk waspada pada ajaran yang memecah belah negara ini.  Seseorang dapat terpapar radikalsime disebabkan minimnya ilmu agama sehingga kerap terjadi kesalahpahaman.  Selain bertujuan menjalin silaturahim dengan Rumah Kepemimpinan, pihak kepolisian turut mengundang Ust. Sofyan Tsauri yang merupakan mantan narapidana kasus terorisme, untuk memberikan nasihat dan memberikan edukasi tentang bahaya pemikiran radikal dari pengalaman beliau yang sempat berkecimpung dalam pemikiran tersebut beberapa tahun silam.

Ust. Sofyan Tsauri dalam tausiyahnya menceritakan latar belakang dirinya mendekam 6 tahun di bilik sel tahanan, yaitu karena mengikuti gerakan radikal pada tahun 2010 silam.  Dirinya memberi nasihat kepada para mahasiswa dan seluruh hadirin yang hadir bahwa perlu berhati-hati dalam mencari lingkaran pertemanan dan pentingnya berguru kepada yang bijak untuk membekali diri.  Beliau mengingatkan betapa berbahayanya menafsirkan Al-Qur’an tanpa berguru kepada ‘ulama, sebab kesalahan tersebut dapat berakibat fatal di antaranya adalah pertumpahan darah.

Berulang kali narasumber menggarisbawahi bahwa alasan pemikiran ekstrimisme beragama mencuat adalah karena minimnya literasi agama. “Seorang muslim wajib untuk belajar dan menimba ilmu agama, tetapi jangan sepotong-sepotong (meninggalkan dalil yang lain)” ujar Ust. Sofyan dalam forum tersebut.  Harapannya pemahaman seorang muslim dapat utuh mengenali Islam secara menyeluruh. “Tinggalkan sebuah taklim yang apabila kita selesai mengikutinya, kita menjadi benci kepada kelompok lain dan merasa kitalah yang paling benar.” ujar Ust, Sofyan memberi tips sederhana menjauhkan diri dari bahaya radikalisme.

Setelah pesan pencagahan radikalisme usai, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya menyampaikan sambutan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan Rumah Kepemimpinan yang selalu belajar ilmu Al Quran.  Hal tersebut, menurutnya, menjadi modal yang penting untuk mempertebal iman.  “Jangan mudah menyebarkan informasi yang mencederai kebersamaan dan persaudaraan di Indonesia” pesan dari beliau kepada generasi muslim yang dekat dengan sosial media.

Acara “Sambang” ditutup dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan sarana kontak dari kepolisian kepada Rumah Kepemimpinan yang diwakilkan oleh Bapak Adi Wahyu Adji selaku direktur eksekutif. Besar harapan dari kegiatan ini para pemuda dapat kembali bersemangat dalam menjaga dan mencintai negeri serta menjauhkan diri dari segala bentuk gerakan yang melukai keutuhan NKRI.

“Yang Kami Harap adalah Terbentuknya Indonesia yang Lebih Baik dan Bermartabat serta Kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta” kutipan Idealisme Kami Rumah Kepemimpinan.

Nantikan Berita Program dari Kami Selanjutnya!
Rumah Kepemimpinan
#InkubatorPemimpinIndonesia
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Silaturahim Korbinmas Baharkam Polri dan Rumah Kepemimpinan

Kegiatan “Sambang”, Menghadirkan Pembelajaran dari Seorang Mantan Narapidana Kasus Terorisme

Telah berlangsung Acara ‘Sambang’ dari Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korbinmas Baharkam Polri) dalam rangka Penyuluhan Kontra Radikal pada Kamis, 23 September 2021 pukul 09.30-11.30 WIB di Auditorium Rumah Kepemimpinan. Acara ini dihadiri oleh Pengurus dan Peserta Rumah Kepemimpinan, serta perwakilan Polda Metro Jaya.  Perhelatan ini bertujuan untuk membangun silaturrahim dan menjadi sarana edukasi guna menangkal segala bentuk pemikiran radikalisme serta intoleransi di kalangan mahasiswa.

Hadir dalam acara ini Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya, dan Bapak Kompol Endang Sukmawijaya selaku Kapolsek Jagakarsa beserta jajaran yang bertugas.   Pihak Rumah Kepemimpinan diwakili oleh Bapak Drs. H. Musholli selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Nurul Fikri, Bapak Bachtiar Firdaus S.T., MPP., selaku Ketua Yayasan Bina Nurul Fikri, dan Bapak Adi Wahyu Adji, S.Si., MSM. selaku Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan.

Setelah dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Idealisme Kami, Bapak Bachtiar Firdaus, selaku perwakilan Rumah Kepemimpinan dan Yayasan Bina Nurul Fikri menyampaikan sambutan pertama dari tuan rumah.  Dalam sambutannya, beliau senantiasa menegaskan bahwa Rumah Kepemimpinan menerapkan nilai yang tidak berubah sejak awal berdiri di manapun dan kapanpun yakni ROOM-PK:  Rendah Hati, Objektif, Open Mind, Moderat, Prestatif dan Kontributif.  Hal ini bertujuan supaya peserta maupun alumni Rumah Kepemimpinan selalu membangun jembatan penghubung di antara perbedaan yang ada di Indonesia sebab keberagaman adalah keindahan yang negeri ini miliki.

Bapak Kompol Dedi Vitriyanto, S.T., S.H. selaku Kasi Binturmas Korbimas Baharkam Polri dalam sambutannya berpesan kepada mahasiswa untuk waspada pada ajaran yang memecah belah negara ini.  Seseorang dapat terpapar radikalsime disebabkan minimnya ilmu agama sehingga kerap terjadi kesalahpahaman.  Selain bertujuan menjalin silaturahim dengan Rumah Kepemimpinan, pihak kepolisian turut mengundang Ust. Sofyan Tsauri yang merupakan mantan narapidana kasus terorisme, untuk memberikan nasihat dan memberikan edukasi tentang bahaya pemikiran radikal dari pengalaman beliau yang sempat berkecimpung dalam pemikiran tersebut beberapa tahun silam.

Ust. Sofyan Tsauri dalam tausiyahnya menceritakan latar belakang dirinya mendekam 6 tahun di bilik sel tahanan, yaitu karena mengikuti gerakan radikal pada tahun 2010 silam.  Dirinya memberi nasihat kepada para mahasiswa dan seluruh hadirin yang hadir bahwa perlu berhati-hati dalam mencari lingkaran pertemanan dan pentingnya berguru kepada yang bijak untuk membekali diri.  Beliau mengingatkan betapa berbahayanya menafsirkan Al-Qur’an tanpa berguru kepada ‘ulama, sebab kesalahan tersebut dapat berakibat fatal di antaranya adalah pertumpahan darah.

Berulang kali narasumber menggarisbawahi bahwa alasan pemikiran ekstrimisme beragama mencuat adalah karena minimnya literasi agama. “Seorang muslim wajib untuk belajar dan menimba ilmu agama, tetapi jangan sepotong-sepotong (meninggalkan dalil yang lain)” ujar Ust. Sofyan dalam forum tersebut.  Harapannya pemahaman seorang muslim dapat utuh mengenali Islam secara menyeluruh. “Tinggalkan sebuah taklim yang apabila kita selesai mengikutinya, kita menjadi benci kepada kelompok lain dan merasa kitalah yang paling benar.” ujar Ust, Sofyan memberi tips sederhana menjauhkan diri dari bahaya radikalisme.

Setelah pesan pencagahan radikalisme usai, Bapak Kompol Sujanto selaku Kasubdit Bintibsos Polda Metro Jaya menyampaikan sambutan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan Rumah Kepemimpinan yang selalu belajar ilmu Al Quran.  Hal tersebut, menurutnya, menjadi modal yang penting untuk mempertebal iman.  “Jangan mudah menyebarkan informasi yang mencederai kebersamaan dan persaudaraan di Indonesia” pesan dari beliau kepada generasi muslim yang dekat dengan sosial media.

Acara “Sambang” ditutup dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan sarana kontak dari kepolisian kepada Rumah Kepemimpinan yang diwakilkan oleh Bapak Adi Wahyu Adji selaku direktur eksekutif. Besar harapan dari kegiatan ini para pemuda dapat kembali bersemangat dalam menjaga dan mencintai negeri serta menjauhkan diri dari segala bentuk gerakan yang melukai keutuhan NKRI.

“Yang Kami Harap adalah Terbentuknya Indonesia yang Lebih Baik dan Bermartabat serta Kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta” kutipan Idealisme Kami Rumah Kepemimpinan.

Nantikan Berita Program dari Kami Selanjutnya!

Rumah Kepemimpinan

#InkubatorPemimpinIndonesia

More to explorer

Cinta yang Tak Biasa

Eka Primadestia Kusumawardani atau biasa disapa Eka adalah alumni Rumah Kepemimpinan angkatan 8 dan merupakan lulusan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia 2014. Cinta

Bersama Tangkal Radikalisme

Silaturahim Korbinmas Baharkam Polri dan Rumah Kepemimpinan Kegiatan “Sambang”, Menghadirkan Pembelajaran dari Seorang Mantan Narapidana Kasus Terorisme Telah berlangsung Acara ‘Sambang’ dari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *