M. Rafli Iltizamulloh Menorehkan Prestasi di Pilmapres dan Mencetak Sejarah untuk Fakultas Psikologi Unpad
rumahkepemimpinan.org – M. Rafli Iltizamulloh, atau akrab disapa Rafli, belakangan semakin dikenal sebagai sosok inspiratif dari Universitas Padjadjaran. Mahasiswa jurusan Psikologi angkatan 2021 ini berhasil meraih gelar Mahasiswa Berprestasi 2 Universitas Padjadjaran 2025 dan sebelumnya juga didapuk sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Psikologi Unpad 2024 & 2025. Tak hanya mengharumkan nama fakultas, Rafli juga menorehkan sejarah baru setelah sekian lama Fakultas Psikologi Unpad belum meraih posisi di ajang bergengsi tersebut.
Ajang Bergengsi Mahasiswa Berprestasi
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) adalah salah satu ajang paling bergengsi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) setiap tahun. Ajang ini dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tingkat fakultas, universitas, wilayah, hingga nasional. Bagi Rafli, Pilmapres bukan sekadar lomba untuk mencari siapa yang terbaik, tetapi juga wadah untuk menguji sejauh mana mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu, ide, serta gagasan kreatif ke dalam bentuk nyata.
“Bagi saya, Pilmapres adalah puncak dari semua lomba, organisasi, dan kegiatan yang saya ikuti selama kuliah. Karena di sinilah semua pengalaman itu bermuara,” ungkap Rafli. Tak berlebihan, sebab dirinya sudah mengikuti lebih dari 43 perlombaan sepanjang karier akademiknya.
Tantangan yang Menguji Mental
Perjalanan menuju Pilmapres penuh dengan tantangan. Rafli harus berjuang keras mengasah kemampuan bahasa Inggris hanya dalam waktu singkat, dengan menyisihkan tiga jam setiap hari untuk latihan presentasi, menjawab pertanyaan, hingga melatih pronunciation. Selain itu, ia juga dituntut menyiapkan banyak berkas administratif dan akademik, mulai dari CV, transkrip nilai, gagasan kreatif, hingga desain poster dan presentasi, semua dalam waktu terbatas.
Di sisi lain, Rafli juga harus mampu membagi waktu antara magang, kegiatan di Rumah Kepemimpinan, serta persiapan Pilmapres. Rutinitas padat dari pagi hingga malam membuatnya sering kali jatuh sakit. “Bahkan, saya pernah latihan presentasi sendirian sampai jam 11 malam di kampus,” kenangnya.
Menjelang dua minggu sebelum Pilmapres tingkat universitas, rasa burnout sempat menghampirinya. Ia merasa lelah, tertekan, bahkan sempat bertanya pada diri sendiri, “Mengapa harus ikut Pilmapres lagi?” Namun, tekadnya untuk mencetak sejarah di Fakultas Psikologi Unpad kembali menguatkan semangatnya.
Cita-Cita Mencetak Sejarah
Sejak awal menjadi mahasiswa, Rafli memiliki mimpi besar: mencatatkan prestasi yang bisa menginspirasi banyak orang. Meskipun gagal meraih emas di PIMNAS ke-37, Rafli tak menyerah. Ia kemudian menjadikan Pilmapres sebagai ajang pembuktian.
“Fapsi Unpad terakhir meraih juara di Pilmapres tingkat universitas pada tahun 2017. Karena itu saya bertekad untuk membawa fakultas kembali meraih prestasi,” jelasnya. Usaha keras itu pun berbuah manis. Ia berhasil menjadi Juara 2 Pilmapres Unpad 2025, sebuah pencapaian bersejarah setelah delapan tahun fakultasnya belum meraih posisi di ajang tersebut.
Bagi Rafli, Pilmapres bukanlah ajang yang bisa dipersiapkan hanya dalam hitungan hari. “Persiapannya bisa memakan waktu tiga tahun. Semua prestasi, lomba, dan pengalaman yang dikumpulkan selama kuliah menjadi bekal utama,” tuturnya. Dari proses panjang itu, ia belajar bahwa untuk meraih hasil manis, seseorang harus siap merasakan pahitnya perjuangan terlebih dahulu.
Ibarat menggali emas, butuh ribuan ton tanah untuk mendapatkan satu bongkah berharga. Prinsip ini yang membuatnya yakin bahwa hasil selalu sebanding dengan usaha.
Ketika ditanya mengenai tokoh favorit, Rafli menyebut nama Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel. “Beliau berjiwa visioner, memiliki tekad yang kuat, dan tidak pernah menyerah meskipun menghadapi hambatan besar. Bagiku, Al-Fatih adalah simbol ketekunan dan ketahanan,” ujarnya.
Rumah Kepemimpinan sebagai Akselerator
Rafli juga mengakui peran besar Rumah Kepemimpinan (RK) dalam membentuk dirinya. Nilai-nilai open minded, prestatif, dan kontributif ia dapatkan dari lingkungan RK. Ia banyak belajar dari mentor, alumni, dan rekan-rekan sesama awardee yang sama-sama berjuang di Pilmapres maupun ajang lain. “Lingkungan RK membuat saya selalu bersemangat untuk terus belajar dan berprestasi,” katanya.
Di akhir ceritanya, Rafli menyampaikan pesan untuk mahasiswa lain untuk, “jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti mengeksplorasi diri, dan jangan pernah berhenti mengembangkan diri. Ambillah sebanyak mungkin pelajaran dari orang lain.”
Baginya, hidup adalah rangkaian pembelajaran tanpa akhir. Dan dengan semangat itu, Rafli telah membuktikan bahwa tekad kuat, konsistensi, serta dukungan lingkungan yang tepat bisa membawa mahasiswa mencapai puncak prestasi.
Editor: Anisa Wakidah