Surabaya (14/11), salah satu program pekanan para peserta Beasiswa Pemimpin Indonesia yatu Apel (malam) Rumah Kepemimpinan Surabaya. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Salah satu Tokoh yang terkenal pada saat itu adalah Bung Tomo. Bung Tomo adalah seorang pria bernama asli Sutomo dilahirkan di kota Surabaya, pada tanggal 3 Oktober 1920 silam.

Ia bisa disebut menjadi salah seorang tokoh kunci dan pahlawan bangsa ketika adanya perlawanan dari arek-arek Suroboyo, pada insiden mengusir semua tentara Inggris yang dimotori oeh penjajah Belanda, pada sebuah pertempuran bersejarah yang terjadi pada 10 November 1945 , yang selalu diperingati sebagai ‘Hari Pahlawan’.

Salah satu kutipan pidato yang bergelora di hari pahlawan disampaikan oleh pembina apel Pembina Apel malam ini Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR 2016

“Saudara–saudara rakyat Surabaya, Siaplah! Keadaan genting! Tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak baru kalau kita ditembak maka kita akan danti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini benar–benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saidara lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka semboyan kita tetap merdeka atau mati.

Dan kita yakin saudara-saudara pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar percayalah saudara-saudara tuhan akan melindungi kita sekalian”. Allahuakbar!

Berbagi dengan yang lain: