Third Sector Talk NLC 2018 Rumah Kepemimpinan bersama Satria Ugahari dan Adnan Mubarak

Jumat (27/07) siang dalam sesi Third Sector Talk, Satria Ugahari (Indonesia Mengajar) dan Adnan Mubarak (UNICEF) hadir dan berbagi inspirasi kepada para pemimpin muda. Sesi ini diawali dengan Satria Ugahari yang merupakan Direktur Indonesia Mengajar. Beliau menceritakan perjalanannya yang berawal dari private sector yang merasa bahwa pekerjannya membuat beliau kurang bisa berkomunikasi dengan baik di lingkungan sosial. Sehingga beliau membutuhkan pengalaman lain untuk melatih hal tersebut dengan bergabung di sebuah yayasan bernama Indonesia Mengajar.

Dengan terjun di sektor ini, Satria Ugahari merasa tidak hanya dilatih untuk memikirkan diri sendiri, namun kita harus berpikir besar untuk orang-orang di sekitar kita. Dengan berpikir besar, kita akan terbiasa untuk melakukan hal-hal besar. Namun hal besar tidak akan terjadi jika kita sendiri tidak memulai langkah pertama. Langkah pertama itulah yang seringkali menjadi masalah dalam sektor ini. Maka sebisa mungkin, ketika kita sudah tau hal-hal apa yang harus kita lakukan, kita harus segera melakukannya sedini mungkin.

Talkshow: “Peran Pemuda untuk Melawan Korupsi” bersama Bpk Dahnil Anzar & Guntur Kesmeiyano

Jakarta (28/07), pelaksanaan National Leadership Camp 2018 ditutup dengan diskusi bertema “Peran Pemuda untuk Melawan Korupsi”. Narasumber terdiri atas Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Deputi Bidang Pencegahan Korupsi, Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, Guntur Kesmeiyano, dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pada kesempatan ini, Bapak Guntur Kesmeiyano menyampaikan paparan singkat mengenai fungsi dan wewenang KPK. Pak Guntur kemudian mengelaborasikan penjelasan mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan KPK di kampus seperti Kampanye Integritas Anti-Korupsi yang ditujukan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap birokrasi dan menanamkan 9 nilai anti-korupsi yakni jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, kerja keras, disiplin, berani, adil, dan sederhana. Pak Guntur menyebutkan bahwa pemuda mempunyai modal dasar intelegensia, jiwa muda, dan idealisme dan dapat meningkatkan perannya dengan membiasakan perilaku anti-korupsi, aksi bersama, dan kampanye anti-korupsi.

Opening Ceremony NLC 2018 Rumah Kepemimpinan bersama Bpk Direktur Bachtiar Firdaus

Jakarta (26/7). Pada acara National Leadership Camp 2018 yang dihadiri oleh peserta pembinaan Rumah Kepemimpinan (RK) angkatan 9, Direktur Eksekutif RK Bachtiar Firdaus, ST. MPP.‒yang akrab disapa Bang Bach‒menyampaikan materi mengenai Hakikat Rumah Kepemimpinan.

Pertama-tama, Bang Bach memaknai kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai misi maupun serangkaian tujuan. Dengan citra Islami yang menuansai program pembinaan di RK, Bang Bach menyebut bahwa kemampuan tersebut datang seiring dengan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Bang Bach kemudian mengajak para peserta untuk mempunyai visi besar yang diwujudkan melalui kerja besar bersama superteam sehingga dapat tercipta karya, prestasi, dan pengaruh yang besar. Untuk mewujudkan itu semua, Bang Bach menyebutkan bahwa kesadaran diri sebagai seorang pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawabannya merupakan hal yang penting. Selain itu, menjadi pemimpin yang hakiki juga membutuhkan pribadi untuk meninggalkan zona nyaman dan menghadapi berbagai tantangan.

Kedua, Bang Bach menyampaikan profil-profil pemimpin Indonesia yang dapat diteladani karena karakter dan kompetensinya. Tokoh tersebut di antaranya adalah K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, HOS Tjokroaminoto, Mohammad Natsir, dan M. Imaduddin Abdulrahim. Selayaknya mereka semua, Bang Bach mendorong para peserta untuk menciptakan sistem di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun kenegaraan dan politik, karena tugas seorang pemimpin adalah mengorganisasikan kebaikan.

Terakhir, Bang Bach menekankan bahwa kunci dari keberhasilan kepemimpinan adalah pergerakan bersama kelompok strategis untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik. Menurutnya, menghayati semangat perubahan tersebut dapat dilaksanakan melalui tiga langkah sederhana, yakni: 1) membangun jembatan dengan berjejaring bersama berbagai ahli, 2) membuat scenario planning, dan 3) menjalin “CollaboAction”  melalui organisasi terbaik yang melahirkan kolaborator terbaik.

Keynote Speech: “Membangun Kolaborasi dan Kontribusi Pemuda Indonesia” Bersama Bpk Sandiaga S. Uno

Jakarta (28/07)‒ Pada acara National Leadership Camp 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S. Uno menyampaikan keynote speech yang bertema “Membangun Kolaborasi dan Kontribusi Pemuda Indonesia di Era Global.” Acara ini juga turut dihadiri oleh Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, Camat Jagakarsa Fidiyah Rokhim, Lurah Srengseng Sawah Tubagus Masruri MZ, Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Fikri Drs. Most platforms support Australian dollars, but they have minimum https://parkirpintar.com/best-casino-resorts-in-northern-california/ deposit and withdrawal rules. H. Musholli, dan Direktur Eksekutif Bachtiar Firdaus, ST. MPP.

Kakak-beradik si Upin Ipin
Atok Dalang nama kakeknya
Kalau hendak jadi pemimpin
Beri contoh yang baik pada rakyatnya

Begitulah Pak Sandi mengawali speech-nya, dengan menghadiahkan pantun kepada peserta pembinaan Rumah Kepemimpinan angkatan 9 yang berasal dari sembilan provinsi di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Pak Sandi merasa terhormat untuk bertemu dengan para pemimpin muda yang terdiri atas 300 mahasiswa dan menyebut Rumah Kepemimpinan sebagai kawah candradimuka, yakni tempatnya lahir para pemimpin yang sejatinya selalu berkelompok dan membentuk pemimpin lainnya.

Pak Sandi menyampaikan bahwa berbagai permasalahan bangsa saat ini seperti kurangnya lapangan pekerjaan dan tingginya biaya hidup dapat diselesaikan melalui jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan. They also have https://parkirpintar.com/native-lights-casino-in-newkirk-oklahoma/ a range of themes with unique storylines, soundtracks, and HD graphics. Melalui praktik kewirausahaan, pemimpin yang berpikir outside the box, mampu berinovasi dan melihat peluang, serta menginspirasi banyak orang akan lahir. Ia menyingkatnya dengan istilah pemimpin KEGERUS (keroyok, gerilya, dan urai satu per satu) di mana pemimpin harus bekerja secara berkelompok dan lintas sektor, turun ke lapangan, dan mengurus berbagai faktor yang meliputi masalah. Selain itu, terdapat 4 prinsip yang harus dipegang pemimpin, yakni kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas. Lincoln Casino Tournaments View more http://vozhispananews.com/le-train-bleu-place-du-casino-98000-monaco/ tournaments.

I’ll see you in ten years!” begitu seruan Pak Sandi untuk mengakhiri speech-nya yang disambut seruan semangat seluruh peserta. Background Check We go through https://www.fontdload.com/the-spa-at-chumash-casino-resort/ a step review process for each and every casino we recommend, starting by ensuring that they have a proper license from a respected jurisdiction.