Pada Senin (10 September 2018), Lentera Leadership Center yang merupakan sister organization dari Rumah Kepemimpinan bekerja sama dengan SMA Islam Terpadu Nurul Fikri (SMAIT NF) untuk mengadakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT). AMT merupakan kegiatan tahunan SMAIT NF untuk melatih para siswa-siswi kelas 12 menjadi pribadi yang lebih baik menjelang Ujian Nasional (UN) dan ujian masuk perguruan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, AMT SMAIT NF dilaksanakan dengan konsep bootcamp atau menginap selama 2 hari 1 malam. Namun, pada tahun ini tidak diadakan seperti biasanya. Melainkan dengan konsep Amazing Race agar para siswa mampu bertahan dalam tekanan yang ada di lapangan.

Kegiatan Amazing Race yang dilakukan berisikan beragam tantangan bagi para siswa yang tersebar di beberapa pos. Petualangan dimulai dari Lapangan SMAIT NF di Depok, lalu berakhir di Kebun Raya Bogor, tepatnya di Taman Astrid. Para siswa dibagi menjadi 13 kelompok yang berisikan siswa IPA dan IPS. Selama perlombaan berlangsung, para siswa dilarang membawa persediaan apapun kecuali snack, kartu identitas, serta alat tulis. HP, kartu ATM, uang, dan segala hal yang berpotensi membuat kompetisinya menjadi tidak adil dikumpul ke guru dan disimpan di sekolah.

Pada pos pertama, setelah mereka selesai apel pembukaan, tantangan pertama di mulai. Peserta diminta untuk mencari 2 piring kue yang tertempel logo SMAIT NF di belakangnya. Ada 13 piring yang tertempel stiker di antara total 100 piring. Kelompok pertama yang menemukannya dapat melanjutkan ke pos berikutnya. Pada pos kedua, peserta diminta untuk mengasah kepercayaan dirinya dengan mengungkapkan impian beserta yel-yel kelompoknya ke masyarakat umum. Pos ketiga, peserta ditantang dalam simulasi pertahanan diri dengan menyebrangi sungai buatan bersama-sama. Sedangkan pada pos terakhir, peserta ditantang untuk wawancara dan berdiskusi dengan para pengunjung di Kebun Raya Bogor. Setelah melalui semua pos, peserta merasakan ada sebuah proses peningkatan kapasitas sehingga mampu menghargai sumber daya yang terbatas untuk menggapai tujuan yang nyaris mustahil.

“Saya pribadi berharap setelah agenda AMT selesai, siswa-siswa SMAIT NF mampu membuktikan bahwa mereka tidak lagi bergantung dengan budaya full service yang diterima di sekolah dan rumahnya selama ini. Bukan main, hanya bermodal Rp 50.000 dari Cimanggis, Depok ke Kebun Raya Bogor. Ternyata mereka semua bisa sampai tepat waktu, bahkan memiliki jumlah uang yang berlipat setelah berjualan sepanjang perjalanan. Mereka sudah membuktikan bahwa mental mereka sangat kuat menuju UN & ujian masuk perguruan tinggi”, ujar Rizky Yudo, Project Manager AMT dari Rumah Kepemimpinan.

Berbagi dengan yang lain: