Hadir dalam forum, tim Pak Nanang: Pak Agung (Guru Bhs. Inggris, Ikatan Guru Indonesia), Mba Puti (Dosen Pendidikan Matematika Univ. Sampoerna), Mba Woro (Alumni Univ. Sampoerna, Mahasiswa sekaligus tim nya Mba Puti). Sebelumnya ada Mba Chandra dan Mba Dita dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK).

Dari RK yg membersamai ada Arya, mas Aqil, bg Obi dan Nung. Pembahasan malam ini dibuka dengan data yang sedang diolah oleh Tim PSPK tentang nilai PEMANTIK (Tool Assesment Literasi & Numerik) 360 orang siswa siswi kelas 1-9 di daerah Deli Serdang & Langkat.

Data tersebut menunjukan fakta yang jika meminjam istilah Pak Nanang “bikin sakit perut” (gelisah). Salah satu datanya menyebutkan, bahwa hanya 22% dari sejumlah murid kelas 6 SD yg di-assess, layak/memenuhi requirements kompetensi utk melanjutkan ke tingkat SMP. **secara keseluruhan hasil assessment nya msh dalam tahap pengolahan dan penulisan, blm published.

Rencana jangka pendeknya (November) adalah: Tim Pak Nanang akan Melakukan Uji PEMANTIK di beberapa SD di Jakarta, Pelatihan Surveyor/Assessor, dan Melakukan Intervensi di beberapa SD terhadap para guru dan muridnya. Paralel dengan rencana tersebut, akan diselenggarakan ToT bagi 20 org Guru dan 10 Volunteer yang akan melatih para pesertanya utk mjd “Guru Matematika yang Baik dan Benar” (lebih kurang begitu). ToT tersebut merujuk pada 10 Modul yg sedang digarap oleh Mba Puti dan Tim.

Rumah Kepemimpinan berperan dalam menyediakan 10 orang Volunteer Mahasiswa yang bersedia untuk mengikuti ToT tersebut. Sejauh ini yang kemungkinan akan mendapatkan tawaran Volunteering tersebut adalah dari R1 Jakarta (UI) dan R5 Bogor (IPB) (yang secara jarak relatively dekat dg venue).

Berbagi dengan yang lain: