Jakarta, 20 September 2018, telah dilaksanakan NAMA Visit ke Rumah Kepemimpinan dengan agenda laporan Project RK untuk NAMA Foundation, FollowUp Perkembangan Peserta Program Capacity Building NAMA Foundation, dan potensi kolaborasi NAMA Foundationd dan Rumah Kepemimpinan kedepannya. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dr. Saleh Bazead (CEO NAMA Foundation), Ms. Nurul Atiqah Anuar (HPDS NAMA Foundation) dan Rantala Sikayo (WAFAA Indonesia).

Dalam kesempatan ini, Eksekutif Rumah Kepemimpinan yang diwakili oleh Adi Wahyu Adji (Direktur Pembinaan Peserta dan Pemberdayaan Alumni Rumah Kepemimpinan) menyampaikan terkait Project yang telah disepakati RK dan NAMA Foundation antara lain BRIGTH Program, PDM Academy, NAMA Fund dan Star 4 Change. Hingga saat ini, Project PDM Academy angkatan 1 yang telah terlaksana pada tanggal 6-8 Juli 2018 di Makassar. Selain itu, beberapa project yang telah disebutukan sebelumnya akan dibahas lebih lanjut antara NAMA Foundation dan Rumah Kepemimpinan.

Diskusi dilanjutkan dengan laporan singkat terkait testimoni dan followup dari perwakilan Peserta Program Capacity Building yang telah dijalankan oleh NAMA Foundation, antara lain : Aqil Wilda Arief (PMD Program), Enung Azizah Mulyawati (CMI Program), Nur Ihsan Robbiyanto (Peserta ROOTS Program), dan Muhammad Fathan Mubina (MANAGE Program). “Kita harus mengukur impact dan menetapkan output yang akan dicapai setelah pelaksanaan Pro-Bono kita lakukan” pesan dari Ms. Nurul saat sesi diskusi ini.

Pembahasan selanjutnya, Adji menyampaikan bahwa RK telah menyubmit 12 Proposal Project untuk NAMA Grant 2019. Hal ini disambut baik oleh Dr Saleh dan beliau menegaskan bahwa Project yang akan dibiayai NAMA adalah Project yang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan atas permasalahan yang ada.

Sebelum diskusi berakhir, Dr Saleh mendukung Rumah Kepemimpinan untuk segera mendapatkan PQASSO dan menguatkan sektor Social Enterprise, “Saya yakin RK sudah pantas mendapatkan sertifikasi PQASSO, karena saya melihat organisasinya sudah baik. Terlebih lagi RK seharusnya mampu menjalankan Social Enterprise agar menjadi NGO yang terus berkembang, mandiri dan sustain.” ungkap Dr Saleh sebelum menutup pertemuan tersebut.

Semoga dengan pertemuan ini makin mengeratkan hubungan Rumah Kepemimpinan dan NAMA Foundation dalam berkolaborasi dalam membangun sumber daya strategis dan unggul sehingga mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabar. (AHZ)

Berbagi dengan yang lain: