“Strategi paling penting dalam buku ini sebenarnya adalah sesuatu yang paling sederhana: Jangan lupa bahagia.” (Timothy D. Walker)

Timothy D. Walker adalah profil guru yang sangat membantu menjelaskan bagaimana kualitas pendidikan di Findlandia. Seorang guru kelas di Arlington, Masachusetts, Amerika, yang awalnya sangat antusias mencintai pekerjaannya, lalu berubah justru menjadi benci karena ketidakseimbangannya antara kerja dan hidup. Hingga akhirnya dia mendapatka kesempatan menjadi pengajar di Helsinki, Finlandia dan semuanya berubah menjadi kembali indah. Pengalaman itulah yang dituangkan dalam buku ini, Teaching Like Findland.

Ada 33 strategi sederhana yang terbagi dalam 5 bagian besar tentang pendidikan Findlandia dipaparkan dengan baik di buku ini. Namun, semua strategi itu boleh jadi tidak mudah untuk kita terapkan di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Pasi Shalberg penulis buku Finnish Lesson, “Sistem pendidikan seperti tanaman atau pepohonan yang tumbuh baik hanya di tanah dan iklimnya sendiri.”

Namun, beruntung Timothy memberikan kunci utama dari kesemuanya, bagaimana proses belajar dan mengajar disertai dengan satu unsur, kebahagiaan. Kebahagiaan bukan lagi ditempatkan sebagai hasil tetapi elemen yang melekat bersamaan dengan proses pendidikan itu sendiri. Strategi yang dituliskan oleh Timothy, hampir semuanya menyiratkan hal ini, memasukkan unsur bahagia pada guru, sistem pendidikan dan otomatis pada siswa.

 

Guru dan Siswa Bahagia

“Pada hari Jum’at pukul 4.30 sore, saya sedang bekerja di ruang istirahat guru yang sedang kosong, dan sang kepala sekolah berbisik di telinga saya, “Waktunya pulang.”

Pada bagian awal buku ini yaitu tentang kesejahteraan, Timothy bercerita perihal keadaaan dirinya sebagai guru di Helsinki yang sangat dijaga untuk berada pada keadaan bahagia. Mulai dari tersedianya jam istirahat 15 menit setiap 45 menit pengajaran. Memang itu adalah jam istirahat siswa. Tetapi ternyata, rekan-rekan guru Timothy menggunakan momen tersebut untuk bercengkerama, menikmati kopi, membaca surat kabar dan aktivitas ringan lainnya di lounge.

Strategi lain yaitu recharge sepulang sekolah. Apa artinya? Alih-alih berpikir bahwa guru yang baik adalah guru yang bekerja keras hingga melebihi jam kerja bahkan membawa pekerjaannya ke rumah, justru di Helsinki Timothy dididik untuk menyelesaikan semua pekerjaannya di sekolah tanpa harus membawanya ke rumah. Yang utama adalah adanya batasan jelas antara bekerja dan beristirahat.

Namun, jangan salah persepsi bahwa para guru ini tidak bersungguh-sungguh dalam mengajar. Salah satu bentuk kesungguhannya adalah kesadaran mereka untuk berkolaborasi saling berbagi informasi dan trik pembelajaran. Jika diperlukan, sesama guru bisa saling berbagi dan saling bergantian secara sukarela mengajar di kelas rekan yang membutuhkannya.

Di Findlandia siswa tidak dibebankan pekerjaan rumah yang memberatkan. Setiap 45 menit pembelajaran ada 15 menit istirahat. Dalam proses pembelajaran diupayakan pula proses pembelajaran yang aktif bergerak. Sesekali bahkan pembelajaran dilakukan di luar kelas bersentuhan langsung dengan alam. Pada bagian-bagian tertentu, siswa bisa mengusulkan materi pelajaran yang akan diberikan. Guru dituntut untuk bisa mengenal siswa dengan baik, bermain dengan mereka, merayakan keberhasilan mereka, mengejar impian kelas dan berkawan.

Masih banyak strategi lain yang diungkapkan oleh Timothy di buku ini. Tak lain tak bukan semuanya berorientasi pada kebahagiaan siswa. Kondisi inilah yang kemudian berkorelasi pada kesiapan siswa menerima materi pelajaran yang diberikan. Mereka juga senang menerima dan membuat tantangan-tantangan baru yang memancing kreatifitas dan kesungguhan mereka mencari ilmu pengetahuan.

 

Sistem Pendidikan yang Mendukung

Dalam perjalanannya, sistem pendidikan di Findlandia tidak sekaligus menjadi yang terbaik seperti sekarang ini. Sebagai contoh yaitu pada tahun 2014 ada Rapor Findlandia yang menunjukkan  bahwa kegiatan fisik untuk anak-anak dan kaum muda mendapat nilai D. Hal ini sama sebenarnya juga terjadi dengan Amerika. Namun bedanya, di Findlandia kemudian mengambil inisiatif baru yaitu sebuah program bernama : Finnish School on the Move.

Program ini mendorong siswa mendalami hobi mereka yang identik dengan aktitiitas fisik di sekolah. Sekolah memberikan fasilitas dan juga kebijakan mendukung seperti penyediaan fasilitator dari siswa, waktu istirahat yang ditambah, dan lain-lain. Dalam waktu singkat kegiatan fisik siswa di sekolah mengalami peningkatan.

Kebijakan penting lainnya misalnya keberadaan student welfare team yang dibentuk setiap sekolah. Isinya adalah kepala sekolah, perawat, pekerja sosial, psikolog dan guru pendidikan khusus atau siapa saja yang dapat membantu kebutuhan individual di kelas. Tim ini menjadi partner bagi para guru untuk mereka mengkonsultasikan perkembangan kelasnya. Jadilah setiap guru memandang bahwa kelasnya bukan “kelas saya” tetapi “kelas kami”.

Tidak adanya sekolah swasta yang mana dampaknya tidak munculnya persaingan antar sekolah di Findlandia membuat setiap sekolah diperlakukan sama baiknya tanpa menghiraukan kondisi siswa dengan berbagai macam kualitasnya. Kualifikasi seorang guru yang harus berpendidikan master di Findlandia juga membantu ketersediaan pendidikan yang berkualitas untuk siswa.

 

Bagaimana Kita Mengambil Pelajaran?

Buku ini sudah cukup lengkap untuk dijadikan inspirasi perbaikan proses pengajaran di negeri kita. Tetapi tentu tidak ada jaminan bahwa jika sistem yang sama ini diterapkan akan menghasilkan keberhasilan yang sama baiknya. Banyak faktor lain seperti kondisi geografis, budaya, sosial, ekonomi dan politik yang tidak sama antara Indonesia dengan Findlandia.

Tapi itu pun juga jangan sampai menjadikan kita tidak beranjak jadi lebih baik. Setidaknya, kita bisa sama-sama berpikir, strategi apa yang tepat untuk menghasilkan pendidikan yang membahagiakan. Entah itu datang dari guru, sekolah, orang tua atau pemerintah. Seperti Timothy sampaikan di kalimat penutup buku ini, “kebahagiaanlah yang membuat saya tetap mengajar, dan saya berkomitmen untuk mengingat dan memprioritaskannya di dalam kelas saya.

 

Oleh Adi Wahyu Adji

Manajer Pembinaan RK

Judul                     : Teach Like Finland (Mengajar seperti Finlandia)

Penulis                 : Timothy D. Walker

Penerbit              : Grasindo

Edisi                      : Agustus 2017

Tebal                    : 197 halaman

ISBN                      : 9786024520441

Berbagi dengan yang lain: