Jakarta (28/07), pelaksanaan National Leadership Camp 2018 ditutup dengan diskusi bertema “Peran Pemuda untuk Melawan Korupsi”. Narasumber terdiri atas Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Deputi Bidang Pencegahan Korupsi, Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, Guntur Kesmeiyano, dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pada kesempatan ini, Bapak Guntur Kesmeiyano menyampaikan paparan singkat mengenai fungsi dan wewenang KPK. Pak Guntur kemudian mengelaborasikan penjelasan mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan KPK di kampus seperti Kampanye Integritas Anti-Korupsi yang ditujukan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap birokrasi dan menanamkan 9 nilai anti-korupsi yakni jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, kerja keras, disiplin, berani, adil, dan sederhana. Pak Guntur menyebutkan bahwa pemuda mempunyai modal dasar intelegensia, jiwa muda, dan idealisme dan dapat meningkatkan perannya dengan membiasakan perilaku anti-korupsi, aksi bersama, dan kampanye anti-korupsi.

Sementara itu, Bapak Dahnil Anzar Simanjuntak memesan 3 ciri yang harus ditunjukkan oleh aktivis Islam, yakni menjalani semurni-murninya tauhid, setinggi-tingginya ilmu pengetahuan, dan sepintar-pintarnya siasat. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus bersikap altruistik, yakni mengedepankan kepentingan umum sebelum kepentingan pribadi dan para pemimpin muda harus merasa resah terhadap korupsi karena tindakan tersebut akan merusak masa depan bangsa.

Sesi ini kemudian ditutup dengan kepercayaan “Negeriku butuh aku untuk berubah.”

Berbagi dengan yang lain: