Jakarta (28/07)‒ Pada acara National Leadership Camp 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S. Uno menyampaikan keynote speech yang bertema “Membangun Kolaborasi dan Kontribusi Pemuda Indonesia di Era Global.” Acara ini juga turut dihadiri oleh Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, Camat Jagakarsa Fidiyah Rokhim, Lurah Srengseng Sawah Tubagus Masruri MZ, Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Fikri Drs. H. Musholli, dan Direktur Eksekutif Bachtiar Firdaus, ST. MPP.

Kakak-beradik si Upin Ipin
Atok Dalang nama kakeknya
Kalau hendak jadi pemimpin
Beri contoh yang baik pada rakyatnya

Begitulah Pak Sandi mengawali speech-nya, dengan menghadiahkan pantun kepada peserta pembinaan Rumah Kepemimpinan angkatan 9 yang berasal dari sembilan provinsi di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Pak Sandi merasa terhormat untuk bertemu dengan para pemimpin muda yang terdiri atas 300 mahasiswa dan menyebut Rumah Kepemimpinan sebagai kawah candradimuka, yakni tempatnya lahir para pemimpin yang sejatinya selalu berkelompok dan membentuk pemimpin lainnya.

Pak Sandi menyampaikan bahwa berbagai permasalahan bangsa saat ini seperti kurangnya lapangan pekerjaan dan tingginya biaya hidup dapat diselesaikan melalui jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan. Melalui praktik kewirausahaan, pemimpin yang berpikir outside the box, mampu berinovasi dan melihat peluang, serta menginspirasi banyak orang akan lahir. Ia menyingkatnya dengan istilah pemimpin KEGERUS (keroyok, gerilya, dan urai satu per satu) di mana pemimpin harus bekerja secara berkelompok dan lintas sektor, turun ke lapangan, dan mengurus berbagai faktor yang meliputi masalah. Selain itu, terdapat 4 prinsip yang harus dipegang pemimpin, yakni kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas.

I’ll see you in ten years!” begitu seruan Pak Sandi untuk mengakhiri speech-nya yang disambut seruan semangat seluruh peserta.

Berbagi dengan yang lain: