Jakarta (25/7). Laksamana Husein Ibrahim (Dewan Penyantun Rumah Kepemimpinan) menyampaikan beberapa hal dan memberikan pesan kepada seluruh peserta RK angkatan 9 pada sesi Inspiring Talks di acara National Leadership Camp 2018 di Auditorium Rumah Kepemimpinan Jakarta.

Pak Husein Ibrahim yang merupakan salah satu perencana SMA Taruna Nusantara menyampaikan bahwa aspirasi dibangunnya institusi Rumah Kepemimpinan berasal dari SMA Taruna Nusantara, yang tujuannya untuk melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yang bertanggung jawab dan profesional.

Beliau juga berpesan bahwa peserta RK itu islamnya harus jelas. Yaitu Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Islam pertengahan dan bukan Islam radikal. Selain itu, kader-kader yang dibentuk oleh Rumah Kepemimpinan yang akan menjadi pemimpin muslim masa depan harus berada di berbagai sektor kehidupan.

Pesan selanjutnya yang beliau sampaikan pada sesi ini ialah peserta RK harus pandai menjaga kebersihan dimanapun ia berada, termasuk di asrama. Karena kebersihan itu ialah wajah kita. Semua harus aktif untuk membuat asrama selalu bersih. Karena kebersihan ialah sebagian dari Iman dan kita harus menerapkan nilai-nilai Iman dan Islam itu dalam aspek kebersihan.

“Kita punya Allah. Allah lah yang akan menjalankan semua kepentingan kita.” Itu lah yang beliau yakini dalam dirinya dan menjadi pegangan untuk menjalani kehidupannya. Beliau selalu memegang prinsip tersebut dalam menghadapi segala urusannya.

Pak husein juga mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu tidak susah, asal kan kita mau. Beberapa tips beliau berikan untuk menjadi pemimpin hebat yang bertanggung jawab, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman.

“Setiap orang itu bisa menjadi pemimpin. Jangan takut kita tidak mampu untuk mengemban amanah tersebut. Jika amanah menjadi pemimpin itu diberikan oleh orang lain, maka orang lain sudah percaya bahwa kita mampu untuk memikul amanah tersebut dan itu menjadi suatu kehormatan bagi kita. Yang perlu kita lakukan ialah kerjakan amanah tersebut dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.” Tutur Pak Husein.

Berbagi dengan yang lain: