Insipirasi Bang Bachtiar Firdaus, Direktur Rumah Kepemimpinan pada National Leadership Camp lalu, kita harus menggunakan filosofi berlari untuk menghadapi sisa masa pembinaan. Beliau terinspirasi dengan filosofi berlari karena dalam berlari diri kita ditantang untuk bertahan melawan godaan dan rasa lelah. Hal ini sesuai dengan kehidupan kita yang penuh dengan godaan dalam setiap melakukan kebaikan.

Dalam berlari tahap pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan persiapan. Pada saat persiapan kita harus memastikan pakaian yang kita pakai bisa nyaman kita kenakan. Kita pun harus menggunakan sepatu khusus untuk berlari agar tidak cidera diperjalanan. Lalu yang tidak kalah penting, kita harus melakukan pemanasan. Dalam kehidupan kegiatan melakukan persiapan ini diibaratkan dengan menuliskan Life Plan. Dengan menuliskan Life Plan, hidup kita akan terencana sehingga kita bisa menargetkan segala sesuatu untuk diselesaikan. Selain itu hidup kita juga akan tertata sehingga kegiatan-kegiatan kita setiap bulan jelas dan bermanfaat.

Lalu yang kedua pada saat berlari kita harus memiliki daya tahan. Hal ini penting untuk melawan godaan-godaan di setiap perjalanan. Godaan-godaan itu bisa jadi jajanan dipinggir jalan, keinginan untuk cek notifikasi yang masuk dari sosial media kita, dan keinginan untuk menyerah yang kadang dibungkus oleh alasan kelelahan. Nah, untuk melatih agar kita memiliki daya tahan, diri kita harus membiasakan diri untuk berlari. Karena dengan terus berlatih kita akan semakin tahu celah dari kelemahan kita. Dari sana kita bisa memperbaiki diri. Hal ini sama dengan kehidupan kita, bila kita ingin memiliki daya tahan. Kita harus sering mencoba dan mengambil pelajaran dari percobaan kita yang gagal dan ditolak.

Terakhir, tahap yang ketiga adalah kita harus memastikan tidak berlari sendirian. Kita harus berlari bersama teman-teman kita. Karena ini sangat mempengaruhi jarak tempuh saat berlari. Mereka yang berlari sendirian akan mudah kelelahan dalam jarak yang belum seberapa. Berbeda dengan mereka yang berlari bersama-sama, jarak tempuh akan semakin jauh dan tidak mudah lelah. Hal ini sesuai dengan pepatah dari afrika yang mengatakan, bila ingin berjalan cepat maka berjalanlah sendirian dan bila ingin berjalan jauh berjalanlah bersama teman-teman. Maka, dalam hidup ini kita harus memiliki tim yang membuat visi bersama. Dengan tim itu langkah-langkah besar akan ditempuh bersama-sama. Nafas perjuangan pun semakin panjang, karena satu sama lain saling mengingatkan untuk selalu berjuang.

Sebelum tiga langkah tersebut  dilakukan, ada satu hal yang harus kita pastikan. Yaitu, kita harus memastikan jalur berlari kita benar. Jangan sampai kita berlari dijalan yang salah. Karena bagaimana pun gemilangnya kita dalam berlari, bila jalannya salah segalanya akan menjadi sia-sia dan percuma. Sama dengan kehidupan kita, sebelum melangkah kita harus memastikan kita akan berjuang di jalan yang benar. Kita harus memastikan niat yang kita canangkan lurus dan murni karena Allah. Hal ini penting dilakukan agar  hidup kita tidak sekedar wara-wiri. Hal ini harus kita lakukan agar langkah kita mendapatkan ridho Ilahi.

Sumber artikel:

Berbagi dengan yang lain: