Selasa (23/01) peserta Rumah Kepemimpianan Regional 1 Jakarta berkesempatan untuk melakukan audiensi dengan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, bapak Yuliandre Darwis, di kantor pusat KPI. Pertemuan tersebut merupakan silaturahim lanjutan dari Rumah Kepemimpinan kepada pak Andre yang sebelumnya berkesempatan untuk mengisi agenda pembinaan di asrama Rumah Kepemimpinan.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan peserta Rumah Kepemimpinan disambut hangat oleh pihak KPI di ruang meeting utama. Diskusi hangat dan strategis tertuang dalam pertemuan singkat di pagi hari tersebut.

“Dunia penyiaran Indonesia ini sektor yang sangat strategis. Tapi untuk membangun dunia penyiaran yang positif kita perlu berkolaborasi dengan banyak pihak, terutama industri penyiaran dan juga masyarakat.” ucap beliau menjelaskan tentang dinamika penyiaran di Indonesia.

Beliau juga menceritakan bahwa Indonesia sedang mengambil peran sebagai Koordinator dari IBRAF (OIC Broadcasting Regulatory Authority Forum) atau forum internasional lembaga regulator penyiaran di negara-negara Islam. Indonesia terpilih menjadi koordinator IBRAF semenjak tahun 2016. IBRAF sendiri merupakan forum diskusi serta tukar menukar informasi antar sesama regulator penyiaran di negara-negara mereka. Setiap tahunnya, IBRAF yang beranggotakan 30 negara mengadakan pertemuan yang membahas perkembangan penyiaran di dunia serta melakukan pemilihan Presiden IBRAF.

Dalam peran tersebut, KPI membuka ruang untuk menyebarkan budaya Indonesia di dunia penyiaran internasional. Pada tahun 2017 lalu, KPI menjadi tuan rumah dari pertemuan tahunan IBRAF, tepatnya di Bandung.

Dalam pertemuan tersebut peserta juga mendapatkan cerita yang dari perjalanan pak Andre menjadi ketua KPI. Sebelumnya, beliau adalah akademisi dan juga entrepreneurs yang terbilang gemilang. Beliau mendapatkan gelar doktor di usia yang relatif muda, 30 tahun. Beliau menjadi Ketua KPI di usia 36 tahun, tercatat sebagai ketua Lembaga Negara yang paling muda di Indonesia saat ini.

Beliau berpesan bahwa anak muda harus selalu menjaga semangat untuk menyebarkan kebaikan kepada sebanyak-banyaknya orang lain.

Di akhir pertemuan, peserta diajak untuk berkeliling kantor KPI dan melihat bagaimana proses bekerja KPI dalam mengawasi industri penyiaran di Indonesia. Beliau juga memberikan apresiasi terhadap Rumah Kepemimpinan, yang beliau yakini akan terus mewarnai kebaikan di bangsa ini. “Yang penting terus jaga idealisme,” pesannya.

Pertemuan ini merupakan rangkaian dari aktivitas pembinaan Rumah Kepemimpinan untuk mengkader calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. “Program Kunjungan Tokoh ini menginginkan terjadinya transfer wawasan, spirit, serta inspirasi untuk berkontribusi antara tokoh yang dikunjungi dengan kami peserta. Kami mempertemukan anak-anak mahasiswa terbaik kepada tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman dan kontribusi terhadap bangsa.” ucap Fathan, Manager Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta.

Berbagi dengan yang lain: