Profil Alumni Irvan Hermala Regional I Jakarta Angkatan 2

Menggeluti kajian tentang Ekonomi Umat, membawa seorang pemuda bernama Irvan Hermala menemukan solusi bagi pendanaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk tumbuh. Pria yang lahir di Jakarta, 32 tahun yang lalu ini kini tengah merintis satu start up di bidang investasi syariah bernama Indves sejak Januari 2016 silam.

Pria yang menamatkan jenjang Sarjananya di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 2008 ini, kemudian melanjutkan studi jenjang Master di Cardiff University dengan mengambil jurusan Business Strategies and Entrepreneur hingga tahun 2016. Sekembalinya ke Tanah Air, Irvan bersama-sama rekan-rekannya dari Prodi Bisnis Islam UI dan Alumni Beasiswa LPDP dari USA dan UK bersama-sama membangun Indves sebagai solusi bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

Indves merupakan salah satu platform keuangan (investasi) syariah yang bertujuan memudahkan UMKM untuk mendapatkan modal untuk memulai atau mengembangkan usahanya. Kini, Irvan dan rekan-rekan telah mampu meyakinkan sebanyak 2830 investor dan 341 UMKM yang mendaftarkan diri pada platform Indves. Hal yang juga membanggakan adalah, sejak didirikan pada Januari 2016 lalu, Indves telah berhasil membukukan sejumlah 1 Miliar Rupiah sebagai modal yang dapat disalurkan. Selain alasan untuk membantu pengusaha kecil yang mengalami kesulitan permodalan karena sulitnya akses UMKM kepada Bank dan institusi keuangan, Indves juga didirikan dengan semangat untuk memotong jerat riba yang menjadi banyak persoalan bagi pendanaan UMKM. Karena fakta hari ini mengatakan bahwa tidak sedikit UMKM yang lari ke rentenir sehingga masuk kedalam perangkap hutang riba yang sedemikain membelenggu.

Pengalaman Irvan ketika di kampus di beberapa organisasi dan juga pengalaman di beberapa tempat kerja memberikan bekal tersendiri bagi Irvan untuk memulai bisnis strategis ini. Sempat menyicipi bekerja di PT. Kao Indonesia Chemicals, PT. Tigaraksa Satria, dan PT. Trans Retail Indonesia, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studinya di Cardiff, United Kingdom. Dapat dikatakan bahwa dengan pengalaman dan kapasitas yang matang, Irvan dengan Indves-nya siap bersaing dengan perusahaan fin-tech yang tengah menggeliat di Indonesia.

Selain itu, pengalaman mendapatkan pembinaan di Rumah Kepemimpinan (RK) pada tahun 2004 hingga tahun 2006, memberikan kesan tersendiri dalam diri Irvan. Kata-kata dalam Idealisme Kami yang sering dikumandangkan di asrama ketika itu terpatri kuat dan menjadi energi yang tak pernah padam dalam diri untuk memberikan yang terbaik bagi siapapun. RK pun mendidik Irvan dan penerima beasiswa saat itu untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu menorehkan kontribusi dan manfaat seluas-luasnya bagi Bangsa. Itulah jua yang menjadi motivasi Irvan dalam menghadirkan Indves di tengah-tengah masyarakat, yakni seluas-luasnya manfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Berbagi dengan yang lain: