Pada hari selasa di tanggal 16 Oktober 2017 kemarin, tepatnya pada pukul 20.00 WIB telah diselenggarakan acara sharing session Diskusi Pasca Kampus yang diisi oleh Zaid Marhi Nugraha, ST. (Owner Halal Mart ; Herbalist Consultant).

Acara dimulai pada pukul 20.00 dan dibuka dengan bacaan tilawah oleh Saudara Haekal Akbar. Dilanjutkan dengan seremonial yang dipimpin oleh saudara Dio Mukti. Selanjutnya agenda dipimpin/dimoderatori oleh  Deni Nur Fauzi. Dan memasuki sesi pertama, Beliau menjelaskan tentang kondisi di zaman ini, dimana saat ini kita sedang memasuki zaman dimana semakin berkurangnya tokoh baik yang kita idolakan. Sehingga sulit sekali menemukan siapa yang pantas kita jadikan teladan. Yang membuat kita salah meletakkan sesuatu sesuai tempatnya.

Pada sesi awal, beliau menjelaskan tentang kesibukan beliau saat ini. Selain menjadi owner Halal Mart dan Herbalist Consultant, saat ini beliau juga aktif menjadi mentor bisnis bagi para enterpreneur muda. Termasuk juga mahasiswa. Salah satu alasan beliau kenapa ingin mejadi mentor bisnis adalah karena beliau ingin menjadi orang yang paling bahagia bukan karena bisa menerima sebanyak-banyaknya. Tetapi menjadi orang yang paling bahagia karena bisa memberi sebanyak-banyaknya. Selain itu, alasan beliau ingin terjun ke dalam dunia bisnis adalah karena beliau ingin menjadi seorang muzakki daripada seorang pegawai dengan gaji UMR.

Ada ungkapan menarik yang beliau sampaikan, mengingat pesan dari mentor bisnisnya. “1 gram mindest yang kita peroleh adalah inti hasil dari 1 ton pengetahuan yang kita dapat”, ungkap beliau. 1 gram mindset itu yang dimaksud oleh mas Zaid adalah bukan menjadi seorang pegawai, tapi membuka lapangan pekerjaan. Jangan sampai mindset kita adalah menjadi orang dengan tipologi ‘Poor Death’, tetapi menjadi orang dengan tipologi ‘Rich Death’. Oleh karena itu, kalau sudah punya mindset yang kuat, maka harus benar-benar direalisasikan.

Beliau juga menyampaikan beberapa hal yang perlu disiapkan untuk menjadi seorang enterpreneur. Salah satu caranya adalah dengan Menyiapkan landasan/pegangan/prinsip hidup yang paling kuat sekaligus menyiapkan nafas marathon yang paling dalam. Beliau menyampaikan bahwa fase guncangan pertama seorang enterpreneur dalam berwirausaha ada pada di 3 tahun pertama.

Di samping itu, beliau menyampaikan nasihat-nasihat yang pernah dikutip oleh para sahabat Rasulullah terdahulu. Di antaranya :

  1. “Alangkah indahnya harta yang kudapat dan aku gunakan untuk menjaga kehormatanku dan mendekatkanku kepada Rabbku.” – Abdurrahman bin Auf
  2. “Sungguh keFakiran itu sangat dekat dengan keKufuran, dan keKufuran itu sangat dekat dengan keKafiran.” – Ali bin Abi Thalib
  3. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA. Bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujurdan amanah (Terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq, dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).” – HR. Ibnu Majah

Dan di akhir sesi, beliau memberikan nasihat kepada kami, bahwa berada di Rumah Kepemimpinan secara tidak langsung juga bertanggung jawab dengan kesejahteraan umat saat ini. Maka, kita akan menjadi dzalim bila tidak memanfaatkan betul-betul kesempatan saat ini.

Setelah nasihat terakhir diberikan oleh Mas Zaid Marhi, acara Diskusi Pasca Kampus ditutup dengan bacaan doa dan dilanjutkan untuk sesi Foto bersama Peserta Rumah Kepemimpinan Regional Surabaya sekaligus pemberian Cinderamata dari RK Surabaya ke Mas Zaid Marhi. Begitu banyak pandangan pandangan positif yang disampaikan pembicara dalam sesi tersebut, sampai waktu diskusi atau tanya jawab tidak tersedia. 1 saja pertanyaan dan itu hanya di tengah kegiatan.

Berbagi dengan yang lain: