Jakarta (26/8). Diskusi Kebangsaan Kontribusi Membangun Negeri, 11.00 – 12.00 WIB, Auditorium Rumah Kepemimpinan Nurul Fikri. Dalam sesi ini terbagi menjadi dua narasumber tokoh yaitu Bpk Bambang Widjojanto dan bang Faisal Karim

Pada sesi pertama ini, bang Faisal Karim menyampaikan bahwa terlepas dari berbagai polemik di Indonesia, para pemuda sebenarnya bisa berkontribusi di kancah Internasional. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah benar-benar memiliki rasa nasionalisme. Bapak Faisal Karim mengajak untuk melihat kembali G20 kondisi GDP Indonesia hingga ke MUN. Pada hakikatnya, kontribusi itu tidak hanya di satu dimensi.

Bang Faisal Karim juga mengemukakan terkait publik intelektual. Umumnya mereka adalah orang-orang yang tampil di media digital. Mereka terkenal atas dasar tulisan pemikiran tanpa disertai kompetensi di bidangnya. Sudah selayaknya seorang pemimpin dapat meningkatkan kompetensi dan menjadi ekspertiis di sekitarnya, khususnya kapasitas intelektual.

Pada sesi kedua Bapak Bambang Widjojanto menyampaikan terkait potensi Indonesia yang luar biasa dengan kekayaan alamnya yang berlimpah dan dikenal di dunia. Disampaikan juga mengenai kondisi keuangan Indonesia pasca reformasi meningkat dari 400 T menjadi 2000 T. Kondisi saat ini pemuda Indinesia berjumlah 69 juta jiwa atau 28% penduduk Indonesia. Hal ini menjadikan pemuda menjadi sektor terpentibg dalam.

Pembangunan dan upaya pemberantasan masalah di Indonesia. Salah satunya adalah masalah korupsi e-KTP yang menyeret perusahaan asing untuk melakukan suap berkali-kali.

Korupsi pun saat ini menjadi masalah yang sangat serius dialami oleh Indonesia. Adanya tindakan politik kartel, oligarki dan dinasti politik menjadikan Indonesia semakin terpuruk akan ketidakadilan dan kesejahteraan. Lantas apa yang harus dilakukan? Bapak Bambang menjelaskan untuk membangun integritas dan kepercayaan.

Dalam membangun integritas diperlukan sikap jujur dan amanah, kompetensi, konsistensi, profesional, dan membangun keteladanan. Seorang pemimpin yang memiliki integritas tentunya memiliki tekad dan keyakinan yang teguh, menggunakan kata dan mata hati, serta menjalankan dan menjaga reputasi.

Berbagi dengan yang lain: