“Kecintaan kita terhadap sesuatu itu terlihat dari seberapa besar pengorbanan yang kita torehkan terhadap hal yang dicintai, maka korbankanlah waktu, materi, dan tenaga untuk membaca buku yang dicintai pula”.
~ Rahmad Rahandi Nasution ~

Putra Padangsidempuan yang satu ini lebih akrab disapa dengan panggilan Andi yang terkenal dengan tabiatnya yang pendiam, namun memiliki nilai bak emas yang mahal harganya. Tarikan nafas yang dalam terlihat dari gelagatnya sebelum memulai agenda Strategic Sharing di Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan.


“Ternyata agenda sharing alumni itu gak enak rasanya dan malah bikin saya deg-degan”, ucapnya ketika hendak memulai sesi yang dibawakannya itu.

“Tapi beberapa hal yang harus kita pahami dan setujui di sini adalah sharing itu merupakan kegiatan berbagi sembari belajar, oleh karena itu kalian boleh saja percaya apa yang saya ucapkan dan boleh juga tidak percaya, karena apa yang saya katakan nantinya belum tentu benar apa adanya dan sesuai dengan yang kalian rasakan”, timpalnya lirih.

“Membaca itu bukan hanya membaca setiap baris kalimat, tetapi bagaimana ketika kita membaca setiap baris kalimat tersebut kita dapat membuat suatu kesimpulan yang membuka wawasan alam semesta pikiran kita”.
~ Rahmad Rahandi Nasution ~

Di dalam membaca buku yang sifatnya lebih general dapat juga dinilai sebagai suatu prestasi tersendiri, perihalnya prestari merupakan suatu hasil yang telah dicapai, sama halnya dengan membaca buku. Setiap buku yang telah selesai kita baca sesuai dengan waktu yang telah ditentukan untuk menyelesaikannya juga merupakan suatu prestasi dan sebagai wujud komitmen kita terhadap apa yang telah kita sepakati.

Setiap prestasi sebenarnya tidaklah semata-mata berasal dari dalam diri sendiri, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh faktor yang bukan berasal dari dalam diri kita, seperti yang disampaikan oleh Teori Pygmalion (Pygmalion Effect). Teori ini mengatakan bahwa kinerja seseorang akan dipengaruhi dari ekspektasi mereka terhadap performa mereka. Pygmalion Effect dalam dunia perusahaan dapat diartikan sebagai kekuatan yang timbul dari harapan yang ada atau dengan kata lain, karyawan akan termotivasi terhadap janji atau ekspektasi yang sudah diberikan kepada mereka. Seseorang yang apabila diberi pengaruh yang positif, maka cenderung orang akan mengejar ekspektasi orang lain tersebut. Oleh karena itu, sering-seringlah menularkan kepada orang terdekat kita terkait gemar membaca buku dengan menggunakan Pygmalion Effect, maka secara tidak langsung orang tersebut akan menumbuhkan motivasi dalam dirinya terhadap ekspektasi yang telah kita sampaikan kepadanya, sehingga dia pun akan langsung menyukai kegiatan membaca buku.

“Rahasia untuk minat membaca itu cukup temukan 1 buku yang membuat kita cinta untuk membaca”.
~ Rahmad Rahandi Nasution ~

“Sebenarnya, banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat baca yang ada dalam diri kita, tapi kalau salah satu kunci penting dalam dunia membaca bagi saya itu adalah ketika saya berhasil menemukan satu buah buku yang dimana buku tersebut selalu memotivasi diri saya untuk gemar membaca”, ujarnya dengan semangat.

Kenyataannya, tidak sedikit dari kita tergolong ke dalam kelompok orang yang mudah cepat bosan dalam membaca buku, tips menemukan satu buah buku yang dapat menginspirasi untuk tetap memupuk budaya gemar membaca dapat dijadikan sebagai amunisi untuk menghadapi kejemuan yang datang tiba-tiba dari diri kita ketika membaca buku. Buku yang berjudul “Oh My Goodness” karya Yoris Sebastian telah berhasil menjangkit semangat membaca Abangda Andi. Beliau juga memberikan beberapa tips untuk menjangkitkan budaya gemar membaca yang selama ini menjadi rahasia pribadinya sebagai berikut:

1. Canangkanlah seorang penulis sebagai motivasi yang dimana karya-karyanya dapat turut menginspirasi kita juga.
2. Pilihlah buku yang betul-betul memberi manfaat untuk kita, terlebih lagi yang dapat menunjang bidang ilmu yang saat ini kita tekuni.
3. Lihat terbitannya, penulisnya, dan jenis bukunya, maka carilah yang relevan walaupun buku yang sudah tergolong terbitan lama, tetapi sangat dianjurkan yang ter-update.
4. Membacalah dengan cepat, baik itu dengan skimming ataupun dengan scanning.
5. Carilah tempat-tempat yang nyaman untuk membaca buku.

“Orang yang banyak tahu bukan berarti pengetahuannya itu yang paling banyak”.
~ Rahmad Rahandi Nasution ~

“Dulu, ketika saya masih di Rumah PPSDMS ya, saya sama seperti kalian sekarang ini. Dituntut harus memiliki mimpi dan goals yang jelas dan harus bisa memetakan bakat dengan goal yang telah kita tetapkan. Lalu, diberi pengetahuan tentang kepemimpinan bahwasannya kepemimpinan itu merupakan seni mempengaruhi orang lain atau yang biasa disebut dengan leadership is about influencing others”, kenangnya dengan pandangan yang jauh ke belakang.

“Membahas tentang gemar membaca, maka sangat dianjurkan sekali bagi anak-anak RK yang saat ini menempatkan dirinya pada tempat-tempat yang strategis di dunia kampus haruslah memiliki wawasan yang lebih luas daripada yang berada di bawahnya, caranya ya dengan membaca”, nasihatnya kepada Sultan USU Angkatan 8.