Perkembangan situs jual beli di Indonesia terus berkembang seiring kebutuhan konsumen untuk melakukan jual beli dengan lebih mudah dan cepat. Bukalapak menjadi salah situs jual beli yang sedang melejit diantara banyak situs ecommerce di Indonesia. Achmad Zaky, alumni Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung Angkatan 4, dikenal sebagai pendiri situs bukalapak yang dilalui dengan perjuangan dan kerja keras hingga ia berhasil menuju titik sukses dan menjadi salah satu pebisnis yang disegani di Indonesia. Prestasi Bukalapak semakin mentereng setelah mampu meraup nilai transaksi hingga Rp 50 milliar dalam usianya yang memasuki 7 tahun persis pada tanggal 10 Januari 2017 lalu.

Bakatnya Achmad Zaky dalam dunia informatika yang membawanya hingga pada titik seperti sekarang telah dimulai sejak kecil. Ketertarikannya pada komputer bahkan telah muncul saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.Saat duduk di bangku sekolah menengah atas di SMAN 1 Solo, ia menjadi wakil sekolahnya yang berkesempatan untuk mengikuti ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dalam bidang komputer dan menjadi juara hingga tingkat nasional.Kecerdasannya juga membawanya bisa diterima di kampus ternama di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung pada tahun 2004. Ia mengambil jurusan Teknik Informatika danmemiliki riwayat akademik yang luar biasa dengan berhasil meraih IP 4.00 pada semester satu.

Semasa kuliah di ITB, Achmad Zaky menerima beasiswa dari Rumah Kepemimpinan yang membantunya mengasah diri menjadi lebih baik lagi. Saat lulus dari ITB, Zacky memulai karir profesional dengan mendirikan bisnis konsultasi di bidang teknologi komputer. Terdorong dari keinginannya untuk membangun sebuah usaha yang bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, ia mendirikan sebuah situs yang merupakan marketplace, e-commerce dan Startup yang dikenal dengan nama Bukalapak di tahun 2010. Bukalapak merupakan situs belanja online yang dapat diakses secara gratis dan digunakan sebagai media untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Tujuan dari didirikannya Bukalapak juga sangat mulia, yaitu untuk memajukan dan mengembangkan usaha dari para Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia melalui media internet.

Setelah berdiri kurang lebih setahun, Bukalapak mendapat pendanaan dari Batavia Incubator (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group).  Di tahun 2012, Bukalapak menerima tambahan investasi dari GREE Ventures yang dipimpin oleh Kuan Hsu. Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures. Dan terakhir pada bulan February 2015, Bukalapak mendapatkan investasi serie B dari Emtek Group – SCTV Group (PT Kreatif Media Karya) sebesar ratusan milyar.

Saat ini, Bukalapak, yang awalnya hanya diawaki oleh dua orang, lalu bertambah jadi enam orang, bertambah 10 orang yang kini mencapai 90 orang karyawan. Sementara jumlah pengunjungnya sudah mencapai 1 juta pengunjung ke Bukalapak setiap hari dengan jumlah pelapak (penjual) mencapai 190.000 seller. Ahmad Zaky berharap mampu mencatatkan pertumbuhan 8 kali lipat pertahun di berbagai aspek, mulai dari penjualan hingga pengguna. Bukalapak berkeinginan membangun kepercayaan melalui transaksi proses transaksi online yang terpercaya, sehingga mampu membangun komunitas pasar daring terkuat di Indonesia dan mendukung UKM-UKM yang ada di Indonesia.