Jumat, 2 September 2016, Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung kedatangan alumni inspiratifnya yang tak lain adalah peserta Rumah Kepemimpinan (dulunya masih bernama Program Pembinaan Sumber Daya Mahasiswa/PPSDSM) angkatan 3 Bandung, Kang Muhamad Fajrin Rasyid, Co-Founder sekaligus Chief Finance Officer (CFO) Bukalapak.com.

Kang Fajrin menyempatkan waktunya untuk bertemu Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung angkatan 8 untuk berbagi cerita pengalaman, suka duka, dan hikmah dari setiap capaian-capaian Kang Fajrin sampai sekarang bisa mendampingi kang Achmad Zaky, CEO Bukalapak.com yang juga teman sekampus di Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus teman seasrama PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan 3 juga dalam menjalankan bisnis e-commerce yang sedang tren saat ini.

r2-sharing-alumni-2-september-2016_5

Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung angkatan 8 sangat antusias sekali ketika mendengar pengalaman Kang Fajrin dan Kang Zaky mulai dari Asrama PPSDMS sampai pengamalan dalam mengahadapi tantangan bisnis e-commerce ini. Pada waktu itu Kang Fajrin dan Kang Ahmad Zaky adalah teman seasrama sehingga pertemanan mereka sangat dekat, mereka dulu pernah berualan mi ayam di depan asrama. Namun, berjualan mi ayam sangat tidak gampang. Setiap hari dagangannya sepi pembeli sehingga mereka terpaksa menutup usahanya.

Setelah lulus pada tahun 2010 dengan predikat Summa Cumlaude (IPK 4,0), Kang Fajrin berpisah dari Kang Zaky dan langsung bekerja menjadi konsultan bisnis di Boston Consulting Group (BCG). Karena memiliki pemahaman tentang manajemen bisnis, saat itu Kang Fajrin juga bekerja paruh waktu dengan membantu Kang Zaky untuk mengurus keuangan Bukalapak.com setelah berdiri. Namun, tahun 2011 Kang Fajrin memantapkan diri keluar dari BSG dan menjadi bagian dari Bukalapak.com sampai saat ini.

Lebih lanjut Kang Fajrin berbagi tentang life plan dan life goalsnya. Menurutnya, Orang yang mudah meraih sukses adalah orang yang memiliki rencana jangka pendek dan menengah yang jelas. Rencana 5-10 tahun yang kita buat sebenarnya 90% tidak akan terealiasasi, karena kebanyakan rencana-rencana yang dituliskan terlalu tinggi sehingga sulit dicapai. Mimpi2 yang dituliskan harus memiliki fleksibilitas sehingga jika suatu mimpi yang direncakana tidak tercapai kita masih bisa memikirkan mimpi yang lainnya. Kondisi juga mempengaruhi tercapainya mimpi kita.

Ada Goal general dan Goal spesifik. Goal general yang kita tuliskan untuk jangka waktu panjang sampai 20 tahun. Sedangkan Goal secara spesifik yaitu jangka waktu pendek dalam waktu 1 tahun ke depan.

Masuk ke sesi tanya-jawab, hampir semua peserta mengacungkan untuk bertanya lebih dalam lagi. Tak lain sudah pasti pertanyaan manajemen waktulah yang pertama kali ditanyakan. Apalagi Kang Fajrin berhasil lulus pembinaan PPSDMS dengan juga lulus kuliah dengan hasil luar biasa, IPK 4,0. Kang Fajrin menyampaikan tips bagaimana beliau bisa membagi waktu antara kuliah, asrama, dan aktifitas bisnisnya.

r2-sharing-alumni-2-september-2016_1

“Berusahalah semaksimal mungkin utk mengenal diri sendiri, memahami kelebihan dan kelemahan kita”. Misal, lanjutmya, kita memiliki kelebihan di bidang kalkulus, nah berarti alokasikan waktu sedikit saja untuk belajar kalkulus karena memang kita sudah memililki pemahaman lebih. Sisanya bisa digunakan untuk kegiatan asama, rapat organisasi atau lainya. Jika punya kelemahan dimata kuliah tertentu, maka alokasikan waktu yang cukup banyak untuk mata kuliah tersebut. Bagi peran tadi, dan sesuaikan dengan bagaimana besarnya tanggung jawabnya. Kalo ada yg bentrok, sesuaikan dgn mana tanggung jawab yg lebih besar, begitu kata kang Fajrin yang juga memiliki perusahaan jasa konsultasi teknologi bernama Suitmedia.

“Bagaimana semua itu bertahan, antara asrama, kuliah, dan organisasi hingga bukalapak, pola pkir apa yang dperlu ditanamkan dalam setiap kondsi?” Tanya Muhammad Ega S, Peserta RK Bandung angkatan 8 dari Jurusan Elektronika Unpad.

Kang Fajrin menjawab, “Ketika pulang ke asrama dan berorganisasi merasa melelahkan, coba pikirkan berapa banyak orang terbantu karena kita menghimpun dalam organisasi. Bagaimana wajah syukur dan bahagia orang-orang tersebut yg terbantu karena tindakan kita? Perubahan-perubahan apo yang bisa jadi adalah buah pikir dan lelah kita berbuat baik berkarya dan berdedikasi?” Biarlah ini menjadi apresiasi besar bagi diri kita sendiri kedepannya.

Lalu, bagaiman menjaga mimpi kita terus maju?  “Diasrama ini, dimanapun nanti, di perkumpulan ini kita memiliki pendorong ketika sedang down, kita saling memberi semangat, tempat bersandar, saling menjaga visi kita bersama” Pungkas Kang Fajrin dalam Sesi Sharing penuh inspiratif ini.

“Seorang CFO, pencapaian yang luar biasa. Baru saja kemarin ia rela meluangkan sedikit waktunya untuk kami, adik seperjuangannya, yang segera akan melanjutkan tongkat estafet kontributor berikutnya” – Kesan Royyan Abdullah Dzakiy, Peserta RK Bandung angkatan 8, mahasiswa Teknik Informatika ITB 2015.

Sharing with Alumni berakhir dengan sesi diskusi informal beberapa peserta yang memang terus ingin bertanya dengan kang Fajrin yang memang sedang memiliki aktifitas di Bandung saat itu. Sharing With Alumni diselenggarakan minmal sepekan sekali untuk menumbuhkan kekeluargaan yang erat lintas generasi dengan peserta Rumah Kepemimpinan.