Rumah Kepemimpinan (beasiswa pemimpin Indonesia) Regional Makassar menyelenggarakan dialog pasca kampus dengan menghadirkan Ziaul Haq Nawawi. Cawi, panggilan akrabnya, merupakan founder sekaligus ketua yayasan Econatural yang bergelut dengan pemberdayaan masyarakat.

Dihadapan peserta Rumah Kepemimpinan Makassar, Bang Cawi mengatakan liburan itu ketika tiap minggu ke desa dan memecahkan masalah di pedesaan, menigkatkan kesejateraan masyarakat disana. Saat menjadi mahasiswa ia berusaha merubah dirinya sebagai mahasiswa yang terus dicekoki tentang teori di perkuliahan, tanpa ada aksi yang konkret ke masyarakat, sehingga ia lebih banyak turun ke lapangan daripada menjelaskan secara teoritis ilmu yang ia dapatkan.

Peraih penghargaan MNCTVawards dalam kategori pemberdayaan masyarakat ini selalu menekankan pembelajaran ada di masyarakat, karena setiap permasalahan di masyarakat tidak bisa di ungkapkan secara teori melainkan terjun langsung ke lapangan

Niat yang baik yang hendak kita wujudkan bukan tanpa ada masalah. Tutur Cawi. Di berbagai daerah yang sudah ia kunjungi, berbagai situasi sudah ia temui, mulai dari diusir dari kampung tersebut, sikap tak ramah masyarakat disana, sampai sempat kesulitan memberdaya masyarakat yang mempunyai sikap apatis terhadap dirinya sendiri dan kondisi lingkungannya. Semakin buruk kepercayaan masyarakat kepadanya, maka ia semakin bersemangat dalam meyakinkan masyarakat bahwa ia mempunyai niat baik tentang pengembangan desa mereka.

Menurut Cawi, menjadi seorang pemberdaya yang berkaitan dengan kepemimpinan, ada 3 hal yang harus dimiliki: Punya kegelisahan; Mampu membangun dan memelihara Trust (kepercayaan); dan Punya daya Inovasi yang tinggi.

Tanpa adanya kegelisahan, tidak akan ada gerak untuk merubah kondisi masyarakat. Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat, maka mereka akan rela menjadi orang yang dipimpin. Punya ide kreatif dan tidak monoton adalah syarat terakhir dari leader, tidak melulu tentang itu tapi, tentang suatu gebrakan yang baru.

Bagi Cawi, bakti sosial yang biasa dilakukan misalnya pengobatan gratis, penyuluhan dan sebagainya tidak akan bisa mengubah kondisi masyarakat secara utuh. Justru yang seharusnya kita lakukan adalah meneliti akar masalah yang menyebabkan masyarakat terinfeksi penyakit. Entah itu airnya yang kotor, makanan yang tidak sehat dan kemudian permasalahan tersebut dicarikan solusi untuk jangka panjang

“Ini adalah momentum yang baik, sharing yang sangat bermanfaat dari Bang Cawi kepada peserta Rumah Kepemimpinan. Alhamdulillah Bang Cawi siap mendampingi secara langsung adik-adik di Rumah Kepemimpinan, bahkan insha Allah saat ini kita akan merealisasikan beberapa program real yang sudah kami sepakati, bahkan dalam waktu dekat kami akan langsung turun ke masyarakat untuk belajar langsung di sana”. Ujar Arif Atul Mahmudah, Manajer Rumah Kepemimpinan Makasssar

Rumah Kepemimpinan Beasiswa Pemimpin Indonesia

www.rumahkepemimpinan.org