Dito, panggilan akrab dari Anindito Kusumojati saat ini sebagai Mahasiswa MSc Biomedical Engineering TU Delft. Karakternya yang setia kawan dan rendah hati ini membuat dirinya bagikan gula yang manis, yang selalu dihampiri semut – semut kecil untuk mendekat. Begitu pula dengan wajah yang manis dan murah senyum membuat orang lain senang berteman dengannya.

Pria kelahiran Surabaya, 1 Mei 1990, ini menaruh hati pada tempe tepung sebagai makanan favoritnya. Dito juga memiliki hobi bermain harmonica, yang sudah digemarinya sejak SMA.

Pria yang mengidolakan Umar bin Khattab sebgai tokoh inspiratifnya ini , juga memiliki motto hidup yaitu Pejuang sejati takkan pernah menyerah. Dan motto ini tak sekedar motto, melainkan sebuah motivasi bagi ditto, sehingga mampu mengejar mimpinya melanjutkan studinya di Delft, The Netherland.

Selain capaian akademis yang bagus, dito juga aktiv di berbabagi organisasi dan lomba – lomba semasa di kampus, diantaranya Juara 1 Lomba Cipta Elektroteknik Nasional 2010 Teknik Elektro ITS Surabaya, Peserta PIMNAS 27 Lombok, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro FTI ITS 2010-2011, Sekretaris Jendera Internal BEM ITS 2011-2012. Dan saat ini dia sebagai ketua alumni angkatan V Rumah Kepemimpinan (RK) Surabaya.

“Impressive, RK mampu mengenalkan serta mendidik karakter saya jauh lebih baik. Mimpi dan visi besar RK menjadi energy tersendiri setiap kali mengingatnya”, itulah kesan dito terhadap RK yang pernah membesarkannya selama 2 tahun pembinaan.

Selain karakter setia kawan dan rendah hati, ada satu lagi karakter ditto yang menonjol yaitu perfeksionis. Dan itu dia tunjukkan dengan perjuangannya mengejar S2, dimana sebelum diterima studi masternya, dia tetap bertahan dengan dunianya sebagai Asisten Research kamps setelah lulus kuliah S1 hingga mndapatkan beasiswa S2, meskipun teman – teman seangkatan ditto sudah banyak yang diterima di profesinya masing – masing. Selain itu, ditto juga masih mengejar mimpinya sebagai Biomedical Engineer yang memajukan teknologi serta kebermanfaatan khususnya dalam biang teknologi kesehatan. (wan)