Tegas dalam mengambil keputusan, selalu memprioritaskan kepentingan bersama, dan detil dalam perencanaan. Tiga hal yang mewakili sosok pribadi seorang Putra Agung Prabowo, alumni Beasiswa Pemimpin Indonesia Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor Angkatan 6. Sosok pemuda inspiratif yang dilahirkan di sebuah kota seorang pahlawan nasional (R.A. Kartini), yaitu Kabupaten Jepara. Tepatnya pada tanggal 28 Mei 1993 silam.

Di angkatan 6 Bogor, siapa yang tidak kenal pemuda ini, pemuda kutu buku yang katanya ‘Lebih baik jadi kutu buku daripada jadi kutu busuk’. Sosok pemuda yang tidak pernah lepas dari aktivitas membaca buku. Hampir saja seluruh waktunya selama menjadi peserta Beasiswa Pemimpin Indonesia PPSDMS (yang saat ini lebih dikenal dengan Rumah Kepemimpinan) digunakan untuk membaca, mulai dari buku materi kuliah, biografi tokoh nasional maupun tokoh internasional, buku-buku kepemimpinan, novel islami, dan lain sebagainya telah habis dilahap satu per satu oleh Putra, sekedar memenuhi hasrat otaknya untuk terus berpikir. Ada satu kata yang paling istimewa yang menyebabkan Putra senang membaca buku, yaitu kata iqra’ dalam Al-qur’an yang menyeru manusia untuk terus belajar hingga akhir hayatnya. Tak khayal sebab hobi membacanya ini, ia menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di Fakultasnya.

Selama perkuliahannya ia mencatat berbagai torehan prestasi yang membanggakan antara lain: Accepted Paper In 2nd International Conference On Economics And Social Science Thailand 2014, Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Bina Mapres Fakultas Ekonomi Dan Menejemen Tahun 2013, Accepted Paper In World Conference On Intregration Of Knowledge Malaysia Tahun 2013, Nominasi Karya Tulis Ilmiah Agb Day Award 2013, Penerima Dana Hibah Dikti dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Bidang Penelitian Tahun 2013 dll. Selain itu Putra juga aktif berorganisasi sebagai pengurus Sharia Economics Student Club (SESC) IPB 2013, koordinator Kebijakan Nasional KAMMI Komisariat IPB, Staf Eksternal AIESEC IPB, dan Komandan Kerohanian Islam Agribisnis 48 (REGe 48).

Bagi Putra, Rumah Kepemimpinan ibarat lautan yang ganas, tempat menempa diri untuk lebih siap menghadapi masa depan. “Pelaut yang handal tidak diciptakan dari lautan yang tenang. Dan bagi saya, RK adalah lautan yang ganas, yang menempa, mempersiapkan, dan membentuk para pelaut handal di masa depan.” ungkap Putra saat dimintai testimoni tentang RK.

Pada Desember 2015 lalu, Putra baru saja menyelesaikan studi S1 nya di Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB dan saat ini ia sedang memulai karirnya di PT.Nutrifood Indonesia bagian Marketing Promotion. Dalam meniti karirnya, ia menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan di Beasiswa Pemimpin Indonesia Rumah Kepemimpinan sangat applicable dan ia sangat terbantu serta bisa lebih sigap saat menghadapi dunia kerja. Putra juga menyampaikan rasa syukur dan bangganya tergabung sebagai alumni  RK.

Sebagai seorang alumni RK dan sebagai seorang pemuda yang diharapkan mampu berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, Putra menekankan betapa pentingnya menjaga idealisme untuk mewujudkan visi tersebut, kapan pun, dimana pun dan bersama siapa pun kita. Sebab ia menyadari bahwa kemewahan terbesar seorang pemuda adalah idealisme. “Tetap pertahankan nilai-nilai religius, objektif, moderat, dan open mind serta mewujudkan Idealisme Kami,” harap Putra untuk Rumah Kepemimpinan.

Bravo bro Putra!!

www.rumahkepemimpinan.org

Berbagi dengan yang lain: