Sayembara Kependudukan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, responsivitas, sikap dan perilaku yang rasional, dan bertanggung jawab dalam pembangunan yang berwawasan kependudukan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pada tahun 2016 dilaksanakan beberapa lomba, diantaranya:  Sayembara Pidato (kategori remaja usia 15-19 tahun dan kategori dewasa usia 20-24 tahun), Film Pendek, Komik dan Blog Kependudukan dengan tema “Kependudukan Indonesia”. Adapun topiknya adalah “Pengaruh Pertambahan Pendudukan terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam”. Penjelasan topik terdiri atas hubungan manusia dengan lingkungan yang meliputi aspek teknologi, aspek manusia, aspek lingkungan. Kedua masalah lingkungan, dan ketiga tentang pelestarian alam. Tentunya hal ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran remaja dan pemuda Indonesia tentang kondisi serta perkembangan kependudukan dilihat dari perspektif pemanfaatan lingkungan hidup dengan bijak.

Sayembara dilakukan secara berjenjang dimulai dari perwakilan Kabupaten/kota yang berlaga di tingkat provinsi hingga menemukan juara masing-masing cabang lomba. Setelah itu, Tim penilai Pusat akan menyeleksi rekaman pidato (video), naskah dan karya yang dikirimkan peserta untuk penetapan 10 besar terbaik dari 34 provinsi. Dari 10 besar terbaik diundang ke Jakarta pada tanggal 15 – 18 Agustus 2016 untuk mengikuti kegiatan di tingkat nasional.

3

Sebanyak 50 peserta dari berbagai provinsi Se-Indonesia yang merupakan pemenang masing-masing kategori hadir dalam Sayembara Kependudukan tingkat Nasional bertempat di Hotel Golden Boutique Jakarta Pusat.

Muhammad Auzan Haq adalah salah satu peserta asal Sulawesi Selatan yang berhasil masuk dalam 10 besar untuk kategori pidato. Ia menjadi juara pertama pidato dengan tema pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam seprovinsi Sulsel.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar ini menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Selatan yang berlaga di tingkat nasional dan berhasil meraih peringkat 4 nasional. “Alhamdulillah, bersyukur atas segala nikmat Allah SWT yang telah diberikan. Semoga hasil ini, dapat memotivasi diri untuk memberikan yang terbaik di kancah nasional maupun internasional. Sejatinya pertarungan yang sebenarnya berada dalam masyarakat dengan berbagai problematika hidup yang mendera. Terus berkarya dan berikan kebermanfaatan bagi semua.” tutur Auzan yang juga merupakan salah satu peserta rumah kepemimpinan regional 7 Makassar.

2

Dalam pidatonya, Auzan menyoroti soal kerusakan lingkungan hidup akibat ulah tangan manusia berdasarkan data/realita yang terjadi serta tantangan yang akan dihadapi kedepannya. Salah satu solusi yang ia tekankan adalah karakter, di samping itu integrasi program BKKBN baik itu program KB, program  KKBPK, dan pendidikan kependudukan menjadi bagian dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pengetahuan akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.  Mengotimalkan berbagai aspek tersebut menurutnya, adalah salah satu cara menjaga keberlangsungan hidup umat manusia yang bermartabat di masa yang akan datang.

“Kembali lagi kepada kesadaran kita sebagai penikmat sumber daya alam untuk tidak mengeksploitasi berdasarkan keegoisan pribadi”  tutupnya.

Selain mendapatkan penghargaan, pemenang sayembara, baik tingkat provinsi maupun nasional akan menjadi kader untuk mengampanyekan soal kependudukan dan pembangunan keluarga di kalangan dan lingkungan sekitarnya.

Oleh Muh. Auzan Haq
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 7 Makassar