Berbagai kesenjangan/ketimpangan gender yang dihadapi oleh negeri ini menjadi problematika tersendiri dalam menjalankan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kesenjangan ini adalah Gender Empowerment Measurement (GEM) dan Gender-related Development Index (GDI) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Human Developement Index.Berdasarkan Human Development Report 2000, GDI Indonesia menduduki urutan ke 109 dari 174 negara yang diukur, dan lebih rendah dari negara-negara ASEAN lainnya.

 

Bertolak dari kenyataan tersebut dibutuhkan solusi untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi.  Salah satu upaya yang dilakukan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yaitu melalui “Pelatihan Fasilitator Pendidikan Kesetaraan Gender Untuk Keluarga” dalam rangka menyebarluaskan dan menginformasikan secara bijak tentang tata kelola dan mekanisme penerapan kesetaraan gender dengan baik bagi lingkungan sekitar.

2

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8-15 Agustus 2016 bertempat di Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung selama 8 hari ini dilakukan agar para calon fasilitator memahami dan dapat mempraktikkan modul pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di komunitas. Di akhir setiap sesi para peserta dilatih terkait teknik dan metode untuk menyampaikan atau memfasilitasi. Selanjutnya setelah mendapatkan materi dan melakukan simulasi, para calon fasilitator diajak untuk terjun langsung mempraktikkan ilmu yang sudah mereka pelajari dengan langsung menjadi fasilitator diskusi di komunitas untuk kelas ayah, kelas ibu, kelas remaja laki-laki, dan kelas remaja perempuan. Setiap fasilitator yang hadir merupakan perwakilan FPK2PA, LPA, PSW, BPMPKB, pemerhati isu perempuan dan anak dari 25 provinsi di Indonesia.

Untitled-1

Sejatinya, keadilan dan kesetaraan gender sebagai salah satu cita-cita dan arah dalam pembangunan nasional hanya dapat terwujud jika masyarakat, khususnya aparat negara, memiliki kesadaran, kepekaan, dan respons serta motivasi yang kuat dalam mendukung terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender tersebut. “Kebahagiaan hakiki terletak pada kebersahajaan hati untuk berbagi kepada orang lain dan melihat senyuman mereka adalah hadiah yang terindah untuk sebuah pengabdian.” ungkap Auzan salah satu fasilitator dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Oleh Muh. Auzan Haq
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 7 Makassar