Terinspirasi dari mata kuliah Akuakultur di kampus, alumni Biologi ITB ini terinspirasi dari dosennya yang yakin bahwa 5-10 tahun lagi, ikan lele pasti akan jadi menu di restoran-restoran besar. Gibran yang tidak bisa lupa dengan prediksi ini akhirnya mulai mencari kolam yang bisa digunakannya untuk beternak lele. Kolam pertama yang disewanya hanya butuh biaya Rp 400.000 per tahun. Gibran berhasil memanen 130 kg lele di panen pertamanya.

Saat sedang mencari “ilmu” lebih jauh mengenai lele dan akuakultur, Gibran bertemu seseorang yang dipanggil Pak Haji Ben. Konon katanya, si Pak Haji ini menguasai ribuan kolam di berbagai kota dan kabupaten di Jawa. Dari Pak Haji Ben, ia mendapati fakta bahwa ternyata masalah utama dalam budidaya ikan adalah feeding cost (biaya pakan) yang besarnya mencapai 70% dari biaya total. Gibran sadar bahwa belum ada teknologi yang menyelesakan masalah over-feeding pakan ikan yang tidak teratur atau pakan yang diselewengkan.

Akhirnya, berbekal dana terbatas, Gibran menciptakan teknologi dengan menggunakan Network Operation Centre yang dihubungkan dengan Supervisory Control and Data Acquisition – sistem kontrol yang dilengkapi food container dan perangkat mekanik untuk mengeluarkan pakan ikan secara otomatis.

Melalui perangkat e-Fishery, proses kontrol otomatis dapat dilakukan mulai dari penjadwalan pemberian pakan, pengaturan kuantitas pakan yang diberikan, hingga sistem keamanannya. Bahkan, eFishery memiliki fitur real-time monitoring yang dapat memberikan laporan pemberian pakan secara langsung yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun melalui gadget. eFishery bahkan dilirik dunia internasional dengan memenangkan ajang penghargaan Get in the Ring dan Seedstars World.

Tidak mudah bagi Gibran untuk melakukan proses riset, manufaktur, dan pengenalan teknologi baru ke masyarakat, ia terus menerus melakukan penyempurnaan kualitas produknya dan memperkenalkan eFishery pada peternak ikan di Indonesia. Jalan yang dirintis Gibran masih panjang namun ia membuktikan bahwa ikan lele pun bisa menjadi kesempatan penciptaan sebuah inovasi.

“eFishery bisa memenangkan kompetisi-kompetisi tersebut, mengalahkan aplikasi dari Silicon Valley, karena kita disruptive. Kita bukan mengubah satu menjadi sejuta. Kita mengubah zero menjadi one. Itulah maksud dari teknologi sebagai value yang bisa mengubah industri,” tutup Gibran.

Berbagi dengan yang lain: