Hakim Law, itulah panggilan akrab dari seorang Himas El Hakim. Beliau adalah salah satu alumni Program Beasiswa Pemimpin Muda Rumah Kepemimpinan Regional empat Surabaya angkatan 6 (2012-2014) dari FH Unair. Di sela-sela kesibukannya Hakim berkunjung untuk berbagi dengan adik-adiknya, peserta Rumah Kepemimpinan Regional Bogor angkatan 8.

 

“Jadilah muslim yang cendikia yang amalnya berada pada spektrum baik dan benar”, itulah pesan El Hakim pada para Pandawa (Peserta RK Regional Bogor). Hal ini menjadi penting karena hanya orang-orang yang cendikialah yang punya kemampuan mengambil hikmah.


Hakim memberikan sebuah latar belakang bahwasannya pada masa ini, umat mengalami banyak degradasi. Degradasi tersebut mencakup banyak hal mulai dari dimensi individu sampai masyarakat. Oleh karenanya menjadi sangat penting agar peserta rumah kepemimpinan menjadi seorang muslim cendikia.

beasiswa pemimpin muda Rumah Kepemimpinan

Berikut adalah tips dari El Hakim tentang bagaimana menjadi seorang muslim cendikia: “Pertama”, katanya “untuk menjadi seorang cendikia, para peserta RK harus belajar berargumentasi”. Argumentasi ang kuat akan dapat diperoleh dari knowledge. Oleh karena itu membaca ayat-ayat Allah baik kauniyah maupun kauliyah menjadi sangat penting. Tips kedua adalah arus belajar membangun logika. Cara yang dapat digunakan adalah dengan rajin-rajin mengikuti forum diskusi. Terakhir tips dari El Hakim adalah peserta Program Beasiswa Pemimpin Muda Rumah Kepemimpinan harus mengasah kemampuan berorasi. Berkaca dari banyak tokoh-tokoh dunia, rata-rata adalah seorang orator hebat. Orasi merupakan cara untuk mengomunikasikan argumen dan logika yang sudah dibentuk.

 

Pesan terakhir dari El Hakim adalah pengingat bahwasannya manusia pernah salah, manusia pernah kalah, tapi manusia selalu bisa untuk bangkit, berbenah diri, dan berubah.

www.rumahkepemimpinan.org