Anies Baswedan, (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 2014-2016) memaparkan bahwa Rumah Kepemimpinan merupakan institusi strategis yang bisa membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia dan umat islam. Rumah Kepemimpinan saat ini sedang menulis sejarah dan menulis masa depan.

Pemimpin berbeda dengan pejabat. Pejabat memiliki otoritas dan posisi. Kita disebut pemimpin karena kita menginspirasi, mau bergerak, membawa pengaruh, dan memiliki pengikut. Sehebat apapun anda if nobody follows you, you’re not leader.

Anak-anak muda jangan sampai mengejar otoritas, karena itu bisa datang dan pergi. Berbeda dengan kepemimpinan yang akan melekat pada diri kita.

Dunia melihat Indonesia sebagai republik yang istimewa, tapi mengapa kita melihat diri kita sebagai bangsa yang biasa-biasa saja. Berkaca pada Uni Eropa, yang memiliki anggota sebanyak 28 negara, they are union without unity. Jika melihat Indonesia, kita memiliki beragam suku, budaya, dan bahasa, dan kita bersatu, memiliki bahasa yang satu. Karena Indonesia dibangun lewat gagasan, dipikirkan sebagai sebuah perjalanan pikiran.

Bagaimana bisa menjadi pemimpin?
Rumusnya sederhana:

T = (C + I1 + I2) : SI

T adalah trust, C merupakan competency, I1 integrity, I2 intimacy, dan SI adalah self interest. Pemimpin tidak bisa tanpa integritas, intimacy atau kedekatan juga sangat penting.

Tiga pilar utama yang dibutuhkan untuk pemuda masa depan:
1.Karakter (karakter moral dan karakter kinerja)
2.Kuasai literasi (literasi sains, IT, finansial, dan budaya)
3.Potret masalah di Indonesia dan berikan solusi sesuai dengan core competence. Jangan berfikir untuk menerapkan, tapi berfikir untuk menyelesaikan.

Pemuda, milikilah 4 modal ini : Critical thinking, creativity, communication, and collaboration.

Critical thinking, ini merupakan benteng terkuat dalam menghadapi ekstrimisme. Dengan kemampuan ini, kita dapat melihat ide apapun dari perspektif lain. Critical thinking hanya bisa terbangun jika kita memiliki kemampuan literasi yang baik.

Creativity, latihlah diri kita untuk melihat dari perspektif yang lain.
Communication, baik tulis dan lisan dengan media apapun yang bergerak begitu dinamis. Berlatih komunikasi yang baik untuk berbagi ide dan gagasan.

Berbagi dengan yang lain: