Rabu, 2 maret 2016, acara Dialog Pasca Kampus (DPK) dimulai tepat pada pukul 20.00 WIB. Hammada Roudlowi (Fakultas Kedokteran Hewan 2013) memandu acara sebagai moderator. Acara dibuka dengan melafazhkan basmalah kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Harun Subkhi (Teknologi Hasil Perairan 2013). Moderator kemudian memperkenalkan pembicara kepada para peserta yang berjumlah sekitar 20 orang. Gema Buana Putra nama lengkap pembicara pada Sesi DPK kali ini.

 

Bang Gema, begitu panggilan akrab beliau. Merupakan satu dari beberapa orang kunci yang berkontribusi dalam membesarkan Bukalapak.com sehingga menjadi salah satu e-commerce terbaik se-Indonesia. Bang Gema pernah menjabat menjadi ketua BEM Tingkat Persiapan Bersama (TPB) di tingkat 1, menjadi wakil ketua BEM Fateta pada tingkat 2, ketua BEM Fateta pada tingkat 3 dan Presiden Mahasiswa pada tingkat 4. Beliau lulus pada tahun ke-5 dari jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Fateta IPB.

 

“Passion indikatornya adalah melakukan sesuatu dengan sukarela disertai hati yang puas setelah melakukannya” ujar bang Gema membuka pendalaman materinya. “Passion menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam hidup. Bagaimana tidak, passion merupakan sumber dorongan terkuat dalam diri seseorang. Passion juga mempengaruhi manajemen diri seseorang”, pungkas beliau.

 

Manajemen diri yang baik berujung kepada sejarah yang baik. Pemimpin dan tokoh-tookoh di masa lalu yang namanya masih kita kenang sampai saat ini adalah contoh dari seseorang yang memiliki sejarah gemilang sebab manajemen diri yang baik. Begitu bang gema mencontohkan. sederet nama seperti Sir Isaac Newton, Albert Einstein, dan Thomas Alfa Edison adalah teladan dari pelaku manajemen diri yang baik. “Sehingga dapat disimpulkan, indikator manajemen diri yang baik adalah sejarah kita yang dikenang manusia setelah kita meninggal”, tutur bang Gema.

 

Lebih jauh bang Gema menyampaikan bahwa sesungguhnya setiap detik kita tengah mengukir sejarah kita masing-masing. Mekanis pengukir sejarah itu merupakan sistem terintegrasi berupa input, process dan output. Input terdiri dari komponen internal, genetik dan karakter. Sedangkan proses merupakan sejumlah action dan kebiasaan yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, lingkungan, orang-orang dan event. Adapun output itu berupa History atau catatan sejarah itu sendiri. Sehingga rumus sukses (sejarah yang baik) versi bang Gema sangat sederhana. “Tinggal miliki input yang baik lalu bergaulah dengan orang-orang yang tepat pada event yang tepat sehingga kamu akan berhasil” jawaban beliau menanggapi pertanyaan salah satu peserta.

 

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 22.00 WIB dan sesi dialog pasca kampus harus diakhiri. Banyak pertanyaan peserta yang masih belum terjawab. Tetapi moderator dengan bijak memutuskan untuk menutup acara terlebih dahulu, kemudian mempersilahkan peserta yang masih penasaran untuk berdiskusi setelah sesi tersebut. DPK di tutup dengan melafazkan basmalah disusul dengan teriakan jargon para peserta RK PPSDMS Regional 5 Bogor. Pandawa.. Konkrit ! Energik ! Berbahaya ! Salam Ganteng !!