Ketika muda, berjuanglah untuk impian kalian, agar ketika tua tak ditawan penyesalan. Itulah salah satu quote favorite Andika Tri Saputra, alumni Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor Angkatan 3. Bahkan quote tersebut terpampang besar di ‘Orenz’, bisnis digital printing yang digelutinya sejak mahasiswa. Bisnis memang sudah menjadi passion pria kelahiran Lampung, 11 november 1986 ini. Dulu, orangtuanya kurang setuju jika dia berbisnis, inginnya bekerja saja atau menjadi PNS seperti kebanyakan orangtua pada umumnya. Tapi tekadnya sudah bulat untuk tetap berbisnis, maka perlahan-lahan dengan sabar Andika akhirnya berhasil membujuk kedua orangtuanya.

 

Pria yang memiliki hobi futsal ini bercerita, bagaimana dia membujuk ibunya agar merestui dan meridhoi jalan hidupnya. Dari meminta mengubah redaksi doa ibunya, yang di dalamnya ada kata ‘pengusaha sukses’ sampai mengajak orangtuanya umroh. Melihat kesungguhan anaknya, apalagi waktu itu bisnisnya sudah mulai terlihat hasilnya, orangtuanya luluh juga. Dan memberikan restunya. ‘Godaan’ untuk meninggalkan bisnisnya juga silih berdatangan sejak masih mahasiswa, dari ditawari pekerjaan sampai lanjut kuliah S2 ke Jepang. Tapi Andika tetap konsisten memilih untuk menjalankan bisnisnya.

 

Dalam berbisnis, salah satu prinsip Andika adalah

 

“Kalau berbisnis itu jangan cari untung, karena semua yang ada di dunia ini berpasangan. Ada untung, ada rugi. Carilah nilai tambah.”

 

Prinsip tersebut memang selaras dengan motto hidupnya, memberikan manfaat kepada orang lain. Andika sudah malang-melintang di dunia bisnis. Setelah sebelumnya pernah menjual arang batok kelapa, membuka usaha pupuk organik, budidaya lele, agribisnis katuk, grosir telur dan ayam yang semuanya sudah tutup semua. Sekarang selain ‘Orenz’ yang berbasis digital printing, Andika juga merupakan owner www.bisnisadwords.com yang menyediakan jasa iklan di internet, juga beberapa bisnis online; www.GrosirMukenaCantik.com, www.BisnisYoghurt.com yang beromset ratusan juta rupiah.

 

 

Kesuksesan yang diraih Andika tak terlepas dari kemauannya yang kuat untuk belajar lagi dan lagi. Alumni Departemen Teknologi Hasil Perairan yang juga pernah mengikuti program exchange ke Okinawa Jepang selama setahun ini tak segan-segan belajar dari mentor-mentor bisnisnya. Bahkan seringkali berjam-jam, ke luar kota hanya untuk sharing dan mendapatkan ilmu dari mentornya. Bahkan, pernah suatu ketika mengalami kecelakaan pada larut malam, pulang dari rumah mentornya. Semuanya untuk mengejar passion-nya sebagai enterpreneur. Sesuatu yang dilakukan berdasarkan passion memang mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman, walaupun harus berlelah-lelah.

 

Andika merasa beruntung sekali bisa bergabung bersama Keluarga Besar Rumah Kepemimpinan. Hal yang tak bisa dilupakannya adalah saat evaluasi semester, ketika dia mendapatkan arahan dari evaluator untuk fokus mengejar apa yang dia inginkan. Dan dia mengikuti arahan tersebut. Selain itu, pembinaan serta kekeluargaan dan kebersamaan di Asrama juga memberikan kesan cukup mendalam bagi Andika.