Nothing to lose! – Mengabdilah, berjuanglah, berprestasilah, berkembanglah, beribadahlah sekeras mungkin dengan asa yang memuncak, tidak ada kata “kalah” dalam hidup ini. Tunjukan yang terbaik!. Secercah kata – kata yang mampu menjadi motivasi bagi dirinya dan bagi yang membacanya. Iya, itu adalah motto hidup dari nizar, panggilan akrab dari nizar aquita. Dia adalah alumni dari rumah kepemimpinan Surabaya angkatan 5.

 

Pria kelahiran 3 Nopember 1991 ini dilahirkan di pasuruan. Olahraga alam bebas menjadi salah satu aktivitas kegemaranya, disamping membaca buku biografi tokoh. Dia memiliki watak keras dan disipilin, dan juga menghargai waktu. Bermodal karakter yang dia miliki , segudang aktivitas pun dia ikuti, juga dengan capaian – capain prestasi semasa di kampus. diantaranya, Menteri Dalam Negeri BEM Unair 2012, Koordinator ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Wilayah V – Jatim, Bali, NTT & NTB 2011-2013, Selected Paper, Int.Health Conference, International Islamic University of Malaysia, Mawapres Fakultas Keperawatan Unair, dan Airlangga University Medical Team, mt.Merapi eruption.

 

 

Alumni fakultas keperawatan unair ini juga memiliki jiwa pengabdian pada dunia keperawatan dan kesehatan. Hal ini, terlihat pada aktivitas semsa mahasiswa dan aktivitasnya sekarang. Saat ini dia bekerja di Badan Pelayana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Madiun, sebagai staff Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan (MPKR). Di mana aktivitasnya saat ini adalah melakukan Manajemen Pelayanan Kes(ehatan Rujukan, akan berurusan dengan Rumah Sakit selaku pemberi pelayanan dan peserta sebagai pemanfaat layanan kesehatan. Belum lama bekerja di bpjs, dia sudah mampu mencapai kesuksesan untuk membantu melayani dan menfasilitasi 100.000 pasien lebih per bulan di 19 Rumah Sakit.

 

Nizar pun menganggap apa yang diraihnya saat ini tak lepas dari gemblengan pembinaan rumah kepemimpinan. “Pembinaan yang heterogen, mendidik setiap mahasiswa untuk menjadi pemimpin terutama di masing-masing sektor pengisi pondasi bangsa”, sambung beliau. Dia pun memiliki cita – cita seperti alumni – alumni rumah kepemimpinan lainnya, yaitu Menjadikan sektor kesehatan Indonesia menjadi lebih baik, terintegrasi antara masyarakat dan penyedia layanan kesehatan dan kesehatan milik semua orang. Secara struktural, bercita-cita untuk menjadi pemangku kebijakan di sektor kesehatan. (wawan)